Koreksi Kandungan Al-Qur’an


Ternyata Al-Qur’aan bukan 6666 Ayat?!

Sering terdengar orang(ustad, kiai, guru dll) menyatakan bahwa jumlah ayat di dalam al-Qur’an adalah enam ribu, enam ratus, dan enam puluh enam (6,666).

Angka itu MANIS disebut, SENANG DIINGAT, dan SEDAP DIDENGAR!!!.

Namun begitu, bukan semua yang sedap didengar dan senang diingat yang dikeluarkan daripada mulut yang manis itu benar. Haruslah diperiksa dahulu sebelum menerimanya bulat-bulat. Apalagi kalau ia mengenai agama karena syaitan juga boleh berbuat demikian – “syaitan-syaitan daripada manusia dan jin, yang mewahyukan ucapan palsu yang indah-indah kepada satu sama lain, untuk menipu” (6:112).

Untuk mengetahui sama ada jumlah 6,666 itu benar atau tidak adalah tidak susah.

Cuma ambil sebuah calculator dan sebuah kitab al-Qur’an. Mula dari surah Fatihah yang diakhiri dengan nomor 7. Itu adalah jumlah ayat bagi surah tersebut. Kemudian pergi ke hujung surah 2 (al-Baqarah) dan bertemu pula dengan angka 286. Teruskanlah, surah demi surah, hingga ke hujung surah terakhir, iaitu surah yang ke-114. Campurkan kesemua angka itu, dan jumlah yang didapati adalah jumlah ayat-ayat al-Qur’an yang sebenar.
Disediakan di bawah ini satu senarai yang mengandungi surah-surah (menurut nomornya saja), jumlah ayat-ayatnya, dan jumlah kesemua ayat di dalam surah-surah itu, atau jumlah kesemua ayat kitab al-Qur’an yang sebenar:
Surah:
1-5 ( 7 + 286 + 200 + 176 + 120 ) = 789 ayat
6-10 ( 165 + 206 + 75 + 129 + 109 ) = 684
11-15 ( 123 + 111 + 43 + 52 + 99 ) = 428
16-20 ( 128 + 111 + 110 + 98 + 135 ) = 582
21-25 ( 112 + 78 + 118 + 64 + 77 ) = 449
26-30 ( 227 + 93 + 88 + 69 + 60 ) = 537
31-35 ( 34 + 30 + 73 + 54 + 45 ) = 236
36-40 ( 83 + 182 + 88 + 75 + 85 ) = 513
41-45 ( 54 + 53 + 89 + 59 + 37 ) = 292
46-50 ( 35 + 38 + 29 + 18 + 45 ) = 165
51-55 ( 60 + 49 + 62 + 55 + 78 ) = 304
56-60 ( 96 + 29 + 22 + 24 + 13 ) = 184
61-65 ( 14 + 11 + 11 + 18 + 12 ) = 66
66-70 ( 12 + 30 + 52 + 52 + 44 ) = 190
71-75 ( 28 + 28 + 20 + 56 + 40 ) = 172
76-80 ( 31 + 50 + 40 + 46 + 42 ) = 209
81-85 ( 29 + 19 + 36 + 25 + 22 ) = 131
86-90 ( 17 + 19 + 26 + 30 + 20 ) = 112
91-95 ( 15 + 21 + 11 + 8 + 8 ) = 63
96-100 ( 19 + 5 + 8 + 8 + 11 ) = 51
101-105 ( 11 + 8 + 3 + 9 + 5 ) = 36
106-110 ( 4 + 7 + 3 + 6 + 3 ) = 23
111-114 ( 5 + 4 + 5 + 6 ) = 20
———————————————————–
Jumlah besar = 6,236 ayat
———————————————————–

Maka bilangan ayat di dalam al-Qur’an adalah 6,236, bukan 6,666, seperti yang diajar ulama palsu.
Tiap-tiap surah, melainkan surah 9 (At-Taubah), bermula dengan “Bismillah.” Akan tetapi hanya Bismillah yang pertama di dalam al-Qur’an, iaitu di surah 1 (Al-Fatihah), dikira sebagai satu ayat. Ini bermaksud ia diberi nomor, iaitu nomor 1. Bismillah di surah lain yang berjumlah 112 kesemuanya tidak dikira atau diberi nomor.

Andaikata bilangan 112 itu ditambah kepada jumlah besar 6,236 tadi, maka ia menjadi 6,348, yang bukan juga sebanyak 6,666 yang keramat itu.

Perbedaan bilangan ayat di antara dua jumlah tersebut (6,236 dan 6,348) dengan 6,666 adalah 430 dan 318. Perbedaannya besar.
Di manakah pula tersimpannya ayat-ayat yang berlebihan itu?
Mungkin terdapat orang yang mempercayai ada unsur mistik pada nomor 6666 itu.

Karena tiada ayat Allah daripada al-Qur’an yang tersembunyi. Tiada juga kebenaran pada kepercayaan yaitu hanya sesetengah orang sahaja yang mengetahui rahasianya.

Ayat-ayat Allah di dalam al-Qur’an adalah JELAS DAN NYATA untuk dibaca dan dijadikan petunjuk bagi semua lapisan manusia di dunia. Mereka diturunkan Allah sebagai bukti yang jelas lagi nyata atas kebenaran.

Masihkah kita masih percaya ayat AlQur’an itu 6666?

——————————————————————————

Penjelasannya :

Jangan sinis, perhatikan dulu uraian di bawah ini…

Teman” sekalian mengenai ayat al qur’an berjumlah 6666 ayat padahal setelah kita hitung jumlahnya 6236, sebenarnya ada suatu pesan yg tidak tersampaikan….jadi klo para ulama bilang bahwa ayat al qur’an itu berjumlah 6666 ayat itu sebenarnya tidak salah juga tapi ada sedikit yg harus di jelaskan….

klo kita uraikan ada selisih 430 ayat (6666 – 6236 = 430)
otomatis akan timbul pertanyaan….
1.knapa bisa terjadi kelebihan 430 ayat…?
2.apakah angka 430 ini sebuah kesalahan atau ada pesan yg tidak tersampaikan lewat angka 430 ini…..?

klo kita berfikir sempit kita pasti brfikir “klo begitu para ulama telah menyesatkan umatnya donk”….?
justru tidak begitu, ada pesan yg tida tersampaikan di balik angka itu……

sekarang saya akan coba menjelaskan dengan apa yg saya ketahui dan yg telah saya pelajari tetapi saya akan membahas permasalahan ini dengan metodelogi numerik al qur’an…..

Allah menciptakan al qur’an dengan begitu sempurna dan tidak ada ca”t sedikitpun, sungguh maha luar biasa allah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini berdasarkan perhitungan yang sangat akurat……begitu juga al qur’an allah menciptakan al qur’an dengan penghitungan yg sangat cermat dan akurat tidak hanya isinya saja yg sempurna tetapi angka” di dalamnya dan su”nan surat,halaman,jumlah baris,huruf” dan banyak lagi…tidak hanya asal menulis dan di tempatkan, semuanya di letakkan berdasarkan perhitungan yg sangat cermat….itulah makanya al qur’an disebut kitab yg sempurna yg membedakan dari kitab yg lainnya, tetapi kebanyakan umat saat ini tidak pernah sadar akan hal tersebut,,,,,,,,,

Sekarang kita kembali ke permasalahan di atas angka 430 ada apa sich dengan angka ini….?

angka 6236 = al qur’an, jadi bisa di ibaratkan angka ini adalah al qur’an/mewakili al qur’an…..
kita sebagai umat muslim sangat di wajibkan untuk mempelajari al qur’an, dengan mempelajari al qur’an kita akan tahu mana yang baik dan tidak……sehingga kita akan mempunyai batasan dalam hidup ini…..

makanya klo cetakan al qur’an dari karachi pakistan itu halaman awal dimulai dengan halaman 2 da 3 tidak ada hal 1,,,,,,knapa?karena dari angka tersebut al qur’an ingin menyampaikan sesuatu yg kita tidak sadar…..
kita bahas sedikit….dari halaman depan saja ada pesan supaya kita di haruskan mempelajari al qur’an,,,,”hal 2 dan hal 3″ klo kita ambil angkanya saja dan kombinasikan berarti menjadi 32 dan 23 ada apa dengan angka ini….?

Kita larikan angka yang tadi ke dalam su”nan surat di dalam al qur’an….
Surat ke-32 as sajadah (batasan)
Surat ke-23 al mu’minun (orang” yg beriman)

nah dari halaman depan saja al qur’an ingin menyampaikan suatu pesan kepada kita….yaitu wahai manusia pelajarilah aku karena dengan mempelajari aku kmu akan tahu 32 (as sajadah)/batasan, maksud batasan disini dengan mempelajari al qur’an kita akan tahu mana yang boleh dan tidak boleh..setelah kmu mengetahui batasan dalam hidup ini kata al qur’an kmu akan mendapat 23 (al mu’min)/orang” yg beriman, otmatis donk donk klo kita tahu mana yg baik dan buruk insya allah kita akan menjadi orang” yg beriman….;)apakah angka” di atas suatu kebetulan atau memang di buat dengan perhitungan yg sangat matang……?????

kembali ke permasalahan 6236…..
sebenarnya pesan angka 6666 tersebut kurang lebih seperti ini….bagi para umat muslim pelajarilah 6236/al qur’an sebagai pedoman hidupmu, dan jadikanlah 430 sebagai suri tauladan dalam tingkah pola kita sehari-hari…..

lho kok 430 dijadikan sebagai suri tauladan…?apa maksud angka tersebut…..
sebagai umat muslim suri tauladan kita semua adalah nabi muhammad saw. jadi angka tersebut adalah 430 = muhammad saw. knapa bisa begitu…..?

sekarang kata muhammad kita urai yang terdiri dari huruf “mim, ha, mim, da”
sekarang kita larikan ke surat
mim huruf ke 24 —–> surat ke 24 jumlah ayat 64
ha huruf ke 6 ——-> surat ke 6 jumlah ayat 165
mim huruf ke 24 —–> surat ke 24 jumlah ayat 64
da huruf ke 8 ——-> surat ke 8 jumlah ayat 75

kita jumlahkan nomor surat dan jumlah ayat……
24 + 64 = 88
6 + 165 = 171
24 + 64 = 88
8 + 75 = 83
——+
430
jadi huruf muhammad itu klo di uraikan berjumlah 430,,,,,apakah angka” di atas sebuah kebetulan atau di berdasarkan perhitungan yg tepat,,,,,sungguh maha luar biasa allah menciptakan segala sesuatu di alam semesta ini berdasarkan perhitungan yg cermat dan akurat……..

Allahu A’lam…
—————————————————————
Beberapa Waku yang lalu saya mendapat protes dari seorang yang mengaku Muslim, yang mengaku lebih tahu tentang Kandungan Al Qur’an dan membantah artikel di blog ini. Dialog demi dialog pun berlangsung melalui inbox Facebook, dan demi kenyamanan saya samarkan nama anak muda itu agar tidak ada fitnah bagi sesama, namun demi kepentingan dinamika ilmu pengetahuan, perlu saya tampilkan naskah dialog saya dengan anak muda tersebut, sehingga jika ada lebih dan kurangnya menjadi perbaikan pengetahuan bagi sesama muslim,….dialog ini sebagian tidak terlacak (mungkin sudah dihapus oleh Dia), ….seperti inilah kutipan dialognya………………………..

Ass…
saya tidak setuju terhadap pendapat yg bpk utarakan.
krna se tau saya alquran itu memang benar 6666 ayat.
apakah bpk itu seorang yg ahli dalam hukum alquran?
alif lam mim itu adalah ayat-ayat allah. terhitung 3 ayat bukan 1 ayat.. kalau bapak blng alif lam mim itu 1 ayat, coba bapak artikan kpd saya arti dari alif lam mim? Krn setau saya ayat itu mempunyai arti
sesorang mengatakan ulama palsu. sedangkan bapak kenal islam ini dari siapa dan ilmu agama itu dari siapa? saya mau bertanya. DOSA APA YANG PALING PERTAMA BPK ODE ABDURRAHMAN. TOLONG DI BERI JAWABAN……………………………….
Assalamu’alaykum
Jawaban saya..anak muda….
persoalan setuju dan tidak setuju itu biasa….namun,
Jika Anda orang muslim anda tidak akan gegabah bertanya seperti orang Israel (bani Israel) hanya banyak bertanya tapi tidak membutuhkan jawaban…….kebanyakan dari mereka, orang muslim jauh dari kajian alqur’an dan selalu berdasarkan pada katanya…saya mau tanya..apakah anda pernah menghitung sendiri ayat al qur’an?…cobalah dihitung secara manual satu-satu…anda akan membuktikan bahwa ayat al-qur’an tidak akan sampai 6666 ayat…..berarti pengetahun tentang pendapat anda itu bahwa ‘setahu saya al qur’an 6666 ayat’ itu benar2 anda kurang tahu dan kurang paham akan hal ini…
Anda tidak pernah menghitungnya kan…..saya sudah menghitungnya manual….dan seperti bunyi artikel itu bahwa semua ulama sudah meluruskan bahwa Al- Qur’an terdiri dari 30 juz, 114 surat dan 6236 ayat….

tapi tak apalah saya coba menjelaskan satu..satu…

1. ayat al qur’an pada surat 2 (Al-Baqarah) terdiri dari 286 ayat..ayat pertama alif, lam miim, itu satu ayat..bukan lebih dari satu ayat…jika anda menambahkan ayat lagi maka akan kelebihan dua ayat, yakni 288 ayat…dan anda sedang mencoba menambahkan ayat al-qur’an…atau anda sedang mencoba memalsukan lagi ayat al qur’an….padahal alif-laam dan mim itu terdiri dari 3 huruf saja dan satu ayat. stagfirullah hal azim……

2. yang jelas anda baru tersadar bahwa selama ini ada ulama yang palsu? jangan pura2 tidak tahu…..tidak semua ulama mengajarkan kebenaran, dan untuk membuktikannya harus diuji kompetensi maupun keilmuannya…misalnya di tengah masyarakat kita ada imam yang sering memimpin do’a kelihatan sebutan orang sini alim, padahal dia juga mempercayai ramalan, pakai sesajen, berjudi diam-diam,…bertaruh dalam pilkada….yang seperti ini banyak sekali di lingkungan kita…ini contoh dari ulama palsu…belum lagi jika anda baca kajian ulama yang menyempal dari Islam, ulama Ahmadiyah…ulama ajaran sesat…masih banyak lagi…..

kajian yang ditampilkan di blog http://www.pakode.wordpress.com itu harusnya menyadarkan kita bahwa seluruh kajian tentang al-qur’an harus dibuktikan kebenarannya bukan atas dasar dengar dan ta’at saja….dan juga bagian dari menjaga kemurnian al-qur’an itu sendiri….Allahu’alam

sejujurnya saya bukan siapa-siapa, tapi dengan profesi sebagai pengajar bisa mencerahkan banyak orang itu bagian dari tugas seorang muslim, bukan cuman menghujat dan menyalahkan,,,tapi memberi solusi…

April 28Anak Muda itu
alhamdulilah……..
mgkn dpt sdkt ilmu dr bpk.
tp kalo bpk blng ulama telah menyesahkan 6236 ayat brrt itu betul pa. tp saya mau bertanya pa? ayat itu kan mempunyai arti? atau tdk? tp kalau sy bc alif lam ra ( itu adalah ayat ayat allah. brrt itu lebih dr 1 ayat.) mgkn sy blm terlalu paham dalam mengkaji alquran tp yg sy tau si begitu. bkn yg bertax sprt bani israel tp yg di tax itu org yg memamerkan kelebihanx. jd sy bertanya. utk mslh ahmadiya atau yg lain sy kira itu telah tertulis di alquran, bahwa sanya islam akn terpicah menjadi 73 golongan.

ada pepatah pa….
untuk mengambil sebuah ilmu atau lain sebagainya janganlah ambil dengan mentah-mentah. krn ilmu atau lain sebagainya bila di turunkan sempurna maka semua hamba di jamin SURGA. maka saringlah dan telitilah menanggapi sesuatu. terima ksh pa ode…
wasallam.

April 28Ode Abdurrachman
Alhamdulillah…ternyata situ mulai membuka diri dan mulai membaca kan?…baguslah…langkah yang baik…untuk lebih mendalami Islam…
saya selalu mengajak para mahasiswa untuk tidak percaya begitu saja kepada taklid, lebih bisa mengkaji dan mengkaji…karena banyak kasus yang terjadi ketika para ulama pengajar dan para guru dimana-mana penceramah selalu menjual angka 6666 ayat al qur’an dan yang lain juga mengikuti dan tidak ada kritik terhadap itu…dan anda juga awalnya bertahan pada pendapat yang sama…satu hal lagi mereka tidak pernah menghitung sebagai usaha membuktikannya….Alif. lam ra….lafdi wa makni minallah..(lafad dan makna dari Allah), manusia hanya bisa mentafsirkan….apapun yang anda pahami itu adalah tafsiran ….bukan makna sebenarnya…yang lebih tau dari kita adalah mufasir, maka belajar apa kata tafsir….saya tidak pernah percaya tafsiran orang yang dangkal pemahaman agama tanpa ilmu yang cukup seperti banyak beredar di luar sana……..
satu hal lagi….jangan puas belajar dari al qur’an dan terjemahan, karena itu bukan tafsiran yang sebenarnya, melainkan hanya alih bahasa…dan tidak lengkap…..
………………………..
mengenai alif-lam-raa…dan ‘harfun jaar’ yang terbiasa mengawali beberapa surat, di kalangan mufasir berbeda pendapat..ada yang bilang ayat dan bilan surat. tetapi jumhur ulama bersepakat ini adalah rangkaian satu ayat. sebagaimana dilisensi oleh MUI dan Kemenag, serta ulama lainnya……karena ketika rasulullah menyampaikan ayat diselingi dengan tarikan nafas, maka ada yang menafsir ketika beliau menghentikan nafasnya dihitung satu ayat. dsb….tapi meskipun ditambah dengan ayat-ayat ini pun tidak akan sampai 6666 ayat. dan tidak ada satu hadis pun yang menyatakan ayat al qur’an itu 6666 ayat.////itu dulu////
——————————
tentang perhitungan perbedaan ayat, di berbagai negara perhitungannya beda-beda….tetapi sekali lagi tidak menghilangkan otentisitas keaslian al qur’an, sebab jumlah ayat tidak menjadi syarat keaslian dan kepalsuan al qur’an……

…………………..saya cukup bangga karena anda mau belajar al qur’an lagi…tapi saran saya.sekali lagi anda harus mempelajari tafsir al qur’an baru menyimpulkan apa pengertian, lafad dan makna al qur’an sudah selesai ditafsirkan oleh mufasir dan tidak ada perdebatan lagi…..maka bacalah tafsir……..
……………….
Rupanya anda tidak pernah paham juga tentang Ahmadiyah…dia bukan aliran, tetapi sempalan (penghianatan/pembelotan) bukan Islam sebenarnya….mereka punya Nabi lainnya yang sederajat dengan Rasulullah atau pengganti Rasulullah, namanya Mirza ghulam Ahmad, punya kitab suci lain selain Al Qur’an namanya Tazkirah….dan bukan Islam….Hadith Buhkari dan Muslim yang anda bilang tadi telusuri asbabul urudnya…jangan dipukul serampangan……tidak begitu kalau mengutip ayat….heheheh…belajar lagi lah….sumbernya banyak…di net salah satunya…..
pepatah itulah sebenarnya untuk anda…..jangan separuh-separuh…

May 2Anak Muda itu
bapa kan sndr yg blng contohnya dr ahmadiyah….
brrt bp mencontoh ulama dr ahmadiyah. yg salah sy apa bpk?
masalah tafsir alquran sblm bpk blng sy sdh membacanya semua. dan saya prcy semua yg ada dalam alquran. kalau boleh tau bpk berpegang kpd apa? kalo bpk seseorg ahli tafsir… saya mau bertanya? DOSA APA YG PERTAMA? tlng berikan jawabannya. masalah alquran sy tdk suka membahas tentang ayatx. yg pntg kita membaca dan mengetahui artinya. wasalam

May 2Ode Abdurrachman
alhamdulillah….mau berdiskusi…saran ‘beta’ baca dulu tafsir, bandingkan dengan terjemahan….saya tidak mengaku sebagai ahli tafsir, tetapi belajar dari mufassir, tafsir al qurtubi tafsir jalalin, tafsir ibnu katsir, tafsir al azhar, tafsir al misbah….belajar dari para mufasir..sehingga pendapat dikutip dari sana……dan selama bacaan saya tidak ada hadith dan fatwa ulama maupun tafsir yang mengatakan al qur’an 6666 ayat, yg ada itu rumor …kalaupun ada itu pandangan ulama yang (daif) atau lemah argumennya…..kalau ada, buktikan ke saya….mungkin saja saya yang salah…..

tentang Dosan apa?…sungguh saya tidak paham pertanyaan anda ke mana? kalau ditanya dosa apa…saya tidak tahu dosa apa…karena yang menilai dosa bukan manusia tapi Allah swt..tapi kalau anda bisa menilai dosa apa…anda selevel dengan Tuhan….anda bisa menilai siapa yang banyak dosa dan tidak berdosa….? yang saya bisa nilai adalah penyimpangan …sejauh mana dia menyimpang, sejauh mana dia tidak taat, perkara dosa dan tidak itu pendekatan orang awam tentang salah dan benar mungkin ini yang anda maksud?….

tentang ulama palsu dan ulama asli…di Islam ada banyak….kenapa anda alergi dengan kata ‘ulama palsu’?….di atas ulama misalnya Rasul ada yang asli ada yang palsu, di atasnya lagi ada Tuhan yang asli ada tuhan yang Palsui…masa anda tidak paham….nah untuk membuktikan semua itu harus didukung bukti pendukung, misalnya dari pengamatan (observasi) dari penelusuran, wawancara, dokumen…dan harus diuji….kalau anda lulus di kuliah pada tahap akhir ada namanya skripsi, tapi untuk melihat kualitas asli dan tidak harus diuji dan dibuktikan…..tidak bisa diterima begitu saja….inilah yang ‘beta’ maksud harus diuji…..demikian pun pendapat yang saya tulis, kalau ini anda rasa tidak benar.,…buktikan dengan pendapat yang situ pernah baca….kan mudah…

sekali lagi kenapa anda tidak mau pedulikan ayat al qur’an sebab jika benar anda muslim harusnya giat membaca al qur’an dan memaca tafsiran nya, jangan cuma terjemahan….saya sangat sangsi dengan keislaman anda, jika benar2 muslim harus peduli dengan al qur’an..dan tidak mengabaikannya……silahkan belajar lagi..dan kita diskusi bisa nyaman…

May 4Anak Muda itu
Masa cuman dosa yg pertama aja bapak tdk bsa mnjwbx? Saya kira bpk itu belum apa2 mendalami kandungan alquran. Apalagi saya mau tax yg lain? Yg hrs bnyk bljr itu bpk. Kalo bpk memang tak sanggup menjwb prtnyaan saya, nnt sy yg beritahu buat bpk. Agar bpk mendapat ilmu yg lbh baik. Semoga Allah sllu memberikan petunjuk yg baik buat kita semua. Mslh ttng ayat sy kira tdk ada permasalah bila ada yg katakan 6236 ayat dan 6666 ayat. bpk cmn tau yg tersirat, bgmn kalau yg tidak tersirat? Apakah sya mau memberi contoh buat bpk? Kan ga enak, bpk dosen agama? Saran sy Mendingan mengajarkan mahasiswa itu tntg tata cara sholat & bacaanx, Ahlak yg baik yg bgmn, kiisah2 nabi, crtkan ttng tnda2 akhir zaman, agar mereka lebih memahami islam yg baik, ajrkn merka sulitauladan rasul SAW. Bgmn prjlnan nabi. Say kira itu lebih baik. Jgn mengambil ilmu islam dengan logika? Kalau bpk mengambil ilmu islam dengan logika. Apakah bpk bisa ykinkan sya surga & neraka ada di mana? Bpk bljr dri buku2 baru, apa bpk ykinkan itu benar?KATA BPK INI ” Satu hal lagi, jagan puas belajar dri alquran & terjemahanx krn itu bkn tafsiran yg sbnrx”. Mksdx apa? Subahanallah. Jgn katakan ini pa. Prtanyaan yg saya bertax buat bpk aja bpk tdk tau. Apalagi bpk mau katakan alquran & trjmhnxx bknlah tafsrn yg sbnrx? Bpk hrs bnyk2 bljr. 1 pertanyaan aja bpk tdk bs mnjwb? Pertanyaan saya melebihi 100 pertanyaan. Awalx si sy mau berbagi pendapat terhdp bpk, tp sy kira bpk ini melnceng dri ajaran islam yg sbnrx. Yg pantas untuk bpk itu taklib buta !!! Kalo bpk mau bljr ilmu islam, akan sya berikan. Insya Allah.

May 4Ode Abdurrachman
——————–sekali lagi anda menulis———–
Masa cuman dosa yg pertama aja bapak tdk bsa mnjwbx? Saya kira bpk itu belum apa2 mendalami kandungan alquran. Apalagi saya mau tax yg lain? Yg hrs bnyk bljr itu bpk. Kalo bpk memang tak sanggup menjwb prtnyaan saya, nnt sy yg beritahu buat bpk. Agar bpk mendapat ilmu yg lbh baik. Semoga Allah sllu memberikan petunjuk yg baik buat kita semua.
————–jawab———————————–
betul sekali, pengetahuan dan tafsiran para mufassir yang begitu dalam jika dibandingkan dengan pengetahuan saya tidak ada bandingnya sama sekali dengan pengetahuan saya yang biasa saja…………
tidak ada dosa bagi setiap bayi yang baru dilahirkan, suci bersih, tidak membawa dosa turunan orang tuanya, meski ada istilah anak haram, itu hanya istilah tapi bukan berdosa….hadis nabi yang dirawikan oleh Abu Hurairah r.a. dan Muslim, r,a, setiap bayi yang diliharikan adalah suci, yang menjadikan dia yahudi,kristen, majusi adalah orang tuanya…..
dari sini jelas, tidak ada dosa bagi setiap orang ketika dilahirkan, lalu anda paksa saya untuk menebak dosa apa yang diperbuat?….anda mau main tebak-tebak buah manggis?….pemahaman dosa turunan itu ada pada pemahanan Nashrani bahwa setiap anak yang dilahirkan berdosa dan Tuhan turun untuk menebus dosa setiap umatnya….jangan2 anda ini bukan Islam?

———————-anda menulis———————
Mslh ttng ayat sy kira tdk ada permasalah bila ada yg katakan 6236 ayat dan 6666 ayat. bpk cmn tau yg tersirat, bgmn kalau yg tidak tersirat?
————-jawab————
sudah saya bilang dari awal bahwa al qur’an itu lafad dan makna dari Allah bukan dari beta apalagi kamu yang sudah coba mereka-reka maksudnya apa, tafsir imam ali saja tidak berani menafsir apa arti surat pertama al baqarah dengan member syarah bahwa hanya Allah yang tahu maknanya…………apa anda lebih tinggi otentisitasnya dari imam ali? anda ini muslim atau orang yang pura2 muslim?
Anda sudah mau mengakui bahwa ayat al qur’an ternyata tidak mutlak 6666 kan? berarti perdebatan kita topik ini selesai. karena anda sudah mengakuinya. sebab pada awalnya anda bersikeras dan bertahan tentang pengetahuan anda yang mirip dogma (percaya saja, tanpa mempelajarai, cobalah hitung sendiri ayatnya belum pernah kan?) tentu karena anda sudah membaca berbagai sumber yang menerangkan demikian……..saya pun mengatakan dari awal jangan percaya begitu saja angka kramat 6666 itu, menyesatkan…
————————anda menulis——————————-
Apakah sya mau memberi contoh buat bpk? Kan ga enak, bpk dosen agama? Saran sy Mendingan mengajarkan mahasiswa itu tntg tata cara sholat & bacaanx, Ahlak yg baik yg bgmn, kiisah2 nabi, crtkan ttng tnda2 akhir zaman, agar mereka lebih memahami islam yg baik, ajrkn merka sulitauladan rasul SAW. Bgmn prjlnan nabi. Say kira itu lebih baik.
——————–jawab—————–
hmmm dialog seperti ini tidak mengenal kelas, kelas dosen mahasiswa bukan soal, jiak anda orang yang benar berikan buktinya, jika saya yang keliru pasti saya mengakuinya…..
jika ada contoh…contohkan saja….mana?
tentang pelajaran itu…..hehehe
memang itu yang sedang kami ajarkan ‘nyong’ tapi tidak sekedar mengajar lalu menghafal seperti yang anda dapatkan di tingkat SMU/SMA/SMP, tetapi belajar lebih memahami dengan benar, belajar baca, lakukan, dan laksanakan…bukan belajar hanya untuk bisa menjawab soal ujian…..seperti yang terjadi selama ini. kami pengajar selalu harus meluruskan apa yang diberikan keliru oleh pengajar2 terdahulu,…………………
——————-anda menulis————————————–
Jgn mengambil ilmu islam dengan logika? Kalau bpk mengambil ilmu
islam dengan logika. Apakah bpk bisa ykinkan sya surga & neraka ada di mana? Bpk bljr dri buku2 baru, apa bpk ykinkan itu benar?
——————-jawab——————–
jadi harus membuang logika ketika berilmu Islam? itu namanya orang gila jika beragama tidak menggunakan logika….jangan-jangan anda sudah gila……berislam tanpa menggunakan logika.(akal)…..syurga dan neraka saya bisa tunjukan ke anda tanpa melepas logika, kalau anda sudah mati, melewati alam barzah, dibangkitkan di yaumil mahsar, dan disaring masuk surga atau neraka nah di situlah anda bisa melihat mana yang surga mana yang neraka……dan semua orang yang mati hingga kini masih di alam barzah,…..kita, saya dan kamu akan ke sana nantinya………..jangankan surga neraka, keturunan kamu yang ke 9 saja tidak bisa kamu tunjuk saat ini kan? di mana mereka?
——————anda menulis———————–
KATA BPK INI ” Satu hal lagi, jagan puas belajar dri alquran & terjemahanx krn itu bkn tafsiran yg sbnrx”. Mksdx apa? Subahanallah.
Jgn katakan ini pa. Prtanyaan yg saya bertax buat bpk aja bpk tdk tau. Apalagi bpk mau katakan alquran & trjmhnxx bknlah tafsrn yg sbnrx? Bpk hrs bnyk2 bljr. 1 pertanyaan aja bpk tdk bs mnjwb? Pertanyaan saya melebihi 100 pertanyaan. Awalx si sy mau berbagi pendapat terhdp bpk, tp sy kira bpk ini melnceng dri ajaran islam yg sbnrx. Yg pantas untuk bpk itu taklib buta !!! Kalo bpk mau bljr ilmu islam, akan sya berikan. Insya Allah.

———————-jawab——————————
anda rupanya baru sekedar belajar dari al quran dan terjemahan terbitan departeman agama kan?…pantas saja…..pemahaman seperti ini……………….
tanya ke ustad, dan guru ngaji yang anda temui di jalan atau di pesantren atau di mana saja? pertanyaan yang sama dengan saya adalah, apakah seorang muslim harus puas dan merasa cukup ilmunya berlajar dari alqur’an dan terjemahan tanpa melihat tafsir?
saya kirimi anda hadiah pulsa 100rb rupiah jika ini mereka juga membenarkan, kecuali ustad palsu juga……………………….
saya sodorkan beberapa tafsir anda bilang itu buku baru, saya tahu anda baru dengar kan?…..lacak sumber tafsir yang saya sebutkan, dan apa maknanya…..sebab susah beri pencerahan kepada orang yang tidak membuka pikirannya…..untuk sekedar tahu, tafsir dan metodologi tafsir sudah ada bahkan sebelum semua guru agama di Indonesia ini ada….
————statmen———–
kesalahan anda tidak banyak sebenarnya, segera bertaubat dan kurangi nonton sinetron dan baca komik, sering mendengar kumpul dengan orang sholeh jangan yang salah, perbanyak tahajjud untuk mencerahkan pikiran, dongeng menjauhkan kita dari akal dan logika, dan hindari cerita viksi tanpa membaca langsung dari sumbernya, atau hanya berpendapat katanya, katanya dan katanya…..kutiplah para mufassir yang telah selesai menafsirkan setiap ayat-ayat al qur’an muhkam dan mutasyabbih, dan bandingkan semuanya…jangan sebatas belajar dari al-qur’an dan terjemahannya saja….lalu menyimpulkan yang aneh-aneh. telusuri asbabul nuzul dalam tafsir, kuatkan dengan penjelasan hadith,

May 5Anak Muda itu
Okelah saya akan jwb pertanyaan sy sndr? Pertanyaan: dosa apa yg pali ng pertama? Jwbanx: KESOMBONGAN ! Penjelasan, Allah ciptakan Malaikan kemudian Iblis, dan merka ber 2 beribadah kpd Allah sekian tahun, lalu Allah ciptakan manusia(Adam As) dan menujuk Adam sebagai khalifa di buka bumi, dan Allah menyuruh malaikat dan iblis utk tunduk kpd Adam dan dri situlah iblis menyombongkan dirix di hadapn Allah. Dri stulah iblis di tetapkan dan kekal di dalam neraka krn sifat sombongx. Dan sia” ibadah iblis selama belum di ciptakan Adam. Itulah jwbnx. Jwbn bpk sprt anak SD dan SMP. Maka hilangkanlah sifat sombong dri dalam diri tuan. Dan Perbanyaklah istigfar. Masalah 6666 ayat, kalo bpk mau sy jelaskan buat bpk, hrs dengan ttp muka dan ada alquran. Mngkn ckp sy memberikan ilmu kecil ini kpd tuan. Apa ada lagi yg mau sy ksh agar wawasan bpk terbuka?

May 8Ode Abdurrachman
Alhamdulillah sahabat muslim yang dilindungi Allah Swt….beberapa hari talian ini tidak bisa dibuka…karena beberapa hal teknis…

May 8Ode Abdurrachman
tapi baiklah, inilah yang ‘beta’ bilang dari awal, bahwa anda banyak bertanya tapi tidak membutuhkan jawaban, karena jawabannya anda sendiri yang paling tahu….saya teringat dengan beberapa kisah bani israil yang sering bertanya kepada nabinya (Musa a.s.) mereka bertanya tapi tidak membutuhkan jawaban….moga anda tidak termasuk golongan ini…………………………………………’beta’ dari awal telah jelaskan satu demi satu pertanyaan, tapi seperti biasa setelah dijawab, timbul pertanyaan yang laen. dan tidak ditanggapi. jika anda hidup dalam ruang diskusi ilmiah maka tanggapi pula itu secara beruntun….bukan vonis atau fatwa yang tidak berdasar, coba liat ke belakang tulisan anda, anda sering katakan, menurut yang anda tahu, menurut yang anda dengar, tapi jarang membandingkan pendapat lain, apalagi jarang membaca…kitab, anda sedang memaksa pendapat anda sendiri. ini namanya ujub dan takabur..banyak beristigfar. niscaya diampuni……..hal yang paling keliru dari anda adalah menyebut saya melenceng dari ajaran Islam sebenarnya….rupanya anda ini sudah terserang virus SIPILIS, (Sekularisme, Pluralisme dan liberalisme), gampang memvonis orang salah, mengkafirkan orang dengan mudah, padahal saya sudah sodorkan tafsir anda bilang itu buku baru….subhanallah. apa ketakwaan anda dan eksistensi anda lebih tinggi daripada mufassir yang melahirkan tafsir?…..saya butuh bukti yang lebih kuat, bukan dongeng, bukti bahwa apakah ada hadith atau ayat al-qur’an menjelaskan 6666 ayat, anda juga tidak sodorkan buktinya ke saya……………………………..yang terakhir, DOSA APA YANG PERTAMA?…hmmm…..ini bukan hadith baru yang anda ucapkan ya? ini tafsiran anda sendiri atau dari mana?…tanyakan ke siapa saja, SIAPAKAH yang berhak menentukan siapa yang berdosa dan siapa yang tidak ?! …..Anda Manusia atau malaikat?… bisa jadi anda yang sombong bisa jadi saya, yang sangat dilaknat itu adalah Angkuh (berkeras Hati), moga sifat ini tidak ada pada anda, sob sudah diluruskan tidak mau dan masih membantah. saya teringat keras hatinya Abu Bakr r.a. tapi luluh ketika masuk Islam dan dijamin syurga oleh Allah. jika ada yang tidak berkenan itu mungkin kesalahan saya sebagai manusia, tapi jika ada benar pasti datang dari agama Allah yang meluruskan. Allahu a’lam

May 8Ode Abdurrachman
oh ya…anda boleh hadir di perkuliahan saya, di univ. darusslam kampus B. kebn cengkih setiap malam jumat mulai pukul 19.00 (ba’da magrib)

May 8Anak Muda itu
Saya ini belajar semua dari alquran tdk ada kitap yg lain, maka dri itulah saya tau. lalu kitab bpk yg pelajari itu kitap apa? Dan yg bs meyakinkan tu apa dri kitap yg bpk utarakan. Alquran lgsng dri Allah SWT. Insya Allah saya akan hadir bila bpk mengijinkan untk hadir di perkuliahan bpk. Krn yg saya pelajari hanya dri alquran dan hadist, dan bila ada yg menganjal dlm keyakinan saya, saya akn bertax ke ulama” yg saya tau merka itu berilmu

WednesdayAnak Muda itu
Kalau bapak mengatakan saya bertanya yang saya tau jwbnx sndr(sprt bani israel) bapak mengenal abdullah bin salam?dia yahudi Yg sebelum msk agama islam dia mempertanyakan ratusan/ribuan pertanyaan kpd rasul SAW, sdngkn dia mengetahui jwbn itu, tetapi dia mempertanyakan pertanyaan itu agar bilamana rasul mengetahuinya iya & pengikutx akan msk Islam. Dia menguji rasul ternyata rasul mengetahuix dan dia nyatakn islam di hadapan rasul beserta pengikutx. Saya mempertanyakan pertanyaan kpd bpk, agar saya tau bpk itu yg betul atau saya yg betul. Dan akhirx saya mengetahuinya. Saya kira bpk hrs bnyk” bca…

17 hours agoOde Abdurrachman
Alhamdulillah rupanya masih melayani diskusi ini….sekali lagi..terima kasih…karena sudah membuka pikiran,…..banyak pertanyaan lain yang belum disebut dan dijawab…jawablah dengan sistematis..(saya dah mencontohkan secara kronologis) tidak lompat-lompat….sekali lagi, Anda belajar dari Al-Qur’an yang mana? yang ada terjemahannya? atau anda menterjemahkan sendiri maksud dari ayat-ayat Allah ini? jika ini terjadi, anda sekali lagi sudah menggantikan posisi para mufassir, sob, tidak semua ayat al-qur’an bisa diterjemahkan/ditafsirkan se enak perutnya, makanya kalau anda baca tulisan Mustafa Muhammad Azami, The History of the Qur’anic text, anda akan temukan tafsir-tafsir yang saya maksudkan di jawaban sebelumnya…..tapi jika masih bertahan pada pendapat baca dari Al Qur’an, coba bilang ke saya apa maksud surat 109:1-4 (Al-Ashr) misalnya….saya ingin tahu pengetahuan anda tentang ayat Allah ini, silahkan cari dari berbagai sumber (misalnya dari net), apa maksud ayat ini…..kalau anda benar belajar dari al qur’an dan tidak memerlukan tafsir ……ah ya, anda sebelum ini bukan Muslim? anda ingin bertanya dan ingin yakin terhadap Islam dan masuk Islam? padahal sudah dijawab dengan Allah (QS. 2 :2) sudah jelas, tidak ada keraguan dalam Al-Qur’an untuk diyakini…kenapa anda masih menebak-nebak?….jangan-jangan anda termasuk dalam golongan yang anda tulis sendiri “sombong” karena mengaku bisa menafsirkan al-qur’an secara logika…..beristigfarlah, niscaya diampuni…….oh ya, kemarin saya tunggu anda di perkuliahan saya anda tidak datang, jangan lupa jika hadir sebagai mahasiswa tamu…bawa al qur’an dan tafsir (syarat perkuliahan saya)…

17 hours agoOde Abdurrachman
tentang saya yang betul atau anda yang betul tentang tafsiran hanya Allah yang tahu kebenaran makna “karena al qur’an sekali lagi lafad dan makna hanya Allah yang tahu, manusia hanya bisa menafsirkan…makanya saya heran anda bisa menafsirkan Al Qur’an se enaknya dan melupakan metode tafsir, ada asbabul nuzul (sebab-sebab turunya ayat, dll) kenapa anda melewati ini….dan ini hanya tertuang dalam tafsir, bahwa ayat al-quran tidak turun di ruang kosong, tapi ada kejadian, lalu al quran itu turun untuk menjadi ‘huda’ petunjuk, ‘bayan’ pembeda atau bahkan ‘asyifa’ pengobat bagi manusia…..jadi sekali lagi jangan pernah belajar dari al qur’an dan terjemahan atau alih bahasa saja……saya bilang buktikan ke saya tentang pendapat guru dan ulama anda…anda tidak buktikan juga….

17 hours agoOde Abdurrachman
ups ….hampir lewat…kitab apa yang saya pelajari…..jawabnya tafsir….dan semua guru, ustad, pengajar, atau ulama, selalu belajar dan mengajar tidak melupakan tafsir, tapi ada perbedaan istilah orang sini. orang sini bilang tafsir tapi setelah saya telusuri kebanyakan yang dibilang tafsir itu adalah al qur’an dan terjemahan versi departemen agama. yang saya maksud tafsir yang mensyarah Al-Qur’an. coba cari metodologi studi tafsir..ada akan tau banyak kedudukan tafsir….saya lampirkan saja tentang bagaimana tafsir Ibu Kathir tentang surat Al fatihah ayat pertema “Bi imii Allah ar-rahman ar-Rahim”, kalau belajar dari terjemahan diartikan “Dengan Nama Allah yang maha Pengasih dan Maha Penyayang” inilah yang saya bilang tidak cukup dengan terjemahan, tapi membutuhkan tafsir atau penjelasan lain…misalnya dalam tafsir Ibnu Kathir….saya kutipkan sebagian………………..di jendela berikutnya………..

17 hours agoOde Abdurrachman
The scholars also agree that Bismillah is a part of an Ayah in Surat An-Naml (chapter 27). They disagree over whether it is a separate Ayah before every Surah, or if it is an Ayah, or a part of an Ayah, included in every Surah where the Bismillah appears in its beginning. Ad-Daraqutni also recorded a Hadith from Abu Hurayrah from the Prophet that supports this Hadith by Ibn Khuzaymah. Also, similar statements were attributed to `Ali, Ibn `Abbas and others. The opinion that Bismillah is an Ayah of every Surah, except Al-Bara’ah (chapter 9), was attributed to (the Companions) Ibn `Abbas, Ibn `Umar, Ibn Az-Zubayr, Abu Hurayrah and `Ali. This opinion was also attributed to the Tabi`in: `Ata’, Tawus, Sa`id bin Jubayr, Makhul and Az-Zuhri. This is also the view of `Abdullah bin Al-Mubarak, Ash-Shafi`i, Ahmad bin Hanbal, (in one report from him) Ishaq bin Rahwayh and Abu `Ubayd Al-Qasim bin Salam. On the other hand, Malik, Abu Hanifah and their followers said that Bismillah is not an Ayah in Al-Fatihah or any other Surah. Dawud said that it is a separate Ayah in the beginning of every Surah, not part of the Surah itself, and this opinion was also attributed to Ahmad bin Hanbal.
Basmalah aloud in the Prayer
As for Basmalah aloud during the prayer, those who did not agree that it is a part of Al-Fatihah, state that the Basmalah should not be aloud. The scholars who stated that Bismillah is a part of every Surah (except chapter 9) had different opinions; some of them, such as Ash-Shafi`i, said that one should recite Bismillah with Al-Fatihah aloud. This is also the opinion of many among the Companions, the Tabi`in and the Imams of Muslims from the Salaf and the later generations. For instance, this is the opinion of Abu Hurayrah, Ibn `Umar, Ibn `Abbas, Mu`awiyah, `Umar and `Ali – according to Ibn `Abdul-Barr and Al-Bayhaqi. Also, the Four Khalifahs – as Al-Khatib reported – were said to have held this view although the report from them is contradicted. The Tabi`in scholars who gave this Tafsir include Sa`id bin Jubayr, `Ikrimah, Abu Qilabah, Az-Zuhri, `Ali bin Al-Hasan, his son Muhammad, Sa`id bin Al-Musayyib, `Ata’, Tawus, Mujahid, Salim, Muhammad bin Ka`b Al-Qurazi, Abu Bakr bin Muhammad bin `Amr bin Hazm, Abu Wa’il, Ibn Sirin, Muhammad bin Al-Munkadir, `Ali bin `Abdullah bin `Abbas, his son Muhammad, Nafi` the freed slave of Ibn `Umar, Zayd bin Aslam, `Umar bin `Abdul-Aziz, Al-Azraq bin Qays, Habib bin Abi Thabit, Abu Ash-Sha`tha’, Makhul and `Abdullah bin Ma`qil bin Muqarrin. Also, Al-Bayhaqi added `Abdullah bin Safwan, and Muhammad bin Al-Hanafiyyah to this list. In addition, Ibn `Abdul-Barr added `Amr bin Dinar. The proof that these scholars relied on is that, since Bismillah is a part of Al-Fatihah, it should be recited aloud like the rest of Al-Fatihah. Also, An-Nasa’i recorded in his Sunan, Ibn Hibban and Ibn Khuzaymah in their Sahihs and Al-Hakim in the Mustadrak, that Abu Hurayrah once performed the prayer and recited Bismillah aloud. After he finished the prayer, he said, “Among you, I perform the prayer that is the closest to the prayer of the Messenger of Allah .” Ad-Daraqutni, Al-Khatib and Al-Bayhaqi graded this Hadith Sahih Furthermore, in Sahih Al-Bukhari it is recorded that Anas bin Malik was asked about the recitation of the Prophet . He said, “His recitation was unhurried.” He then demonstrated that and recited, while lengthening the recitation of Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim, Also, in the Musnad of Imam Ahmad, the Sunan of Abu Dawud, the Sahih of Ibn Hibban and the Mustadrak of Al-Hakim – it is recorded that Umm Salamah said, “The Messenger of Allah used to distinguish each Ayah during his recitation,
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ – الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَـلَمِينَ – الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ – مَـلِكِ يَوْمِ الدِّينِ
(In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful. All praise and thanks be to Allah, the Lord of all that exists, the Most Gracious, the Most Merciful. The Owner of the Day of Recompense.)” Ad-Daraqutni graded the chain of narration for this Hadith Sahih Furthermore, Imam Abu `Abdullah Ash-Shafi`i and Al-Hakim in his Mustadrak, recorded that Mu`awiyah led the prayer in Al-Madinah and did not recite the Bismillah. The Muhajirin who were present at that prayer criticized that. When Mu`awiyah led the following prayer, he recited the Bismillah aloud. The Hadiths mentioned above provide sufficient proof for the opinion that the Bismillah is recited aloud. As for the opposing evidences and the scientific analysis of the narrations mentioned their weaknesses or otherwise it is not our desire to discuss this subject at this time. Other scholars stated that the Bismillah should not be recited aloud in the prayer, and this is the established practice of the Four Khalifahs, as well as `Abdullah bin Mughaffal and several scholars among the Tabi`in and later generations. It is also the Madhhab (view) of Abu Hanifah, Ath-Thawri and Ahmad bin Hanbal. Imam Malik stated that the Bismillah is not recited aloud or silently. This group based their view upon what Imam Muslim recorded that `A’ishah said that the Messenger of Allah used to start the prayer by reciting the Takbir (Allahu Akbar; Allah is Greater) and then recite,
الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَـلَمِينَ
(All praise and thanks be to Allah, the Lord of all that exists.) (Ibn Abi Hatim 1:12). Also, the Two Sahihs recorded that Anas bin Malik said, “I prayed behind the Prophet , Abu Bakr, `Umar and `Uthman and they used to start their prayer with,
الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَـلَمِينَ
(All praise and thanks be to Allah, the Lord of all that exists.) Muslim added, “And they did not mention,
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ
(In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful) whether in the beginning or the end of the recitation.” Similar is recorded in the Sunan books from `Abdullah bin Mughaffal, may Allah be pleased with him. These are the opinions held by the respected Imams, and their statements are similar in that they agree that the prayer of those who recite Al-Fatihah aloud or in secret is correct. All the favor is from Allah.
The Virtue of Al-Fatihah
Imam Ahmad recorded in his Musnad, that a person who was riding behind the Prophet said, “The Prophet’s animal tripped, so I said, `Cursed Shaytan.’ The Prophet said,
«لَا تَقُلْ: تَعِسَ الشَّيْطَانُ، فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ: تَعِسَ الشَّيْطَانُ، تَعَاظَمَ وَقَالَ: بِقُوَّتِي صَرَعْتُهُ، وَإِذَا قُلْتَ: بِاسْمِ اللهِ تَصَاغَرَ حَتى يَصِيرَ مِثْلَ الذُبَابِ»
(Do not say, ‘Cursed Shaytan,’ for if you say these words, Satan becomes arrogant and says, ‘With my strength I made him fall.’ When you say, ‘Bismillah,’ Satan will become as small as a fly.) Further, An-Nasa’i recorded in his book Al-Yawm wal-Laylah, and also Ibn Marduwyah in his Tafsir that Usamah bin `Umayr said, “I was riding behind the Prophet…” and he mentioned the rest of the above Hadith. The Prophet said in this narration,
«لَا تَقُلْ هكَذَا فَإِنَّهُ يَتَعَاظَمُ حَتَّى يَكُونَ كَالْبَيْتِ، وَلكِنْ قُلْ: بِسْمِ اللهِ، فَإنَّهُ يَصْغَرُ حَتَّى يَكُونَ كَالذُبَابَةِ»
(Do not say these words, because then Satan becomes larger; as large as a house. Rather, say, ‘Bismillah,’ because Satan then becomes as small as a fly.) This is the blessing of reciting Bismillah.
Basmalah is recommended before performing any Deed
Basmalah (reciting Bismillah) is recommended before starting any action or deed. For instance, Basmalah is recommended before starting a Khutbah (speech). The Basmalah is also recommended before one enters the place where he wants to relieve himself, there is a Hadith concerning this practice. Further, Basmalah is recommended at the beginning of ablution, for Imam Ahmad and the Sunan compilers recorded that Abu Hurayrah, Sa`id bin Zayd and Abu Sa`id narrated from the Prophet ,
«لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللهِ عَلَيْهِ»
(There is no valid ablution for he who did not mention Allah’s Name in it.) This Hadith is Hasan (good). Also, the Basmalah is recommended before eating, for Muslim recorded in his Sahih that the Messenger of Allah said to `Umar bin Abi Salamah while he was a child under his care,
«قُلْ بِسْمِ اللهِ وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ»
(Say Bismillah, eat with your right hand and eat from whatever is next to you.) Some of the scholars stated that Basmalah before eating is obligatory. Basmalah before having sexual intercourse is also recommended. The Two Sahihs recorded that Ibn `Abbas said that the Messenger of Allah said,
«لَوْ أَنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَأْتِيَ أَهْلَهُ قَالَ: بِسْمِ اللهِ اللَهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا،فَإنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ أَبَدًا»
(If anyone of you before having sexual relations with his wife says, ‘In the Name of Allah. O Allah! Protect us from Satan and also protect what you grant us (meaning the coming offspring) from Satan,’ and if it is destined that they should have a child then, Satan will never be able to harm that child.)
The Meaning of “Allah
Allah is the Name of the Lord, the Exalted. It is said that Allah is the Greatest Name of Allah, because it is referred to when describing Allah by the various attributes. For instance, Allah said,
هُوَ اللَّهُ الَّذِى لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَـدَةِ هُوَ الرَّحْمَـنُ الرَّحِيمُ – هُوَ اللَّهُ الَّذِى لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَـمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَـنَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ – هُوَ اللَّهُ الْخَـلِقُ الْبَارِىءُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الاٌّسْمَآءُ الْحُسْنَى يُسَبِّحُ لَهُ مَا فِى السَّمَـوَتِ وَالاٌّرْضِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
(He is Allah, beside Whom La ilaha illa Huwa (none has the right to be worshipped but He) the Knower of the unseen and the seen. He is the Most Gracious, the Most Merciful. He is Allah, beside Whom La ilaha illa Huwa, the King, the Holy, the One free from all defects, the Giver of security, the Watcher over His creatures, the Almighty, the Compeller, the Supreme. Glory be to Allah! (High is He) above all that they associate as partners with Him. He is Allah, the Creator, the Inventor of all things, the Bestower of forms. To Him belong the Best Names. All that is in the heavens and the earth glorify Him. And He is the Almighty, the Wise) (59:22-24). Hence, Allah mentioned several of His Names as Attributes for His Name Allah. Similarly, Allah said,
وَللَّهِ الأَسْمَآءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا
(And (all) the Most Beautiful Names belong to Allah, so call on Him by them) (7:180), and,
قُلِ ادْعُواْ اللَّهَ أَوِ ادْعُواْ الرَّحْمَـنَ أَيًّا مَّا تَدْعُواْ فَلَهُ الاٌّسْمَآءَ الْحُسْنَى
(Say (O Muhammad “Invoke Allah or invoke the Most Gracious (Allah), by whatever name you invoke Him (it is the same), for to Him belong the Best Names.”) (17:110) Also, the Two Sahihs recorded that Abu Hurayrah said that the Messenger of Allah said,
«إِنَّ للهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا، مِائَةً إِلَا وَاحِدًا، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ»
(Allah has ninety-nine Names, one hundred minus one, whoever counts (and preserves) them, will enter Paradise.) These Names were mentioned in a Hadith recorded by At-Tirmidhi and Ibn Majah, and there are several differences between these two narrations.
The Meaning of Ar-Rahman Ar-Rahim – the Most Gracious, the Most Merciful
Ar-Rahman and Ar-Rahim are two names derived from Ar-Rahmah (the mercy), but Rahman has more meanings that pertain to mercy than Ar-Rahim. There is a statement by Ibn Jarir that indicates that there is a consensus on this meaning. Further, Al-Qurtubi said, “The proof that these names are derived (from Ar-Rahmah), is what At-Tirmidhi recorded – and graded Sahih from `Abdur-Rahman bin `Awf that he heard the Messenger of Allah say,
«قَالَ اللهُ تَعَالى: أَنَا الرَّحْمنُ خَلَقْتُ الرَّحِمَ وَشَقَقْتُ لَهَا اسْمًا مِنِ اسْمِي، فَمَنْ وَصَلَهَا وَصَلْتُهُ وَمَنْ قَطَعَها قَطَعْتُهُ»
(Allah the Exalted said, ‘I Am Ar-Rahman. I created the Raham (womb, i.e. family relations) and derived a name for it from My Name. Hence, whoever keeps it, I will keep ties to him, and whoever severs it, I will sever ties with him.’) He then said, “This is a text that indicates the derivation.” He then said, “The Arabs denied the name Ar-Rahman, because of their ignorance about Allah and His attributes.” Al-Qurtubi said, “It was said that both Ar-Rahman and Ar-Rahim have the same meaning, such as the words Nadman and Nadim, as Abu `Ubayd has stated. Abu `Ali Al-Farisi said, `Ar-Rahman, which is exclusively for Allah, is a name that encompasses every type of mercy that Allah has. Ar-Rahim is what effects the believers, for Allah said,
وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيماً
(And He is ever Rahim (merciful) to the believers.)’ (33:43) Also, Ibn `Abbas said – about Ar-Rahman and Ar-Rahim, `They are two soft names, one of them is softer than the other (meaning it carries more implications of mercy).”’ Ibn Jarir said; As-Surri bin Yahya At-Tamimi narrated to me that `Uthman bin Zufar related that Al-`Azrami said about Ar-Rahman and Ar-Rahim, “He is Ar-Rahman with all creation and Ar-Rahim with the believers.” Hence. Allah’s statements,
ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ الرَّحْمَـنُ
(Then He rose over (Istawa) the Throne (in a manner that suits His majesty), Ar-Rahman) (25:59),) and,
الرَّحْمَـنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَى
(Ar-Rahman (Allah) rose over (Istawa) the (Mighty) Throne (in a manner that suits His majesty).) (20:5) Allah thus mentioned the Istawa – rising over the Throne – along with His Name Ar-Rahman, to indicate that His mercy encompasses all of His creation. Allah also said,
وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيماً
(And He is ever Rahim (merciful) to the believers), thus encompassing the believers with His Name Ar-Rahim. They said, “This testifies to the fact that Ar-Rahman carries a broader scope of meanings pertaining to the mercy of Allah with His creation in both lives. Meanwhile, Ar-Rahim is exclusively for the believers.” Yet, we should mention that there is a supplication that reads,
«رَحْمنَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَرَحِيمَهُمَا»
(The Rahman and the Rahim of this life and the Hereafter) Allah’s Name Ar-Rahman is exclusively His. For instance, Allah said,
قُلِ ادْعُواْ اللَّهَ أَوِ ادْعُواْ الرَّحْمَـنَ أَيًّا مَّا تَدْعُواْ فَلَهُ الاٌّسْمَآءَ الْحُسْنَى
(Say (O Muhammad ): “Invoke Allah or invoke Ar-Rahman (Allah), by whatever name you invoke Him (it is the same), for to Him belong the Best Names) (17:110),) and,
وَاسْئلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رُّسُلِنَآ أَجَعَلْنَا مِن دُونِ الرَّحْمَـنِ ءَالِهَةً يُعْبَدُونَ
(And ask (O Muhammad ) those of Our Messengers whom We sent before you: “Did We ever appoint alihah (gods) to be worshipped besides Ar-Rahman (Most Gracious, Allah)”) (43:45). Further, when Musaylimah the Liar called himself the Rahman of Yamamah, Allah made him known by the name `Liar’ and exposed him. Hence, whenever Musaylimah is mentioned, he is described as `the Liar’. He became an example for lying among the residents of the cities and villages and the residents of the deserts, the bedouins. Therefore, Allah first mentioned His Name – Allah – that is exclusively His and described this Name by Ar-Rahman, which no one else is allowed to use, just as Allah said,
قُلِ ادْعُواْ اللَّهَ أَوِ ادْعُواْ الرَّحْمَـنَ أَيًّا مَّا تَدْعُواْ فَلَهُ الاٌّسْمَآءَ الْحُسْنَى
(Say (O Muhammad ): “Invoke Allah or invoke Ar-Rahman (Allah), by whatever name you invoke Him (it is the same), for to Him belong the Best Names.”) (17:110) Only Musaylimah and those who followed his misguided ways described Musaylimah by Ar-Rahman. As for Allah’s Name Ar-Rahim, Allah has described others by it. For instance, Allah said,
لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
(Verily, there has come unto you a Messenger (Muhammad ) from amongst yourselves (i.e. whom you know well). It grieves him that you should receive any injury or difficulty. He (Muhammad ) is anxious over you (to be rightly guided) for the believers (he is) kind (full of pity), and Rahim (merciful)) (9:128). Allah has also described some of His creation using some of His other Names. For instance, Allah said,
إِنَّا خَلَقْنَا الإِنسَـنَ مِن نُّطْفَةٍ أَمْشَاجٍ نَّبْتَلِيهِ فَجَعَلْنَـهُ سَمِيعاً بَصِيراً
(Verily, We have created man from Nutfah (drops) of mixed semen (sexual discharge of man and woman), in order to try him, so We made him hearer (Sami`) and seer (Basir) (76:2). In conclusion, there are several of Allah’s Names that are used as names for others besides Allah. Further, some of Allah’s Names are exclusive for Allah alone, such as Allah, Ar-Rahman, Al-Khaliq (the Creator), Ar-Raziq (the Sustainer), and so forth. Hence, Allah started the Tasmiyah (meaning, `In the Name of Allah, Most Gracious Most Merciful’) with His Name, Allah, and described Himself as Ar-Rahman, (Most Gracious) which is softer and more general than Ar-Rahim. The most honorable Names are mentioned first, just as Allah did here. A Hadith narrated by Umm Salamah stated that the recitation of the Messenger of Allah was slow and clear, letter by letter,
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ – الْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَـلَمِينَ – الرَّحْمَـنِ الرَّحِيمِ – مَـلِكِ يَوْمِ الدِّينِ
(In the Name of Allah, the Most Gracious, the Most Merciful. All the praises and thanks be to Allah, the Lord of all that exists. The Most Gracious, the Most Merciful. The Owner of the Day of Recompense) (1:1-4). And this is how a group of scholars recite it. Others connected the recitation of the Tasmiyah to Al-Hamd.

17 hours agoOde Abdurrachman
ini masih menurut Ibnu Kathir…..belum tafsir yang laen….masa belum paham atau pura-pura tidak paham??

16 hours agoAnak Muda itu
Yg bpk tulis semua ini saya tdk mengerti, mksdx apa pa? Apakah saya pernah katakan saya bs menafsirkan alquran? Saya kira bpk ni kbnykn copy paste. Sblmx saya jwb pertanyaan bpk? Surat Al’Ashr tdk 1-4. Melainkan 1-3. Jd saya mau jwb saya bingung. Yg di mksd yg mna, saya hax memberi saran pa, jgn terlalu copy paste. Jelas saya belajar dri Alquran keluaran kementrian Agama. saya mau kuliah di mata kul bpk, tp sy sibuk. Soalx sy sdh wisuda pa dr 2009. Kementrian mengeluarkan Alquran jg krn sdh ada persetujuan dri negri” Arab. Bpk punya pertanyaan Ar rahman, Ar rahim… Tentang fatiha? Saya bs terangkan seluruhnya buat bpk sampai fatiha berp ayat, di turunkan untk beberapa nabi dan syriatx apa, tharekatx apa dan hakikatx apa? Saya bs jelaskan itu semua 1/1. Saya tls semua ini dri Hp sy tdk sama bpk yg mengambil ilmu” copian. Tak ada manfaat. Tp kalo mau saya berikan jwb itu, bpk hrs yg mencari aku atau guru ! Ku berikan bpk sedikit dri fatiha, ar rahman ( laki-laki) ar rahim (wanita) antara” ayah & ibu “. Mgkn diskusi bpk sma sy smpai di sni. Krn saya tdk suka berdebat atau mengatakan bpk itu bettul atau saya itu betul? Semua dri keyakinan Nafsi-nafsi ajalah. Wassalam….

8 hours agoOde Abdurrachman
alhamdulillah……terang benderang,…..faktanya .anda tidak punya kompetensi untuk menafsirkan qur’an, anak muda….ilmu kamu harus ditambah, jangan mendongeng…..kesalahan saya yg menyebut al ashr 4 ayat, harusnya 3 ayat itu kekeliruan saya.sbg manusia…..itupun tidak diterangkan k saya apa maksudnya…. itu memang copy paste dari sumber aslinya tafsir ibnu kathir…bukan tambahan atau yg ditambahkn oleh saya. saya hanya ajukan contoh tafsir…..tapi rupanya anda bertahan dengan al qur’an terjemahan depag/kemenag, malah menafsir ayat sesuai hawa nafsu, dengan mengatakan laki-laki dan perempuan…., apa ini yg diajarkan guru-gurumu dahulu?…kuliah di kelas sya tdk mengenal usia, dr yg muda sampe yg kakek2, ada….datang dan buktikan sendiri…sungguh potensi anda untuk menyimpang dari islam cukup besar..segera kumpul dengan orang sholeh dan perbaiki ilmu keislaman kamu, profesi saya sebagai pengajar hanya bisa menyampaikan mana yg hak dan mana yg bathil. jika anda benar dalm diskusi ini tunjukan buktinya….saya berdo’a moga anda bisa menemukan jati diri sbg muslim sejati, yg paham ilmu dan tidak mendongeng…..saya tunggu kpn saja untuk berdiskusi tapi harus ajukan bukti dan harus di kampus, sementara tdk melayani diskusi jalanan., karena bnyk yg udah salah masih ngotot sprt ini….pesan terakhir, jaga diri dan keluargamu dari siksa neraka…jazaakum kharan katsiran…

6 hours agoAnak Muda itu
Buat apa saya mau mencari bpk yg tak mempunyai ilmu apa”? Bpk kalau ibarat pohon, daun juga tak pantas untuk bpk. Bpk tax kpd guru bpk, bc di buku bpk atau ulama yg bpk sering bertanya? Arti dri basmalah, Alfatihah apa thariqatx n hakikatx. Kalau tau saya pangil bpk guru besar saya. Dan saya akan ikut ajaran bpk. Yg pantas lindungi diri dan keluarga dri siksa api neraka itu bpk. Islam akan terpicah menjadi 73 golongan. Hanya 1 saja yg di terima. Yg mengikuti quran dan sunnah rasul. Krna Alquran lgsng dr Allah sdngkan yg bpk pelajari itu dr org” yg berlogika. Hmmmmmm….susah katakan ilmu yg betul kpd org” yg sdh di penuhi setan di dlmx.

4 hours agoOde Abdurrachman
ASTAGFIRULLAH HUL AZIM…..kamu ini diberi makan apa sampai menghina tafsir dan para mufassir…kasihan sekali orang tuamu, rupanya orang tua mu salah mendidikmu anak muda, sehingga tidak memperhitungkan tafsir yang saya ajukan, akan jadi apa anak-anakmu nanti jika benar kamu ini muslim dan masih berpikiran sempit……….sekali lagi tafsir ada itu untuk menjelaskan setiap surah al qur’an…untuk dikaji, dan anda tidak paham….kamu tahu apa tentang tarikah dan hakikat ?….bukankan itu tidak ada dalam alqur’an yang anda bela dan pelajari,? yang ada itu ketika kamu membaca tafsir dan hadith? (coba baca Ihya ulumuddin karya Imam Ghazali, atau Tahaffut-tahaffut, dan tahaffut al falasifah) baru ngomong tentang bab ini,..yang jelas Imam Ghazali tidak menyaratkan belajar terkat dan hakekat tanpa pondasi syariat, nah syariat saja anda langgar, qur’an tidak dibaca tuntas…..bagaimana anda tahu tentang terekat dan hakekat?…. rupanya kamu jarang baca…Al Qur’an surat Al-Alaq saja bilang “BACA-BACA dan BACA bukan.. dengar-dengar atau dongeng, makanya baca dulu baru ngomong…bukan semau mulutmu saja berkomat kamit kayak dukun….dari sini keliatan kalau ilmu kamu sepotong-sepotong anak muda, …………………………………………………………………………………………tentang hadits itu lengkapnya begini… : “Dari Abu Amir Abdullah bin Luhai, dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan Radhiallahu’anhu, bahwasanya ia pernah berdiri di hadapan kami, lalu ia berkata : Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah Shalallahu’alaihiwasalam pernah berdiri di hadapan kami, kemudian beliau bersabda : Ketahuilah sesungguhnya orang-orang sebelum kami dari ahli kitab terpecah menjadi 72 golongan, dan sesungguhnya umat ini akan terpecah menjadi 73 golongan. Adapun yang tujuh puluh dua akan masuk neraka dan satu golongan akan masuk surga, yaitu “Al-Jama’ah”
(Imam Ahmad dalam Musnadnya 4 : 102 ,Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata : Hadits ini Shahih Masyhur .)”al-jamaah”, yaitu ahlus sunnah wal jama’ah.” (bukan satu golongan) maka golongan yang benar adalah ahlus sunnah wal jama’ah, yaitu golongan yang mengikuti jalannya Nabi Muhammad & para sahabatnya. maksudnya : yaitu mengikuti Al Qur-an, hadits2 shahih & pemahaman para sahabat. untuk mendalami tafsir tidak ditelan mentah-mentah seperti ini juga, pelajari ilmu hadth,,,,asbabul urud, sebab-sebab turunnya hadits, matn, sanad dan rawinya…dll..
jika ‘ale’ muslim, maka cukuplah mengikuti Al Qur-an, hadits2 shahih & pemahaman para sahabat, bukan atas pemahaman sendiri……………………….anda mau bilang anda tergolong golongan yang benar?, tidak mungkin..karena anda membantah tafsir dan hanya belajar dari al qur’an dan terjemahannya….tapi semoga dosa kamu diampuni, jika cepat sadar…. karena, kalau anda memahaminya sendiri, maka anda bisa tersesat seperti halnya para teroris yang mengaku muslim. tapi sering menuduh dan menilai orang atas pemahaman yang dangkal………………………..barusan ‘beta’ kutip tafsir ibnu kathir tentang pengertian bismillah dalam pandangan mufassir anda tak paham juga, makanya saran ‘beta’ tambah lagi ilmu ‘ale’ dan belajar dulu kalau dah cukup ilmu baru tuduh sana-sini. …….jangan menegakkan benang yang basah, saya selalu mengutip pandangan para ulama ‘asli’ anda hanya berdasar pengetahuan sempit dan taqlid buta….dan tidak satupun yang bisa dijelaskan dari referensi mana? saya ingat pembelaan ini banyak terjadi pada orang-orang muslim pinggiran yang dangkal ilmunya lalu coba menebak-nebak arti dari keilmuan yang terbatas, dan jika diberi peringatan masih ngotot…Al Baqarah sejak 1433 tahun yang lalu telah memperingatkan sifat seperti ini ada pada orang kafir, yang diberi peringatan atau tidak sama saja, karena mata, hati dan pendengaran mereka ditutup oleh Allah. (Q.S. 2: 6-7) atau jika bukan orang yang punya sifat ini termasuk orang munafik (QS. 2 : 8-20) karena mereka sedang ‘tidak sadar’ dengan perbuatan, mengaku beriman tapi menghina orang lain yang beriman, apalagi para mufassir yang melahirkan syarah keilmuann tafsir …..sekali lagi saya tidak gila gelar…..tugas saya hanya menjelaskan, hidayah dari Allah…semoga kamu diampuni….

3 hours ago Anak Muda itu
Dosa yg pertama aja tak sangup menjawab, mau ktakn lebih. Hehehehehehe,,,, ada” aja. Semoga bpk tdk sesat dalam memuntut Ilmu……… Saya seseorang yg menyarankan, bkn memaksa. Wasalam,,,

15 minutes agoOde Abdurrachman
??
========================================
Dialog ini ditampilkan tidak ingin menyudutkan anak muda itu, saya hanya ingin berpesan bahwa kebanyakan anak muda seperti ini selalu menggebu-gebu ketika berpendapat dan berbicara tanpa ilmu yang cukup dan pengetahuan yang tidak pasti, istilah saya ‘dongeng’ atau viksi berdasarkan katanya-katanya dan katanya………..Dialog itu sepenuhnya tidak tersusun dengan rapi karena ditulis dalam ruang inbox FB, dan ditampilkan apa adanya, jika ada waktu akan disusun lebih bagus lagi…..
===========================================================

35 Responses to Koreksi Kandungan Al-Qur’an

  1. Berkunjung menjalin relasi dan mencari ilmu yang bermanfaat. Sukses yach ^_^ Salam dari teamronggolawe.com

  2. educrazy says:

    bagus-bagus baru tau ane.. kunjungan balik

  3. berarti..430 ayat tersebut..bs di katakan tersurat atau tersimpan??
    masuk akal jg penjelaan dri bapak..
    hanya saja , saya blum puas dgn penjelasan dari bapak,,
    trus kalau memang hanya ada ayat 6236 ayat..kenapa harus bisa di katakan kalau al qur’an berisi 6666 ayat?? kenapa tidak di katakan bahwa al qur’an sebenarnya hanya berisi 6236 ayat?
    pola pikir dari masing2 orang kan berbeda2,,??

    mungkin itu saja yg bs saya sampaikan..
    saya dari kelompok 7..yg beranggota : hairani marasabessy. fazrul m wael. sahabudin bugis. mahrus fatilouw.
    terima kasih ..

  4. ABDULLAH MARASABESSY says:

    satu pengetahuan baru lagi untuk saya karne dibalik angka 430 ketika menggunakan metodelogi numerik alQur,an akan menemukan makna yang luar biasa dan dapat disimpulkan bahwa disetiap ayat,surat di dalam al Qur’an tersimpan makna-makna yang ketika kita mempelajarinya dengan sungguh2 InsyaAllah kita akan mengetahuinya……

    ABDULLAH MARASABESSY
    YAMIN TANGEL
    PARIT AL HAMID
    {PAK MAAF LUPA NAMA YANG LAIN)

  5. saya agak bingung dengan pernyataan di atas yg bp jelaskan .
    dan memp
    eertanyakan bahwa sebenarnya apa pengaruh semua angka2 terhada0p isi alQuran….bisa di katakan 430 ayat itu tersirat di dalam alquran namun kita saja sebagai manusia tidak mampu melihat ,dan mengkaji isi alQuran yang tersirat bukan tersimpan ….klw ad sesuatu yg terkait dengan angka alQuran tersebut yg di katakan para ulama berjulah 6666 ayat itu hanya tulisan semata siapa saja bisa .menulis seperti itu secara logika . pemahaman orang sja berbeda- beda .- yg mnjadi pertanyaan saya, apakah kita harus ikuti apa yg suda di cetuskan para ulama dalam artian percaya ataukah kita berpatokan kepada jumlah yg ada yg kita ketahui sekarang ….mungkin itu saja

    saya atas nma :
    fadila wailissa
    Aris monanndar ena
    arif rumbow
    syahrul sangadji
    handrima lakapota
    disman wagola

    ..

    .

  6. Itha Chailand Naya says:

    Saya setuju dengan apa yang di jelaskan sama bapak,karena saya sendiri telah membuktikannya yakni telah menghitung dengan teliti ternyata jumlah ayat yang terdapat pada Al-Quran hanya berjumlah 6236 ayat.Adapun para ulama ada yang mengatakan bahwa ayat yang terdapat di dalam Al-Quran itu kurang dari 6236 ayat,Mungkin saja ada kekeliruan dalam menghitung seperti mereka menggabungkan 1 ayat menjadi 2 ayat,namun hal itu tidak mempengaruhi apa yang terdapat di dalam Al-quran.Karena di dalam Al-quran itu tidak ada keraguan dan isinya tidak pernah hilang serta tidak pernah berubah.
    tetapi saya itu masi ragu dengan apa yang di jelaskan mengenai 430 tadi.soalnya itu kan Cuma angka. 430 bukan ayat?
    kenapa harus di samakan sama ayat ?Dan kenapa harus di kaitkan juga sama surat?
    ya,kita kan tau bahwa Nabi Muhammad adalah suri tauladan yang baik bagi seluruh umat.
    saya dari kelompok 2:
    Nurlita Tuanaya,Iswandi Gunur,Aca Mardian,Asmawati Rosonrey,Hilda Wakang,Anita Silawane

  7. Dahlan says:

    Dari sepengetahuan kami bahwa Al-qur’an memiliki 6666 ayat.
    Namun setelah kami mengkaji (menghitung) jumlah ayat yang ada dalm Al-qur’an ternyata berjumlah 6236 ayat.
    Kami juga belum bisa mengatakan bahwa para ulama itu salah,sebap mungkin mereka suda lebih dlm mengkaji Al-qur’an tersebut dibanding dgn kami yang masih dlm tahap pembelajaran.

    Koment Anak B II
    Nama : Dahlan
    Amir
    Risman
    Fahri
    Jito
    Duman
    Sofyan

  8. Fadilla says:

    MENGHITUNG AL-QURAN SECARA MANUAL
    Kami mahasiswa Fakultas Perikanan, UNIDAR Ambon telah menghitung secara manual jumlah ayat yang terdapat didalam Al-Qur’an. Kita ingin membuktikan apakah benar ayat Al-Qur’an memiliki 6666 ayat atau lebih atau malah jumlah sebenarnya kurang dari angka 6666 tersebut.
    • DAFTAR SURAT BESERTA JUMLAH AYAT
    NO. NAMA SURAT JUMLAH AYAT NO. NAMA SURAT JUMLAH AYAT
    1 Al-Fatihah 7 ayat 34 Saba’ 54 ayat
    2 Al-Baqarah 286 ayat 35 Fatir 45 ayat
    3 Al-Imran 200 ayat 36 Yasin 83 ayat
    4 An-Nisa 176 ayat 37 As-Saffat 182 ayat
    5 Al-Maidah 120 ayat 38 Sad 88 ayat
    6 Al- An’am 165 ayat 39 Az-Zumar 75 ayat
    7 Al-A’raf 206 ayat 40 Gafir 85 ayat
    8 Al-Anfal 75 ayat 41 Fussilat 54 ayat
    9 At-Taubah 129 ayat 42 Asy-Syura 53 ayat
    10 Yunus 109 ayat 43 Az-Zukhruf 89 ayat
    11 Hud 123 ayat 44 Ad-Dukhan 59 ayat
    12 Yusuf 111 ayat 45 Al-Jasiyah 37 ayat
    13 Ar-Rad 43 ayat 46 Al-Ahqaf 35 ayat
    14 Ibrahim 52 ayat 47 Muhammad 38 ayat
    15 Al-Hijr 99 ayat 48 Al-Fath 29 ayat
    16 An-Nahl 128 ayat 49 Al-Hujurat 18 ayat
    17 Al-Isra 111 ayat 50 Qaf 45 ayat
    18 Al-Kahf 110 ayat 51 Az-Zariyat 60 ayat
    19 Maryam 98 ayat 52 At-Tur 49 ayat
    20 Taha 135 ayat 53 An-Najm 62 ayat
    21 Al-Anbiya 112 ayat 54 Al-Qamar 55 ayat
    22 Al-Hajj 78 ayat 55 Ar-Rahman 78 ayat
    23 Al-Mu’minun 118 ayat 56 Al-Waqi’ah 96 ayat
    24 An-Nur 64 ayat 57 Al-Hadid 29 ayat
    25 Al-Furqan 77 ayat 58 Al-Mujadalah 22 ayat
    26 Asy-Syu’ara 227 ayat 59 Al-Hasyr 24 ayat
    27 An-Naml 93 ayat 60 Al-Mumtahanah 13 ayat
    28 Al_Qasas 88 ayat 61 As-Saff 14 ayat
    29 Al-Ankabut 69 ayat 62 Al-Jumuah 11 ayat
    30 Ar-Rum 60 ayat 63 Al-Munafiqun 11 ayat
    31 Luqman 34 ayat 64 At-Tagabun 18 ayat
    32 As-Sajdah 30 ayat 65 At-Talaq 12 ayat
    33 Al-Ahzab 73 ayat 66 At-Tahrim 12 ayat

    NO. NAMA SURAT JUMLAH AYAT NO. NAMA SURAT JUMLAH AYAT
    67 Al-Mulk 30 ayat 91 Asy-Syams 15 ayat
    68 Al-Qalam 52 ayat 92 Al-Lail 21ayat
    69 Al-Haqqah 52 ayat 93 Ad-Duha 11 ayat
    70 Al-Ma’arij 44 ayat 94 Asy-Syarh 8 ayat
    71 Nuh 28 ayat 95 At-Tin 8 ayat
    72 Al-Jinn 28 ayat 96 Al-Alaq 19 ayat
    73 Al-Muzzammil 20 ayat 97 Al-Qadr 5 ayat
    74 Al-Muddassir 56 ayat 98 Al-Bayyinah 8 ayat
    75 Al-Qiyamah 40 ayat 99 Az-Zalzalah 8 ayat
    76 Al-Insan 31 ayat 100 Al-Adiyat 11 ayat
    77 Al-Mursalat 50 ayat 101 Al-Qari’ah 11 ayat
    78 An-Naba 40 ayat 102 At-Takasur 8 ayat
    79 An-Nazi’at 46 ayat 103 Al-Humazah 9 ayat
    80 ‘Abasa 42 ayat 104 Al-Fil 5 ayat
    81 At-Takwir 29 ayat 105 Al-‘Asr 3 ayat
    82 Al-Infitar 19 ayat 106 Quraisy 4 ayat
    83 Al-Mutaffifin 36 ayat 107 Al-Ma’un 7 ayat
    84 Al-Insyiqaq 25 ayat 108 Al-Kausar 3 ayat
    85 Al-Buruj 22 ayat 109 Al-Kafirun 6 ayat
    86 At-Tariq 17 ayat 110 An-Nasr 3 ayat
    87 Al-A’la 19 ayat 111 Al-Lahab 5 ayat
    88 Al-Gasyiyah 26 ayat 112 Al-Ikhlas 4 ayat
    89 Al-Fajr 30 ayat 113 Al-Falaq 5 ayat
    90 Al-Balad 20 ayat 114 An-Nas 6 ayat
    TOTAL 6236 ayat

    Dari table diatas kami mendapatkan hasil “ayat Al-Qur’an” berjumlah “6236 ayat”, sangat jauh sekali dari kisaran angka 6666.
    Semoga langkah kami bisa dibuktikan oleh para pembaca yang ingin membuktikannya sendiri. Apabila ada kesalahan angka dari hasil perhitungan kami mohon dimaklumi, kami hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf dan Maha Benar hanya milik Allah SWT.

    Created : Mahasiswa Fak. Perikanan (MSP), UNIDAR Ambon (kampus B)
     Fadilla
     Hizran Sampalu, dan
     Wahid Litiloly

    Ambon,26 April 2012

  9. اللهبِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

    Ass…..

    kelompok 2

    Nama : Ismail Silayar
    Fakultas : Teknik (Industri)

    Mf pak Bila ada kata bahasa yang tidak enak di dengar Terlebih dahulu saya mohon maf pak

    Saya tidak setujuh dengan apa yang bapak katakan seperti mengatakan bahwa Ulama-ulama palsu saya tidak setujuh dengan bahsa itu pak

    Mengapa Sebagai Kaum Awam dan sebagai warga masyarak negara indonesia yang banyaknya penduduk memeluk agama Islam kita harus bersyukur, berterimakasih terhadap ulama-ulama karna mereka-merekalah yang datang ke indonesia untuk meneyempuranakan agama islam dan mengajar kita tentang islam sehingga sampai detik ini saya masi bernapas secara islam.

    Bilamana pak katakan bahwa ustad, kiai, guru itu palsu saya masi bisa mempertimbang kebenaranya untuk saya mempercai bahsa tersebut tapi pak mengatakan ulama-ulama itu palsu dengan berat hati saya tidak bisa menerimnya

    Memang benar yang pak katakan Al-Qura’an 6236 ayat bukan 6666 ayat dan saya juga mencobah untuk menghitungnya tetapi mendapatkan hasil yang sama dengan hitungan bapak 6236 ayat bukan 6666 ayat hal ini benar Dan masuk Logika.

    Menurut saya ini bukan kesalahan untuk mengatakan si A salah dan si B benar dalam hal ini dikatakan Al-Qura’n hanya terdapat 6232 ayat bukan 6666 ayat tetapi ini bukan kesalahan ini adalah cara untuk membuat kita banyak-banyaklah belajar dan mencari kekuragan-kekurangan tersebut terutama kekurangan yang ada dalam diri kita pribadi sebelum kita mengatakan orang lain salah.

    Contoh :

    1. jika kita ingin makan nasi ayam bakar, harga nasi ayam bakar 15 ribu sedangkan uang kita hanya 10 ribu otomatis kita harus mencari 5 ribu untuk merncukupi 15 ribu tersebut demi memenuhi harga nasi ayam bakar yang kita inginkan.

    2. jika kita ingin memancing ikan di tengah laut terlebih dahulu kita harus mempersiapkan hal-hal yang hasus berkaitan dengan pemancingan tersebut sehingga keinginan kita bisa tercapai, tanpa persipan itu kita tidak bisa memenuhi keinginan kita untuk memancing oleh karna itu kita harus berbanyak-banyaklah untuk mencari.

    Seperti ada pepatah mengatakan Hidup adalah Tujuan dan Impian
    Mengapa..? Karna kita harus berusaha bekerja keras dan banyak-banyaklah mencari Demi menggapainya tujuan dan Impin kita.

    Jika kita mempelajari Ilmu Agama yang selalu kita Cernah dengan logika menurut saya hal itu sulit dan sangat sulit.
    Mengapa..?
    Seperti didalam Al-Qura’an mengatakan dan menceritakan kisah-kisah para nabi

    Contoh :

    1. Nabi Musa As adalah nabi yang bisa membelah laut merah
    2. Nabi Daud As adalah nabi yang punya kekuatan bisa mematahkan besi dengan taganya dan ia juga mempunyai suara yang merdu ketika beliau membaca Al-Qura’an pada saat itu juga pohon-pohon bersujud di hadapanya untuk mendengar dan henwan-hewan pun berkumpul untuk mendengar begitu juga dengaa daun-daun yang suda gugur pun bisa berkumpul untuk mendengar subhanallah betapah merduhnya suara nabi kita Daud As.
    3. Nabi Sulaiman As Adalah nabi yang bisa dapat berbicara dengan hewan.
    4. Nabi Iliyasah As dan Nabi Isa As adalah nabi yang bisa dapat menghidupkan orag mati.

    Dari beberapa Contoh kisa para nabi di atas maka saya simpulkan
    Bilamana kita belajar ilmu agama selalu kita cernah dengan mengunakan logika kita bisa gila dan stres untuk memikirkan hal-hal yang di lakukan para Nabi-nabi kita. Oleh karena itu saya percaya apa yang di sampaikan para ulama yang mengatakan bahwa Al-Qura’an berjumlah 6666 ayat memanglah benar bagi saya.

    Memang benar 430 sebagai suri tauladan dalam tingkah pola kita sehari-hari sebagai umat muslim dan paling benar suri tauladan kita semua orang muslim adalah nabi Muhammad saw.

    Jika angka 430 ayat di uraikan atau di dapat dari perhitungan mim,ha.mim, da ditambahkan dengan 6232 ayat akan menhgasilkan 6666 ayat tapi dalam Al-Qura’an terdapat juga seperti urain ayat seperti mim.ha.mim,da yaitu
    alif, lam,Ra terhitung 3 ayat bukan 1 ayat

    Mungkin Sampi disini penjelasan saya
    Kata mf kuucapkan untuk bapak bilamana ada bahasa yang tidak enak di dengar saya mohon mf pak.

    Wasalam…..

    • pakode says:

      Assalamualaikum Mahasiswaku….
      Jika ada Ulama Asli pasti ada yang Palsu, Jika ada Barang Asli pasti ada yang palsu…memang tidak enak didengar tapi itulah Islam, segala sesutu harus di uji, Tuhan saja ada yang asli ada yang palsu untuk tahu asli apa tidak haruskah Tuhan di uji? harus dong, kita tidak bisa menguji Tuhan tetapi membutuhkan yang namanya external efidance (bukti pendukung) kitab suci Al-Qur’an salah satu bukti pendukung itu, Bahwa ada Ulama Ahmadiyah…Palsu tuh, Bahwa ada Ulama Syi’ah..Palsu juga? ada yang menyamar jadi Ulama? ini yang paling Palsu..

      Citra Al-Qur’an dan segala Ilmu yang mengelilinginya tidak bebas kritik, tidak seperti dogma gereja yang anti kritik, melainkan ulumul qur’an bak ilmu Allah Swt, yang cukup luas untuk dibahas. bahkan bebas dibahas seluas mungkin, kecuali pada Makna Tafsiriyahnya, karena kita membutuhkan muafsir untuk membacanya…bukan sekedar bekal Al-Qur’an terjemah depag(kemenag)…..

      Sekali lagi anda sudah menghitung ayat al-qur’an bersama-sama dengan saya, kenapa masih tidak percaya bahwa ayat al Qur’an itu bukan 6666 ayat, jika anda masih percaya, anda yang termasuk taqlid buta, sekali lagi tidak ada satu pun alasan yang kuat untuk menerima bahwa al-qur’an 6666 ayat.

      Mengenai kenapa perhitungan itu berbeda?, Rasulullah ketika menyampaikan Qur’an kepada para sahabat disertai dengan hembusan nafas ketika membacanya, pada penggalan surat pertama Al-Baqarah misalnya, Alif-laam-raa, ada beberapa sahabat yang kemudian mentafsirkan itu sebagai satu ayat juga, begitupun seterusnya. tetapi yang ingin saya katakan bahwa dengan temuan 6236 ayat seperti yang pernah kita bahas sesungguhnya bukan berarti bahwa ayat al-qur’an itu ada yang kurang, karena setelah dicek, hanya perhitungan saja yang berselisih, tetapi ayatnya masih sama…dan dari segi perhitungan ayat, sangat tidak sakral dan merendahkan al-qur’an itu sendiri sebagai kitab suci yang sangat terjaga oleh Allah dan ummat Islam.

      inti dari semua ini adalah bagi kita pelajar dan mahasiswa Muslim harus sering mengkaji dan tidak taqlid percaya begitu saja (menerima apa adanya) sumber rujukan yang sering disampaikan para ulama. Dulu para penceramah sering juga mengatakan bahwa ada hadis Rasulullah bahwa Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina, setelah ditelusuri itu bukan langsung dari Rasulullah, dan bukan bagian dari Hadith Rasulullah alias hadis Palsu, sebab itu hanya pepatah Arab Biasa…namun memang maknanya sangat memotivasi kita untuk menuntut ilmu, tapi jika hal ini dibilang hadith ternyta bukan, sekali lagi bukan percaya begitu saja.Allahu A’laam….

      • Is Silayar says:

        اللهبِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم

        Assalamualaikum……

        Bila Pak mencontohkan ulama palsu yang berdasarkan dari Ahmadiyah dan Syi’ah menurut saya itu bukan ulama-ulama islam yang sebenarnya untuk di percaya dan di ikuti, karna Ahmadiyah bukan bagian daripada islam yang sesungguhnya. Ahmadiyah mempunyai aliran tersendiri dan pernah berkata Rasulullah SAW bukanlah suri tauladan untuk mereka. Begitu pula dengan Syi’ah mereka juga mempunyai aliran tersendiri dan tidak mentaati suri tauladan Rasulullah SAW tetapi mereka meninggikan Ali Bin Abi Thalib.

        Dalam Al-Qura’an menjelaskan bahwa suatu ketika islam akan terpecah menjadi 73 golongan dan islam yang sebenarnya adalah islam yang benar-benar berpegang kepada Al-Qura’an dan Al- Hadits, mencontohi suri tauladan Rasulullah SAW dan percaya bahwa tuhanya adalah Allah SWT. Oleh karena itu Ahmadiyah dan Syi’ah bukanlah ulama-ulama islam yang sebenarnya untuk di contohi karna mereka mempunya aliran-aliran tersediri dan mungkin meraka juga termasuk diantara terpecahnya islam menjadi 73 golonga tersebut.

        Kembali ke Al-Qura’an memang benar apa yang di katakan bapak itu benar jika kita selalu berpikir secara logika tapi saya akan slalu mempercayai bahwa jumlah ayat dalam Al-Qura’an itu mememang benar 6666 ayat karna dalam Al-Qura’an itu pasti ada ayat yang tersirat dan ada pula yang tidak tersirat. Meyangkut dengan perselisihan kurang lebihnya ayat Al-Qura’an bagi saya, saya tidak terlalu mempermasalakannya karna hal ini tidak bisa dipikirkan secara logika suda termasuk di dalam hal-hal yang gaib oleh karena itu saya sebagai kaum awan Alhamdulillah sekali lagi saya tidak terlalu mempermasalahkan perselisihan kurang lebihnya ayat Al-Qura’an cukup apa yang saya baca dalam Al-Qura’an dan saya bisa memahaminya itu suda cukup bagi saya karna Al-qura’an merupakan kitap yang paling mulia dimata Allah SWT bilamana saya meragukan Al-Qura’an otomatis saya juga meragukan Allah SWT. Pada Akhirnya saya tetap percaya bahwa Al-Qura’an 6666 ayat karana sekali lagi pasti ada ayat yang tersirat dan ada pula yang tidak tersirat. Jika saya selalu mempercayai Al-Qura’an itu jumlah 6666 ayat bapak mengatakan saya termasuk Taqlid buta oleh karena itu saya ingin bertanya pak

        Berapakah Jumlah huruf Al-Fatihah dan diturunkan keberapa nabi.?
        wasalam……..

      • pakode says:

        Is selayar…..dialog ini ruapanya terlewati….

        tentang ulama palsu….okelah saya contohkan, kenapa sering kita ‘agak tidak enak’ kalau ada ulama palsu, di tengah kita tuh banyak, di lingkungan kita banyak, misalnya…

        1. Ulama Joged…ulama yang paginya datang menikahkan anak orang dengan bacaan al qur’an, dan sholawatan mengagungkan Allah dan Rasulnya, dan malam harinya memberi tausiah di acara walimahtul ursy (pesta perkawinan), kemudian mengambil bagian dalam pesta perkawinan sebagai peserta joged dan melantai, atau minimal dia bilang begini, boleh joged saja asal jangan ‘kaco’ (kacau/rusuh), joged di lingkungan sini bukan seperti di tempat kebanyakan, disini boleh dempet-dempetan dengan anak perempuan orang yang bukan muhrim..dan .jawab ke saya ulama ini ada atau tidak?….ini saya sebut ‘ulama joged’

        2. Ulama Judi….yang bukan judi terang-terangan, ulama yang rillnya pimpinan partai atau pendukung partai, yang mengaku pimpinan umat, pimpinan partai tapi mempertaruhkan jagoannya dalam pemeilihan bupati/walikota, bergosip ria, menebak-nebak buah manggis, hayo siapa yang kamu jagokan, bertaruh atas nama demokrasi dan moralisai, menjagokan politik tapi plitik kotor, menyikut teman, menginjak siapa di atas siapa yang menghalalkan segala cara untuk kepentingannya, ulama judi ini biasanya sering mondar mandir kalau ada momen pemilihan umum (election), nanti tolong amati dan bantah teori saya…

        3. Ulama Pembohong, ini juga ulama palsu, ulama yang tidak siddiq, (jujur) fathonah (cerdas) , tablig (mampu komunikasi) amanah (dipercaya)….yang ini malah banyak lagi….jangan contoh besar, contoh kecil saja, banyak mengumbar janji, tapi tidak ditepati, dekat dengan kekuasaan (tapi pura2 menolong),…saya pernah melihat mereka di lingkungan dekat2 sini…gampang marah dan tidak sabar bahkan kalau marah dengan tiba2 tidak ditahan amarahnya dan sering mengeluarkan kata2 kotor apalagi mengancam untuk membunuh orang….Astagfirullah……tiga ciri ulama palsu ini ada dan hidup bersama-sama dengan orang muslim, kenapa anda mengingkarinya?………………………

        kesalahan kita dimasyarakat orang-orang ini diberi stempel ulama formal, dikarenakan pemahaman terhadap ulama terbatas, dan tidak ada sertivikasinya seperti sertivikasi guru atau dosen…disamping karena….
        a. Sebagian kaum muslimin ada yang meremehkan hak-hak ulama. Di sisi mereka, yang dinamakan ulama adalah orang yang pandai bersilat lidah dan memperindah perkataannya dengan cerita-cerita, syair-syair, atau ilmu-ilmu pelembut hati.
        b. Sebagian kaum muslimin menganggap ulama itu adalah orang yang mengerti realita hidup dan yang mendalaminya, orang-orang yang berani menentang pemerintah -meski tanpa petunjuk ilmu.
        c. Di antara mereka ada yang menganggap ulama adalah kutu buku, meskipun tidak memahami apa yang dikandungnya sebagaimana yang dipahami generasi salaf.
        d. Di antara mereka ada yang menganggap ulama adalah orang yang pindah dari satu tempat ke tempat lain dengan alasan mendakwahi manusia. Mereka mengatakan kita tidak butuh kepada kitab-kitab, kita butuh kepada da’i dan dakwah.
        e. Sebagian muslimin tidak bisa membedakan antara orang alim dengan pendongeng dan juru nasehat, serta antara penuntut ilmu dan ulama. Di sisi mereka, para pendongeng itu adalah ulama tempat bertanya dan menimba ilmu.

        Alhasil seharusnya ulama itu
        Di antara ciri-ciri ulama adalah:
        1. Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan: “Mereka adalah orang-orang yang tidak menginginkan kedudukan, dan membenci segala bentuk pujian serta tidak menyombongkan diri atas seorang pun.” Al-Hasan mengatakan: “Orang faqih adalah orang yang zuhud terhadap dunia dan cinta kepada akhirat, bashirah (berilmu) tentang agamanya dan senantiasa dalam beribadah kepada Rabbnya.” Dalam riwayat lain: “Orang yang tidak hasad kepada seorang pun yang berada di atasnya dan tidak menghinakan orang yang ada di bawahnya dan tidak mengambil upah sedikitpun dalam menyampaikan ilmu Allah.” (Al-Khithabul Minbariyyah, 1/177)

        2. Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan: “Mereka adalah orang yang tidak mengaku-aku berilmu, tidak bangga dengan ilmunya atas seorang pun, dan tidak serampangan menghukumi orang yang jahil sebagai orang yang menyelisihi As-Sunnah.”

        3. Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan: “Mereka adalah orang yang berburuk sangka kepada diri mereka sendiri dan berbaik sangka kepada ulama salaf. Dan mereka mengakui ulama-ulama pendahulu mereka serta mengakui bahwa mereka tidak akan sampai mencapai derajat mereka atau mendekatinya.”

        4. Mereka berpendapat bahwa kebenaran dan hidayah ada dalam mengikuti apa-apa yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
        وَيَرَى الَّذِيْنَ أُوْتُوْا الْعِلْمَ الَّذِي أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ هُوَ الْحَقَّ وَيَهْدِي إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِ
        “Dan orang-orang yang diberikan ilmu memandang bahwa apa yang telah diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Rabbmu adalah kebenaran dan akan membimbing kepada jalan Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Terpuji.” (Saba: 6)

        5. Mereka adalah orang yang paling memahami segala bentuk permisalan yang dibuat Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al Qur’an, bahkan apa yang dimaukan oleh Allah dan Rasul-Nya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
        وَتِلْكَ اْلأَمْثاَلُ نَضْرِبُهاَ لِلنَّاسِ وَماَ يَعْقِلُهاَ إِلاَّ الْعاَلِمُوْنَ
        “Demikianlah permisalan-permisalan yang dibuat oleh Allah bagi manusia dan tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” (Al-’Ankabut: 43)

        6. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keahlian melakukan istinbath(mengambil hukum) dan memahaminya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
        وَإِذَا جآءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ اْلأَمْنِ أَوْ الْخَوْفِ أَذَاعُوْا بِهِ وَلَوْ رَدُّوْهُ إِلَى الرَّسُوْلِ وَإِلَى أُولِي اْلأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِيْنَ يَسْتَنْبِطُوْنًهُ مِنْهُمْ وَلَوْ لاَ فَضْلَ اللهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لاَتَّبَعْتُمُ الشَّيْطاَنَ إِلاَّ قَلِيْلاً
        “Apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Kalau mereka menyerahkan kepada rasul dan ulil amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang mampu mengambil hukum (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (rasul dan ulil amri). Kalau tidak dengan karunia dan rahmat dari Allah kepada kalian, tentulah kalian mengikuti syaithan kecuali sedikit saja.” (An-Nisa: 83)

        7. Mereka adalah orang-orang yang tunduk dan khusyu’ dalam merealisasikan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
        قُلْ آمَنُوا بِهِ أَوْ لاَ تُؤْمِنُوا إِنَّ الَّذِيْنَ أَوْتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذِا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّوْنَ لِلأًذْقاَنِ سُجَّدًا. وَيَقُوْلُوْنَ سُبْحاَنَ رَبِّناَ إِنْ كاَنَ وَعْدُ رَبِّناَ لَمَفْعُوْلاً. وَيَخِرُّوْنَ لِلأَذْقاَنِ يَبْكُوْنَ وَيَزِيْدُهُمْ خُشُوْعاً
        “Katakanlah: ‘Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Qur’an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud, dan mereka berkata: “Maha Suci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi”. Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (Al-Isra: 107-109) [Mu’amalatul ‘Ulama karya Asy-Syaikh Muhammad bin ‘Umar bin Salim Bazmul, Wujub Al-Irtibath bil ‘Ulama karya Asy-Syaikh Hasan bin Qasim Ar-Rimi]

        Inilah beberapa sifat ulama ASLI yang. Dengan semua ini, jelaslah orang yang berpura-pura berpenampilan ulama dan berbaju dengan pakaian mereka padahal tidak pantas memakainya. Semua ini membeberkan hakikat ulama ahlul bid’ah yang istilah saya ulama PALSU…

  10. Imam Ali says:

    6666, mungkin termaksud angka dari aliran satanis

  11. Aslamia Talaohu says:

    Aslamia Talaohu
    Ruang B3
    FAk : Perikakan
    Univ : Darussalam

    Assalammu’alaikum…..

    Bapak Ode Abdurrahman yang selalu di rahmati Allah (amiyn)
    Saya sangat senang atas penjelasan bapak yang sangat rinci tentang jumlah ayat yang terkandung di dalam Al-qur’an,,,sehingga menambah satu ilmu pengetahuan buat saya… :)
    memang pendapat bapak cukup kuat landasannya…..

    tapi menurut saya masalah ini jangan terlalu di permasahkan…karna akan membuat bingung umat Islam yang masih awam ….sehingga akan mudah untuk orang lain yang tidak senang akan agama islam,sehingga dapat mengadu domba tentang perselisihan jumlah ayat suci al-qur’an tersebut,,kepada umat islam yang masih awam ilmu pengetahuan agama nya.

    sebelumnya saya minta maaf yang sebesar-besarnya….
    karena kebenaran yang hakiki hanya milik Allah SWT…

    “JazaqumuLlah Khairan Khatsier”

    • pakode says:

      Inna Nahnu Nazzalnaa zikra, wa innalahu lahafizuun….

      bukan baru sekarang orang tidak senang dengan Islam dan Al-Qur’an, sudah sejak pertama Islam turun sudah menjadi perdebatan seru tentang ilmu Allah yang luas dalam kitab suci yang terpelihara ini, tugas ummat Islam dan kita adalah tidak sekedar mengetahui saja, tetapi mengetahui dan mengantisipasinya…

  12. Dahlan says:

    Dari hasil wawancara tertkait pemahaman kandungan al-Qur’an dan bacaan, telah diketahui bahwa tidak semua mahasiswa UNIDAR bisa memahami dan memebaca Al-Qur’an dengan baik.
    Yang sangat disayangkan UNIDAR adalah salah satu UNIFERSITAS islam, namun Islam itu hAnyalah sEbagai simbol bagi mahasiswa, sebap menjalankan salah satu perintah dalam islam yaitu membaca dan memahami isi Al-Qur’an.

    kelas BII :
    Nama : Dahlan Rasyid
    : Duman Waly
    : Risman Kastella
    : La Ajito

  13. Imam Ali says:

    pak ode ,
    al’qur’an mempunyai banyak mukzizat tetapi kok orang eropa yang banyak menemukan penemuan besar bagi umat manusia, bukannya orang yang mengimani al’qur’an ??????!!!!!

  14. pakode says:

    imam ali, orang eropa yang mana di jaman ke brapa yang menemukan penemuan besar, Avi cena (Ibn Sina), Al Khidni, Al Farabi, dan ratusan filosof ini yang banyak menulis tentang ilmu pengetahuan terbarukan ketika eropa dalam kegelapan, merekalah yang banyak mencuri keilmuan islam di abad ke 7 hingga kini, peradaban Islam-lah (di Andalusia) yang membuka mata dunia akan fungsi akal dan logika hingga ‘eropa’keluar dari dogma agama, dan membebaskan pikiran mereka untuk renaisance…

  15. Salmin Alkatiri says:

    Nama : salmin Alkatiri
    Fakults : Taknik
    Prodi : Teknik Industri
    Semestr : II

    Assalamualaikum pa ………….

    Ingfag.

    1. alasan : karna saya tidak memiliki uwan, atau benda yang berharga makanya aku memberikan jam tangan ku.
    2. tujuan : muda-mudahan pemberianku itu bisa bermanfaat, bagi si penerima.
    3. filosofi/maknanya : sebuah pemberian itu, tidak di ukur dari nilainya. tetapi dari niatnya.

    • muslim titawael says:

      Nama : Muslim Titawael
      Fakultas : Teknik
      Prodi : Industri
      Semester : II

      assalamualikum pa……….

      Ingfag
      1. alasan : agar barang yang saya berikan dapat berguna untuk si penerima.
      2. tujuan : karna saya yakin, apa yang saya ingfagkan ini sanagn bergubna bagi si penerima. karna yang saya ingfagkan adalah sebuah HP.
      3. filosofi : karna HP itu dapat dia lakukan menanyakan keadaan kerabat,teman, saudaranya yang jauh.

  16. Salmin Alkatiri says:

    Nama : Salmin alkatiri
    Fakultas: Teknik
    Prodi : teknik industri
    Semester : II
    Assalamualaikum pa………………
    ini tugas saya tentang Ingfak.
    1. alasa :
    karna saya tida punya uwang, atau benda yang beharga makanya saya memberian jam tanga saya.
    2. tujuan :
    muda-mudahan apa yang saya berikan bisa bermanfaat bagi si penerima. amiiiin……………
    3. filosofi / maknanya :
    sebuah pemberian itu tidak di ukur atau tida dilihat dari nilainya. tapi dilihat dari niat dan ke iklasannya.

  17. MELDA says:

    Nama : Melda
    Fakultas : Teknik
    Prodi : Teknik Industri
    Tugas : I

    Assalamualaikum Wr. Wb…..

    Perbedaan jumlah ayat dalam Al-Qur’an

    Bebicara tentang perbedaan jumlah ayat dalam Al-Qur’an alangkah baiknya kita mengetahui sejarah penulisan Al-Qur’an – Setiap kali Nabi Muhammad SAW, Menerima Ayat Al-Qur’an beliau mendiktekannya untuk dituliskan oleh sahabat-sahabat beliau yang berfungsi sebagai sekretaris. Mereka juga menuliskan ayat-ayat yang diajarkan oleh Nabi itu, bahkan banyak diantara mereka yang menghafalnya. Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Abu Bakar Ra, yang menjdi khalifah yang memerintahkan agar naskah-naskah yang didiktekan oleh nabi itu dikumpulkan dan dihimpun. Setiap naska diteliti dan diperiksa kebenarannya melalui saksi-saksi dihadapkan teksnya dengan hapalan para sahabat. Hasil karya dari masa Abu Bakar Ra, inilah yang diperbanyak pada masa Utsman Ra, serta tetap dihapal oleh ribuan kalau enggan dikatakan puluhan ribu umat islam. Al-Qur’an yang ditulis dan dihafal dewasa ini sama dengan apa yang ditulis dan di hafal dimasa dahulu. Sekirnya ada kekeliruan atau apalagi pemalsuan maka hafalan ribuan orang itu dapat menangkalnya.
    Nama-nama surah Al-Qur’an telah dikenal sejak zaman Nabi tidak jarang ada satu surah yang memiliki beberapa nama bahkan sebagian dari nama-nama itu bersumber dari Nabi sendiri, misalnya saja surah Al-Fatihah mempunyai beberapa nama lainnya yakni ; As-Sab, Al-Mutsani, Umm Al-Kitab, Asy-Syafi, Al-Kafi dan sebagainya. Demikian pulah surah Al-Mumin diberi nama lain denga ghafir atau surah Al-Isra denga Bani Isra’il.
    Memang ayat-ayat Al-Qur’an dizaman Nabi dan para sahabat belum ditulis dengan menggunakan baris atau dipilah dalam bentuk juz-juz. Penomorannyapun baru muncul jauh sesudah itu dan disini bisa timbul perbedaan akibat beberapa Faktor. Misalnya apakah Alif-Lam-Min itu merupakan satu ayat yang berdiri sendiri, ataukah bergabung dengan redaksi berikutnya ? jika ia berdiri sendiri maka redaksi berikutnya menjadi ayat kedua dan bila digabung maka angkanya menunjuk pada nomor satu. Faktor lainnya adalah cara membaca umpanya apakah perhentian ini berakhir disatu tempat karena akhir ayat sehingga bernomor tersendiri, ataukah karena mengambil nafas sehingga sebelum dan sesudah bernafas hanya satu ayat? Faktor-faktor ini saja sudah dapat mengantar anda menemukan perbedaan dalam penomoran ayat-ayat Al-Qur’an dan karena itupula jumlah bilangan ayat-ayatnya diperselisihkan. Ada yang berjumlah 6.666 ayat dan ada juga yang berjumlah 6.236 ayat, serta ada lagi jumlah lainnya. Meskipun jumlahnya berbedah mereka seragam dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Atas dasar ini boleh jadi cetakan Indonesia menjadikan juz empat dimulai dengan ayat bernomor 92 dan cetakan Beirut bernomor 93, tetapi ayatnya sama saja

    Wassalamualaikum Wr. Wb
    Nama : Melda
    Fakultas : Teknik
    Prodi : Teknik Industri
    Tugas : I

    Assalamualaikum Wr. Wb…..

    Perbedaan jumlah ayat dalam Al-Qur’an

    Bebicara tentang perbedaan jumlah ayat dalam Al-Qur’an alangkah baiknya kita mengetahui sejarah penulisan Al-Qur’an – Setiap kali Nabi Muhammad SAW, Menerima Ayat Al-Qur’an beliau mendiktekannya untuk dituliskan oleh sahabat-sahabat beliau yang berfungsi sebagai sekretaris. Mereka juga menuliskan ayat-ayat yang diajarkan oleh Nabi itu, bahkan banyak diantara mereka yang menghafalnya. Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Abu Bakar Ra, yang menjdi khalifah yang memerintahkan agar naskah-naskah yang didiktekan oleh nabi itu dikumpulkan dan dihimpun. Setiap naska diteliti dan diperiksa kebenarannya melalui saksi-saksi dihadapkan teksnya dengan hapalan para sahabat. Hasil karya dari masa Abu Bakar Ra, inilah yang diperbanyak pada masa Utsman Ra, serta tetap dihapal oleh ribuan kalau enggan dikatakan puluhan ribu umat islam. Al-Qur’an yang ditulis dan dihafal dewasa ini sama dengan apa yang ditulis dan di hafal dimasa dahulu. Sekirnya ada kekeliruan atau apalagi pemalsuan maka hafalan ribuan orang itu dapat menangkalnya.
    Nama-nama surah Al-Qur’an telah dikenal sejak zaman Nabi tidak jarang ada satu surah yang memiliki beberapa nama bahkan sebagian dari nama-nama itu bersumber dari Nabi sendiri, misalnya saja surah Al-Fatihah mempunyai beberapa nama lainnya yakni ; As-Sab, Al-Mutsani, Umm Al-Kitab, Asy-Syafi, Al-Kafi dan sebagainya. Demikian pulah surah Al-Mumin diberi nama lain denga ghafir atau surah Al-Isra denga Bani Isra’il.
    Memang ayat-ayat Al-Qur’an dizaman Nabi dan para sahabat belum ditulis dengan menggunakan baris atau dipilah dalam bentuk juz-juz. Penomorannyapun baru muncul jauh sesudah itu dan disini bisa timbul perbedaan akibat beberapa Faktor. Misalnya apakah Alif-Lam-Min itu merupakan satu ayat yang berdiri sendiri, ataukah bergabung dengan redaksi berikutnya ? jika ia berdiri sendiri maka redaksi berikutnya menjadi ayat kedua dan bila digabung maka angkanya menunjuk pada nomor satu. Faktor lainnya adalah cara membaca umpanya apakah perhentian ini berakhir disatu tempat karena akhir ayat sehingga bernomor tersendiri, ataukah karena mengambil nafas sehingga sebelum dan sesudah bernafas hanya satu ayat? Faktor-faktor ini saja sudah dapat mengantar anda menemukan perbedaan dalam penomoran ayat-ayat Al-Qur’an dan karena itupula jumlah bilangan ayat-ayatnya diperselisihkan. Ada yang berjumlah 6.666 ayat dan ada juga yang berjumlah 6.236 ayat, serta ada lagi jumlah lainnya. Meskipun jumlahnya berbedah mereka seragam dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Atas dasar ini boleh jadi cetakan Indonesia menjadikan juz empat dimulai dengan ayat bernomor 92 dan cetakan Beirut bernomor 93, tetapi ayatnya sama saja

    Wassalamualaikum Wr. Wb

  18. MELDA says:

    Nama : Melda
    Fakultas : Teknik
    Prodi : Teknik Industri
    Tugas : I

    Assalamualaikum Wr. Wb…..

    Perbedaan jumlah ayat dalam Al-Qur’an

    Bebicara tentang perbedaan jumlah ayat dalam Al-Qur’an alangkah baiknya kita mengetahui sejarah penulisan Al-Qur’an – Setiap kali Nabi Muhammad SAW, Menerima Ayat Al-Qur’an beliau mendiktekannya untuk dituliskan oleh sahabat-sahabat beliau yang berfungsi sebagai sekretaris. Mereka juga menuliskan ayat-ayat yang diajarkan oleh Nabi itu, bahkan banyak diantara mereka yang menghafalnya. Setelah Nabi Muhammad SAW wafat, Abu Bakar Ra, yang menjdi khalifah yang memerintahkan agar naskah-naskah yang didiktekan oleh nabi itu dikumpulkan dan dihimpun. Setiap naska diteliti dan diperiksa kebenarannya melalui saksi-saksi dihadapkan teksnya dengan hapalan para sahabat. Hasil karya dari masa Abu Bakar Ra, inilah yang diperbanyak pada masa Utsman Ra, serta tetap dihapal oleh ribuan kalau enggan dikatakan puluhan ribu umat islam. Al-Qur’an yang ditulis dan dihafal dewasa ini sama dengan apa yang ditulis dan di hafal dimasa dahulu. Sekirnya ada kekeliruan atau apalagi pemalsuan maka hafalan ribuan orang itu dapat menangkalnya.
    Nama-nama surah Al-Qur’an telah dikenal sejak zaman Nabi tidak jarang ada satu surah yang memiliki beberapa nama bahkan sebagian dari nama-nama itu bersumber dari Nabi sendiri, misalnya saja surah Al-Fatihah mempunyai beberapa nama lainnya yakni ; As-Sab, Al-Mutsani, Umm Al-Kitab, Asy-Syafi, Al-Kafi dan sebagainya. Demikian pulah surah Al-Mumin diberi nama lain denga ghafir atau surah Al-Isra denga Bani Isra’il.
    Memang ayat-ayat Al-Qur’an dizaman Nabi dan para sahabat belum ditulis dengan menggunakan baris atau dipilah dalam bentuk juz-juz. Penomorannyapun baru muncul jauh sesudah itu dan disini bisa timbul perbedaan akibat beberapa Faktor. Misalnya apakah Alif-Lam-Min itu merupakan satu ayat yang berdiri sendiri, ataukah bergabung dengan redaksi berikutnya ? jika ia berdiri sendiri maka redaksi berikutnya menjadi ayat kedua dan bila digabung maka angkanya menunjuk pada nomor satu. Faktor lainnya adalah cara membaca umpanya apakah perhentian ini berakhir disatu tempat karena akhir ayat sehingga bernomor tersendiri, ataukah karena mengambil nafas sehingga sebelum dan sesudah bernafas hanya satu ayat? Faktor-faktor ini saja sudah dapat mengantar anda menemukan perbedaan dalam penomoran ayat-ayat Al-Qur’an dan karena itupula jumlah bilangan ayat-ayatnya diperselisihkan. Ada yang berjumlah 6.666 ayat dan ada juga yang berjumlah 6.236 ayat, serta ada lagi jumlah lainnya. Meskipun jumlahnya berbedah mereka seragam dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Atas dasar ini boleh jadi cetakan Indonesia menjadikan juz empat dimulai dengan ayat bernomor 92 dan cetakan Beirut bernomor 93, tetapi ayatnya sama saja

    Wassalamualaikum Wr. Wb

  19. MELDA says:

    Nama : Melda
    Fakultas : Teknik
    Prodi : Teknik Industri
    Tugas : II

    Assalamualaikum Wr. Wb…..
    1. Al – Ikhlash 112
    kemurnian dan Keesahan Allah SWT

    Menyakini bahwa Allah itu Esa, Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dialah Tuahan tempat memintah segala sesuatu dan tidah seorangpun yang setara dengan Allah SWT.
    Surat Al – Ikhlashmenegaskan tentang kemurnian keesahan Allah SWT dan menolak segalah macam kemusyrikan dan menerangkan bahwa tidak ada sesuatu yang menyamainya.

    2. Al – Kaafirun 109
    Tidak ada toleransi dalam hal keimanan dan kepribadan

    Surat Ak kaafirun mengisyaratkan habisnya semua harapan orang-orang kafir dalam usaha mereka agar nabi Muhammad SAW meninggalkan da’wahnya
    orang beriman tidak akan mengikuti agama orang-orang kafir, begitupulah orang-orang kafir tidak akan mengikuti agama orang yang beriman
    surat al – kaafirun merupakan pernyataan bahwa tuhan yang disembah Nabi Muhammad SAW dan pengikut-pengikutnya bukanlah apa yang disembah oleh orang-orang kafir dan Nabi Muhammad SAW tidak akan menyembah apa yang disembah oleh orang kafir.
    untukmulah agamamu dan untukku agamaku.

    3. Al – Nashr 110
    Pertolongan dan kemenangan itu datangnya dari Allah maka pujilah Dia

    Surat Al – Nashr adalah janji bahwa pertolongan Allah akan dalang dan islam akan mendapat kemenangan, perintah dari Tuhan agar bertasbi memuji-Nya dan minta ampun kepada-Nya dikala terjadi peristiwa yang menggembirakan.

    4. An – Naas 114
    Allah pelindung manusia dari kejahatan bisikan syaitan dan manusia

    Surat An – Naas adalah perintah kepada manusia agar berlindung kepada Allah dari segalah macam kejahatan yang datang kedalam jiwa manusia dari jin dan manusia

    5. Al – Lahab 111
    Artinya tukang fitnah pasti celaka

    Kemusyrikan itu dapat dipertahankan dan tidak akan menang walaupun pendukung-pendukungnya bekerja keras
    Surat Al –Lahab merupan cerita Abu lahab dan istrinya yang menentang Rasul SAW keduanya akan celaka dan masuk neraka, harta abu lahab tak berguna untuk keselamatannya demikian pula segala usaha- usahanya.

    Wassalamualaikum Wr. Wb

  20. MELDA says:

    Nama : Melda
    Fakultas : Teknik
    Prodi : Teknik Industri
    Tugas : III

    Assalamualaikum Wr. Wb

    Saya sebagai mahasiswa muslim jika ada sebuah kesempatan untuk memberikan sesuatu maka barang berharga yang akan saya berikan adalah Al- Quran.
    Al – Quran yang saya berikan termasuk dalam infak Karena infak merupakan pemberian yang tidak ditentukan jumlahnya dan dikelolah olah panitia. Al-Quran yang saya berikan dalam jumlah yang banyak yang akan saya berikan panda panti-panti asuhan, sekolah dan masyarakat
    • Tujuan
    Saya menginkan semua orang-orang muslim pandai/bias mengaji, memahami/mengerti isi dari Al-Quran serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
    • Filosofi pemikiran
    Agar dalam kehidupan semua orang islam/muslim menjadikan Al-Quran sebagai penuntun yang benar dalam kehidupan.

    Wassalamualaikum Wr. Wb

  21. Muh.Sidik Musiin says:

    NAMA : MUH.SIDIK MUSIIN
    NPM : 201102054
    SEMESTER : II (DUA)
    FAKULTAS : TEKNIK
    SEDEKAH : JAM TANGAN
    1. ALASAN :
    SEBAGAI SE ORANG MUSLIM JIKA ADA KESEMPATAN UNTUK BERBAGI MAKA BARANG YANG BERHARGA AKAN BERIKAN JAM TANGAN SAYA.
    2. TUJUAN :
    AGAR DIA BISA MENGATUR WAKTUNYA UNTUK SHOLAT.
    3. MAKNANYA / FILOSOFI :
    AGAR DIA LEBIH BERTAKWA DAN MENDEKATKAN DIRINYA KEPADA ALLAH SWT.

  22. Samrin Titapele says:

    NAMA : SAMRIN TITAPELE
    NPM : 201102041
    SEMESTER : II (DUA)
    FAKULTAS : TEKNIK
    SEDEKAH : BAJU KOKO( PAYAMA )
    1. ALASAN :
    KARENA SAYA MEMILIKI KELEBIHAN BAJU KOKO, JADI ALANGKAH BAGUSNYA SAYA SEDEKAHKAN KEPADA ORANG LAIN.
    2. TUJUAN :
    AGAR APA YANG SAYA SEDEKAHKAN DAPAT BERMANFAAT BAGI PRI BADI SAYA DAN ORANG YANG DI SE DEKAHKAN.
    3. MAKNANYA/FILOSOFI :
    SEMOGA DENGAN BAJU KOKO YANG SAYA SEDEKAHKAN YANG BERSANGKUTAN LEBIH MENGINGAT ALLAH S,W,T. DAN SELALU MENDEKATKAN DIRI KEPADA-NYA.

  23. Salmin Alkatiri says:

    NAMA : SALMIN ALKATIRI
    NPM : 201102048
    FAKULTAS : TEKNIK
    PRODI : TEKNIK INDUSTRI
    SEMESTER : II (DUA)
    TUGAS : II
    PERBEDAAN JUMLAH AYAT AL-QUR’AN.

    ASSALAMUALAIKUM………

    PA INI SALA-SATU PENDAPAT YANG SAYA RILIS DARI INTERNE,MUDA-MUDA INI BISA MENAMBAH PEMAHAMAN KITA BER SAMA, AGAR KITA TIDAK TERUS-TERUS BERTANYA BERAPA JUMLAH AYAT AL-QUR’AN ITU….

    Pertanyaan:

    Masyarakat sudah banyak mengetahui baik dari buku atau dari ceramah agama bahwa jumlah ayat Al Qur’an adalah 6666, tetapi setelah saya hitung ayat Al Qur’an jumlahnya tidak sampai 6666 (saya lupa jumlah pastinya), pernah saya tanyakan pada dosen agama, katanya ada perbedaan pendapat dalam menghitung jumlah ayat Al Qur’an, ada yang menghitung satu ayat dibagi/dihitung menjadi 2 ayat dan ada satu ayat yang digabung ke ayat sebelumnya atau sesudahnya. Bagaimana menurut Ustad? Terima Kasih

    Jawaban:

    Assalamu `alaikum Wr. Wb. Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d.

    Apa yang disampaikan dosen Anda itu benar dan sesuai dengan pendapt kami. Memang dulu kita sering diberitahu bahwa jumlah ayat Al-Quran itu 6666 ayat. Tidak jelas dari mana sumbernya. Namun jumlah itu tidak sesuai dengan kenyataannya. Namun para ulama Al-Quran pun juga tidak sepakat, berapa jumlah ayat Al-Quran itu secara tepat. Dalam Al-Quran terjemah dari Saudi Arabia disebutkan jumlahnya 6.236 ayat. Bukan karena jumlahnya yang berbeda, namun metode penghitungannya. Ada yang menghitung basmalah di setiap awal surat sebagai bagian dari ayat. Ada juga yang menjadikan sebuah ayat menjadi dua dan seterusnya.

    Sedangkan naskahnya al-Quran sendiri tetap sama, yang beda adalah metode menghitungnya. Karena perbedaan berapa jumlah hitungan ayat yang ada dalam Al-Quran Al-Karim bila disebabkan perbedaan cara penghitungan, sama sekali tidak ada pengaruhnya kepada isi Al-Quran Al-Karim sendiri. Karena secara zahirnya, tidak ada yang dihilangkan dari Al-Quran Al-Karim itu.

    Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

  24. DIANTY.DJ says:

    NAMA : DIANTY DJ
    FAKULTAS : TEKNIK INDUSTRI
    TUGAS : III

    ASSALAMUALAIKUM WR. WB
    saya sebagai mahasiswa muslim bila di beri kesempatan untukberbagi kepada sesama dan memberi barang yang paling berharga.
    hadiah payung
    tujuanya:agar sipenerima bisa dibawa ke mana-mana dan bisa terlindung dari hujan.
    aspek fisologi:melindungi sipenerima dari terik matahari dan hujan.

  25. Amriana ilyas says:

    Nama : AMRIANA ILYAS
    FAKULTAS : TEKNIK INDUSTRI
    TUGAS : III
    ASSALAMUALAIKUM WR.WB
    Saya sebagai mahasiswa Muslim bila di beri kesempatan untuk berbagi kepada sesama dengan memberikan barang yang paling berharga yaitu :
    • Saya akan memberikan doa karna saya pun tidak memiliki barang yang sangat berharga karna menurut saya Doa lebih berharga dari pada barang atau apapun.
    • Tujuan saya memberikan Doa adalah karna doa akan lebih di dengar oleh Allah karna kalau kita berdoa untuk orang-orang yang teraniayah maka doa kita akan selalu di dengar oleh Allah SWT.
    • Makna filosofi : Apabila kita mendoakan orang maka Allah yang akan membalas apa yang di inginkan orang tersebut.

  26. Rahmania Usemahu says:

    NAMA : RAHMANIA USEMAHU
    NPM : 201102033
    FAKULTAS : TEKNIK
    PRODI : TEKNIK INDUSTRI
    TUGAS : III
    BERBAGI UNTUK SESAMA
    ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB
    Saya sebagai mahasiswa muslim bila diberi kesempatan untuk berbagi kepada sesama dan memberikan barang yang paling berharga adalah seperangkat alat sholat,
    Tujuannya agar dapat membantu penerima dalam melakukan ibadah,
    Makna filosofi seperangkat alat sholat ini dapat meningkatkan keimanan si penerima.

  27. Rahmania Usemahu says:

    kelompok 2
    Rahmania usemahu
    Muhammad Siddiq
    Husnul Akib Masuwei
    Sugiman
    Fakultas Teknik
    Prodi Teknik Industri
    Semester II

    assalamu’alaikum wr wb

    Apa yang Bapak sampaikan benar,ayat Al-Qur’an berjumlah 6236 ayat karena kita telah membuktikannya dengan menghitung keseluruhan ayat Al-Qur’an. tidak seperti yang disampaikan para ulama yang mengatakan bahwa ayat Al-Qur’an berjumlah 6666 ayat.
    yang menjadi pertanyaan, apakah para ulama yang menyampaikan bahwa ayat Al-Qur’an berjumlah 6666 ayat ini tidak pernah menghitung secara langsung ? atau kah para ulama yang menyampaikan ini punya maksud tersendiri ? tidak ada yang tahu, karena para jama’ah yang mendengarkan hal ini tidak membuktikannya dan menanyakan kepada ulama yang menyampaikan sehingga 430 ayat ini masih dipertanyakan dan dibicarakan.

    wassalam

  28. Is Silayar says:

    اللهبِسْــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم
    Assalamualaikum…!!!

    Ismail Silayar

    Fakultas Teknik Industri

    Lanjutan Komentar

    Pak Jumlah Al-Quraan itu memang benar 6666 ayat bukan 6326 ayat

    seperti seorang ulama yang paling terpintar di Maluku yaitu Ustadz Ali Fauzi, beliau mengatakan jumlah Al-Quraan tersebut di salah satu khotbah Jum’at kemarin di Masjid Raya Al-fatah 22 Juni 2012, Beliau mengatakan bahwa jumlah Al-Quraan itu adalah 6666 ayat bukan yang lainnya dan ALIF sampai YA adalah terhitung 1 Huruf, 1 Ayat, 1 Kalimat Dan Alif Sampai Ya Adalah Ilmu Penegetahuan, oleh karena itu jumlah Al-Quraan adalah 6666 huruf, 6666 Ayat, 6666 Kalimat dan 6666 Ilmu Pengetahuan.

    Pak apa yang di sampaikan oleh anak muda yang bapak katakana dia mengaku dirinya seorang muslim menurut saya apa yang dia katakan ada benarnya juga pak,

    Dari komentar-komentar bapak dengan anak muda tersebut apa yang disampain oleh anak muda itu sama persis apa yang di sampaikan oleh Ustadz Ali Fauzi dengan demikian Al-Quraan berjumlah 6666 Ayat bukan 6326 ayat.
    Wasalam…..!!!

  29. syafrawadi says:

    izin copy ya pak
    aku ada blog juga : gudang ilmu dan peluang sukses

  30. Wisam says:

    daripada debat tentang jumlah ayat AL-Quran, lebih baik mengkaji kandungannya, Al-Quran itu sangan saintis. Kalau Al-Quran bisa menjelaskan E = MC2 (matter is made of energy), bisa menjelaskan wireless communication, bisa menjelaskan pengaruh sublimal dan berbagai fenomena yang mutakhir.

Saya Nantikan Komentar Anda,..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: