millatfacebook; Saingan terbaru Facebook buatan Pakistan khusus Kalangan Muslim

Mei 29, 2010

Tampilan situs facebook (facebook)

Islamabad, (tvOne).

Orang Pakistan, yang marah pada Facebook sehubungan dengan karikatur yang menghujat Nabi Muhammad SAW, telah menciptakan laman jejaring pemisahan diri yang mereka impikan dapat menghubungkan 1,6 miliar Muslim di seluruh dunia.

Sekelompok enam profesional muda TI dari Lahore, ibukota budaya dan hiburan Pakistan, meluncurkan www.millatfacebook.com pada Selasa buat orang Muslim untuk berinteraksi “daring” (dalam jaringan) dan memprotes penghujatan.

Perusahaan swasta tersebut lahir setelah satu pengadilan Pakistan memerintah pemblokiran terhadap Facebook sampai 31 Mei, karena rakyat Pakistan tersinggung dengan laman “Everyone Draw Mohammed Day” yang menghujat dan menistakan Rasulullah SAW.

“Millatfacebook adalah laman jejaring sosial pertama yang dimiliki Pakistan. Laman buat Muslim oleh Muslim, tempat orang-orang yang baik dari agama lain juga diterima dengan tangan terbuka,” kata jejaring itu kepada orang tertarik untuk bergabung.

Setiap anggota memiliki “tembok” buat teman untuk menyampaikan komentar. Laman tersebut menawarkan fasilitas surat elektronik, foto, video, bercakap-cakap dan diskusi.

Dalam bahasa Urdu kata “Millat” digunakan oleh umat Muslim untuk merujuk kepada bangsa mereka. Jejaring itu menyatakan telah menarik 4.300 anggota dalam tiga hari belakangan –kebanyakan orang Pakistan yang mampu berbahasa Inggris dalam usia 20-an tahun.

Jumlah peminat diduga akan bertambah, tapi masyarakat tersebut hanya lah setetes air di lautan 2,5 juta penggemar Facebook di Pakistan dan ada reaksi pedas pada saat peluncuran jejaring itu.

“Kami ingin memberitahu orang-orang Facebook, `jika mereka macam-macam dengan kami, mereka harus menghadapi konsekuensi`,” kata Usman Zaheer (24), pemimpin petugas pelaksana rumah perangkat lunak yang menampung laman baru tersebut.

“Jika seseorang menghujat Nabi Muhammad SAW, maka kami akan menjadi pesaing mereka dan memberi kerugian besar dalam bisnis,” katanya. Dia memimpinkan dapat membuat jejaring sosial Muslim terbesar.

Segera setelah bergabung, anggota baru hanya satu klikan saja dari perdebatan di laman buletin.

Misalnya adalah “Enticing Fury” menulis, “Alasannya ialah forum ini harus tersedia buat SEMUA MUSLIM DI DUNIA dan bukan hanya di Pakistan. Jadi, penggunaan kata MILLAT sangat bagus! Selamat teman-teman. Kalian telah membuat pilihan yang sangat luar biasa buat seluruh umat Muslim!” (Ant)

sumber: http://iptek.tvone.co.id


Lagi; Penghinaan Islam oleh Facebookers

Mei 19, 2010

Kebebasan yang keblablasan para Facebookers saat ini kembali menuai protes keras, karena adanya penistaan agama Islam. Dalam jejaring sosial yang paling digandrungi masyarakat Indonesia tersebut, muncul sebuah lomba menggambar sketsa Nabi Muhammad digelar. Informasi lomba tersebut disebarkan lewat situs jejaring sosial facebook. Sebuah grup di facebook bertajuk ‘Everybody Draw Mohammed Day!’ menginformasikan soal lomba tersebut. Lomba akan digelar pada 20 Mei 2010.

“May 20th 2010 is draw Mohammed day! Help spread knowledge about this important day – invite your friends!” demikian informasi yang tertulis di laman tersebut. Grup ini dibuat sejak 25 April. Dalam beberap minggu ini, sudah ada puluhan ribu facebookers yang menyatakan kesukaannya pada grup ini.  Pengelola laman pun meminta informasi lomba ini untuk disebarkan. Sekitar belasan ribu facebookers mengonfirmasikan akan mengikuti lomba menggambar sketsa Nabi yang sangat dihormati umat Islam ini.

Lomba menggambar sketsa Nabi Muhammad yang dipublikasikan lewat situs jejaring sosial facebook mengundang reaksi keras. Pemerintah diminta melayangkan surat protes kepada situs jejaring sosial tersebut, dan melakukan pemblokiran. Seharusnya berbagai pihak harus menuntut pemerintah Indonesia untuk melayangkan surat protes kepada Facebook, dan meminta Facebook untuk menarik even tersebut, serta meminta maaf pada umat Islam di Indonesia khususnya, dan dunia pada umumnya. Pemerintah harus didesak untuk melakukan usaha pemblokiran akses website www.facebook.com di Indonesia, sampai Facebook menarik event tersebut dan menyampaikan permintaan maaf.

Berbagai institusi dan baigian masyarakat harus mendesak pemerintah membangun komunikasi dengan pemerintah Amerika, guna memberikan sanksi tegas kepada pelaksana event perlombaan menggambar Nabi Muhammad ini.  Sebaiknya semua umat harus saling memahami  untuk tidak melakukan pelecehan terhadap agama apapun dengan mengatasnamakan kebebasan.

Lomba menggambar sketsa Nabi Muhammad itu dipulikasikan oleh sebuah grup di facebook bertajuk ‘Everybody Draw Mohammed Day!’. Lomba akan digelar pada 20 Mei 2010.  “May 20th 2010 is draw Mohammed day! Help spread knowledge about this important day – invite your friends!” demikian informasi yang tertulis di laman yang dibuat sejak 25 April ini.Namun sebaliknya tak kalah dengan kelompok itu, muncul kelompok  AGAINST “Everybody Draw Mohammed Day yang jumlah facebookers malah melebihi seterunya itu. (http://www.facebook.com/pages/AGAINST-Everybody-Draw-Mohammed-Day/113267462046186?ref=ts )

Harus Ada Efek jera

Belum adanya efek jera yang ditimbulkan karena membuat blog yang bersinggungan dengan SARA, sebuah blog yang menyudutkan Islam sering muncul menghantui dunia maya.Di awal tahun 2010 ini setidaknya ada beberapa blog yang menyudutkan agama tertentu. Situs yang beralamat di linapenulis.com, merupakan salah satu blog baru yang berisi mengenai pandangan sang penulis terhadap Islam. Si penulis tersebut lebih banyak mengumbar tulisan yang lebih mengarah ke penghinaan kepada umat Islam dan Nabi Muhammad.

Di blog tersebut, meskipun tidak dijelaskan secara terperinci profil dari penulis mengenai tujuan didirikan blog itu, namun di laman ini si penulis cukup ‘berani’ menyertakan alamat emailnya yang dia tulis di bagian header dalam blognya tersebut. Ditelisik lebih jauh, blog linapenulis.com ini tidak diketahui kapan didirikannya, namun yang jelas dari dokumen yang dibuat tercatat bulan September 2009, sebagai awal munculnya blog ini.

Kendati baru beberapa bulan dibuat, bebarapa tulisan rajin di isi oleh pengelola linamuslim.com. Tercatat pada tanggal 3 Januari 2010, sebagai tulisan terakhirnya. Yang membuat blog ini ‘agak berbeda’ dengan yang lainnya adalah, meskipun menggunakan wordpress, namun domain di blog ini sudah menggunakan.com. Ini artinya, si penulis benar-benar niat mempublikasikan tulisannya dengan sedikit berkorban merogoh kocek untuk membeli domain tersebut.

Saat diungkap lebih jauh, linapenulis.com menggunakan idwebhosting.com untuk menyewa server. Lebih jauh juga terlihat, lokasi pembuatan domain ini dilakukan dengan alamat di Bandar Lampung. Akan tetapi, belum diketahui apakah informasi tersebut valid atau tidak. Karena informasi yang diberikan juga tidak akurat, karena dari nomor telp yang dituliskan, tidaklah akurat.

Tidak hanya linapenulis.com, blog lain yang menyudutkan Islam juga menyeruak melalui blog beritamuslim.wordpress.com. Bedanya dengan blog linapenulis, di blog ini dokumen tanggal pembuatan blog jauh lebih lama, yaitu Juli 2009. Selain tulisan, blog ini juga menyertakan karikatur yang tentunya menghujat Islam dan Nabi Muhammad.

Tidak diketahui juga identitas pelaku pembuat blog tersebut, Yang jelas, kedua blog ini, hingga saat ini belum mendapatkan aksi penutupan. Karena padahal, seperti diketahui, layanan WordPress, menyediakan tempat kepada pengguna blog untuk menyampaikan jika ada blog yang menyinggung SARA.

Sumber : http://korananakindonesia.wordpress.com


Bahtera Nuh yang Hilang kini Ditemukan

Mei 4, 2010

Umat Nabi Nuh A.S yang ditenggelamkan oleh Allah SWT karena kedurhakaannya seperti dikisahkan dalam Al-Qur’an, sudah menemukan pembuktian kebenarannya secara ilmiah. Sejak tahun 1949, sudah ditemukan lokasinya dan kemudian dilakukan penggalian oleh penelitian tim antropolog yang dipimpin oleh Prof. Ron Wyatt di Turki sejak tahun 1977. Ini adalah sebagian foto-fotonya. ENJOY IT!! Baca entri selengkapnya »


DPR Siap Revisi UU Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sisdiknas Jika Pemerintah Tak Perbaiki Unas

Mei 2, 2010
Kasus tingginya jumlah siswa yang tidak lulus ujian nasional (unas), terutama tingkat SMA dan MA, memicu keprihatinan sejumlah kalangan. Komisi X DPR segera mengambil alih bila pemerintah tak lekas bertindak untuk memperbaiki sistem unas yang dianggap gagal. Rencananya, legislatif siap merevisi UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

“Sebenarnya, yang paling berkaitan mengatur unas adalah peraturan pemerintah (PP),” kata anggota Komisi X DPR Zulfadli dalam diskusi di Jakarta kemarin (1/5). Yang dia maksud adalah PP No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

Tapi, Zulfadli menilai PP tersebut bertentangan dengan payung hukum yang lebih tinggi. Yakni, UU No 20 Tahun 2003. Pasal 72 PP itu menyebutkan, peserta didik dinyatakan lulus jika berhasil melampaui unas yang dilaksanakan oleh pemerintah. Padahal pada pasal 58 UU No 20 Tahun 2003, disebutkan siswa dievaluasi pendidik. “Dalam hal ini, sekolah dan guru,” ujar dia.

Berdasar hal tersebut, Zulfadli menyatakan bahwa pelaksanaan unas lemah di mata hukum. Karena itu, dia meminta agar pemerintah segera memperbaiki peraturan. Jika tidak, DPR turun tangan dan segera merevisi UU Sisdiknas. “Mudah-mudahan unas model itu yang terakhir. Jangan ada lagi,” ucapnya.

Menurut dia, sebaiknya pemerintah hanya menyiapkan kisi-kisi dan standar. Sedangkan yang membuat soal adalah sekolah. “Kan yang lebih tahu kemampuan siswa adalah guru,” tuturnya.

Anggota Komisi X Ahmad Zainudin menyerukan agar kelulusan siswa didasarkan pada akumulasi empat syarat dalam PP. Pertama, menyelesaikan semua program pembelajaran. Kedua, memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok agama dan kewarganegaraan. Ketiga, lulus ujian sekolah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi. Terakhir, lulus unas.

“Jadi, nanti nilai semua aspek tersebut dijumlah. Jangan hanya berdasar satu aspek,” papar dia.

Di forum yang sama, pengamat pendidikan Darmaningtias juga setuju jika unas sebaiknya ditiadakan. Sebab, menurut dia, unas tidak berguna. “Sebaiknya hanya dilakukan oleh siswa yang memerlukan, seperti model TOEFL,” katanya. (kuh/c11/dwi)
sumber : JawaPos


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.