Negara Terkaya Di Dunia Yang Luput Dari Perhatian Dunia

Agustus 26, 2010

Banyak sebenarnya yang tidak tahu dimanakah negara terkaya di planet bumi ini, ada yang mengatakan Amerika, ada juga yang mengatakan negera-negara di timur tengah. tidak salah sebenarnya, contohnya amerika. negara super power itu memiliki tingkat kemajuan teknologi yang hanya bisa disaingi segelintir negara, contoh lain lagi adalah negara-negara di timur tengah.Rata-rata negara yang tertutup gurun pasir dan cuaca yang menyengat itu mengandung jutaan barrel minyak yang siap untuk diolah. tapi itu semua belum cukup untuk menyamai negara yang satu ini. bahkan Amerika, Negara-negara timur tengah serta Uni Eropa-pun tak mampu menyamainya.dan inilah negara terkaya di planet bumi yang luput dari perhatian warga bumi lainya. warga negara ini pastilah bangga jika mereka tahu. tapi sayangnya mereka tidak sadar “berdiri di atas berlian” langsung saja kita lihat profil negaranya. Baca entri selengkapnya »


Puasa dan Perkembangan Ruhani

Agustus 25, 2010

Puasa bukan saja ada dalam agama Islam, tetapi juga di dalam agama Yahudi, Nasrani, bahkan agama-agama lainnya. Saya percaya bahwa semua agama itu pada dasarnya agama langit. Agama terbagi dua : agama Samawi dan agama Thabi’i. Agama Samawi adalah agama yang turun dari langit, misalnya agama Islam, Nasrani dan Yahudi. Sedangkan agama Thabi’i adalah agama yang lahir secara alamiah. Contohnya agama Hindu, Budha, Shinto dan Konghucu. Menurut saya semua agama pada awalnya adalah agama samawi. Seluruh agama pada permulaannya datang dari Allah tetapi dalam perkembangannya terjadilah perubahan yang merupakan campur tangan manusia.

Karena seluruh agama pada awalnya adalah agama Samawi, tidak heran kalau seluruh agama mensyariatkan puasa. Apapun bentuknya. Bahkan pada masyarakat yang tidak mengenal agama, seperti pada bangsa-bangsa primitif, kita temukan adanya kebiasaan berpuasa. Baca entri selengkapnya »


Penyejuk Hati: Wahai Puteriku…

Agustus 24, 2010

Putriku tercinta! Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang.

Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarlan nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, dimana engkau belum pernah mendengarnya dari orang lain.

Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, dan kami tidak mengahasilkan apa-apa. Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.

Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya berada di tanganmu.

Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu : silakan masuk … ketika ia telah mencuri, engkau berteriak : maling …! Tolong … tolong… saya kemalingan.

Demi Allah … dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.

Demi Allah … begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.

Demi Allah … ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan ! setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!

Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engakulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.

Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar.

Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.

Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia lelaki hidung belang, apabila akan menikah tidak akan memilih wanita jalang (nakal), akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putera-puterinya adalah seorang wanita amoral.

Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan isteri, akibatnya banyak para gadis berusia cukup untuk nikah tidak mendapatkan suami. Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.

Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mau bertaqwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia ini tidak ada yang kekal. Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan simpati?

Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu? Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?

Dan berilah nasehat-nasehat yang serupa, saya yakin kalian tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk menasehati saudari-saudari yang sesat dan patut di dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka tidak menempuh jalan yang salah.

Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita kini menjadi kepribadian muslimah yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.

Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, malainkan dengan kembali ke jalan yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju kejelekan walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas pergaulan bebas, (kalaupun) seorang wanita membuka wajahnya tidak berarti ia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri tanpa tutup wajah bukan berarti ia boleh menyambut kawan suami dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia lupa bahwa Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya sebagai pria, satu dengan lain dapat saling terangsang. Baik wanita, pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka. Baca entri selengkapnya »


Rumus Kaya dan Penghasilan Dosen

Agustus 22, 2010

Apakah kita termasuk orang kaya, rata-rata atau miskin, sekarang bisa dihitung menggunakan rumus (diambil dari acara talkshow Moneytalks host : Safir Senduk) :

Hasil = (usia : 10) X pendapatan bersih setahun

Misalnya usia 30 tahun dan pendapatan bersih selama 1 tahun 100 juta maka 30/10 dikali 100 juta hasilnya 300 juta.

Bila hasilnya > 300 juta termasuk kaya

Hasilnya = 300 juta rata-rata

Hasilnya < 300 juta termasuk miskin

Atau misalnya pendapatan satu tahun tidak mencapai 100 juta tapi kita memiliki rumah, mobil atau harta lain yang apabila dihitung jumlahnya melebihi 300 juta, maka kita masih termasuk orang kaya. Cuma sayangnya kalau harta kita adalah hibah dari orang tua misalnya, itu tidak bisa dihitung sebagai kekayaan, karena di Indonesia, sebanyak lebih dari 80% orang Indonesia yang disebut kaya adalah bukan karena bantuan dari orang tua, tapi didapatkan dari hasil keringat sendiri. Baca entri selengkapnya »


Beberapa Kesalahan dalam Bulan Ramadhan

Agustus 18, 2010

Islam, dalam banyak ayat dan hadits, senantiasa mengumandangkan pentingnya ilmu sebagai landasan berucap dan beramal. Maka bisa dibayangkan, amal tanpa ilmu hanya akan berbuah penyimpangan. Kajian berikut berupaya menguraikan beberapa kesalahan berkait amalan di bulan Ramadhan. Kesalahan yang dipaparkan di sini memang cukup ‘fatal’. Jika didiamkan terlebih ditumbuhsuburkan, sangat mungkin akan mencabik-cabik kemurnian Islam, lebih-lebih jika itu kemudian disirami semangat fanatisme golongan.

Penggunaan Hisab Dalam Menentukan Awal Hijriyyah
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan bimbingan dalam menentukan awal bulan Hijriyyah dalam hadits-haditsnya, di antaranya:

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ رَمَضَانَ فَقَالَ: لاَ تَصُوْمُوا حَتَّى تَرَوُا الْهِلاَلَ وَلاَ تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ

“Dari Ibnu ‘Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan Ramadhan, maka beliau mengatakan: ‘Janganlah kalian berpuasa sehingga kalian melihat hilal dan janganlah kalian berbuka (berhenti puasa dengan masuknya syawwal, -pent.) sehingga kalian melihatnya. Bila kalian tertutup oleh awan maka hitunglah’.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan Muslim) Baca entri selengkapnya »


Merdeka Bung?

Agustus 16, 2010

Merdeka atau Tidak?

Tepat di hari ini, pekikan dan slogan merdeka akan membahana di seluruh penjuru tanah air Indonesia, haul Indonesia Merdeka ke 63 tentunya tidak akan sesemarak peringatan di tahun2 sebelumnya karena bertepatan dengan pelaksanaan Puasa Ramadhan 1431 H/2010M.

sesungguhnya tidak menjadi masalah yang berarti jika menengok sedikit ke belakang bahwa saat proklamasi pertama 17 agustus 1945 pun tercapai, di saat ramadhan menjelang, nampaknya kita harus merasakan benar betapa semangat hiroik yang terjadi saat itu.

namun bisa dipastikan slogan merdeka yang dimaksud tidak sepenuhnya dirasakan banyak pihak, baik kalangan atas maupu bawah, kalangan elit maupun kaum papah, golongan buruh maupun saudagar, golongan cerdik pandai maupun orang awam.

slogan (merdeka) yang awalnya adalah semangat pemersatu, semangat kebihnekaan yang tertulis pada ikon, ceker burung garuda, semuanya berangsur-angsur tergerus jaman, meskipun tampak kokoh dan perkasa, namun toh akhirnya menjadi lembek tak berdaya menghadapi terpaan modernisasi dan kegilaan jaman yang seakan tidak pernah kompromi lagi.

betapa tidak, semangat yang dulu menjadi sangat ideal, dan nampak lantang disuarakan, menjadi ikon kebebasan sebuah bangsa besar seperti Indonseia, yang harus kelur dari kungkungan tirani kolonialisme dan imprialisme. kini tidak berdaya melawan musuh-musuhnya di dalam diri. Sutu hal yang miris dan sulit dipercaya. ditengah-tengah kemajuan dan pencapaian bangsa yang begitu gemilang saat ini. Indonesia, negara kita harus berjalan tertatih-tatih, untuk berusaha memulung semangat kemerdekaan yang tercerai berai, lantaran diterlantarkan oleh generasi akhir kini yang tidak merasa memiliki semangat itu lagi.

hal negatif yang nampak menyebabkan ini bagi mereka adalah, makna merdeka berarti bebas. bebas melakukan apa saja, bebas bertidak dan berbuat seenaknya, bebas menentukan nasib dan perjuangan sendiri. bebas memilih suka atau tida suka mengikuti hawa nafsu mereka sendiri. dan ini terjadi di mana-mana.

sebagian dari mereka mengartikan merdeka adalah bebas dari nilai dan aturan moralitas yang selalu mengikat mereka, sehingga terkesan apapun yang akan dilakukan tidak terikat dengan etika dan norma yang sedang berlaku. sehingga tidak heran, maslah moralitas dalam bangsa yang memegang teguh prinsip keimanan dan keagamaan nyaris hilang pada jati diri bangsa. ambil contoh, masalah etika pergaulan yang nampak cenderung bebas, individualisme yang mengemuka ditengah gencarnya kampanye humanisme dan kebersamaan, kebebasan berbuat dan bertindak di luar norma dan aturan keimanan dan keagamaan, monopoli dan hedonisme yang menggurita diseluruh lapisan masyarakat. belum lagi preseden buruk yang timbul karenanya, korupsi, konconisme, ketidaktaatan terhadap aturan, kebebasan bertidak, kekerasan, pemaksaan kehendak dan masih banyak lagi.

nampaknya bangsa ini harus mulai belajar kembali apa arti kemerdekaan, sehingga tidak nampak seperti anak kecil yang harus kembali duduk dan belajar tentang makna sebuah kemerdekaan, yang sesungguhnya, kemerdekaan dengan memiliki ketaatan nilai dan moralitas tinggi. bukan kebebasan berkehendak semaunya.

kita harus sadar bahwa cita-cita founding fathers bangsa ini adalah mendirikan sebuah negara yang melindungsi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah indonesia, yang didalamnya mengakui persamaan hak dan kewajiban menjalankan kemerdekaan dengan gegap gempita, sehingga menghantarkan rakyat indonesia bukan saja k depan pintu gerbang, namun sampai masuk ke dalam nya dan menikmati kemerdakaan itu yang menjadi hak seluruh bangsa dan seluruh masyarakat Indonesia.

namun harus menjadi catatan tersendiri, jika slogan kemerdekaan dan demokrasi yang menjadi cita-cita bangsa saja, harus diajarkan oleh orang yang tidakpaham demokrasi dan kemerdekaan, kita tidak butuh seorang guru dari luar untuk mengajarkan semua itu, sebab darah, daging dan tulang kita sudah terlahir dan memiliki semangat kemerdekaan dengan tata nilai yang nyaris sempurna, nah…saat ini sudah dikemanakan?

saatnya kita perbaharui semangat ini dan melihat pada diri sendiri, apa semangat ini yang kita bawa sampai pada puncak cita-cita bangsa? pantaskan jati diri yang melenceng dari bangsa ini berjalan terseok-seok menggapai kemakmuran dan kesejahteraan, sementara penduduknya hanya berpangku tangan dan selalu menunggu, bahkan ditarik hidungnya untuk bisa mengikuti sang majikan, kita sudah merdeka bung…dan sudah agak lanjut usia, jika kita manusia dengan usia 63 tahun…bangkit, dan tentukan nasib bangsa ini.


Menanti Manfaat Sail Banda Bagi Bumi Maluku

Agustus 3, 2010
Jakarta (ANTARA News) – Bumi Maluku tengah berbenah, menyambut perhelatan akbar Sail Indonesia 2010 yang gaungnya telah dikumandangkan para “pembesar” sejak lama.

Acara tahunan yang akan berlangsung pada 27 Juli hingga 8 Agustus 2010 akan berpusat di Banda Neira, gugusan pulau-pulau kecil yang terletak di sebelah tenggara Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Berbagai potensi di negeri cakalele itu siap dieksplorasi, merefleksikan Indonesia yang maha kaya sumber daya alam.

Belajar dari kesuksesan Sail Bunaken 2009, maka Maluku juga akan mendemonstrasikan diri pada dunia internasional tentang ragam potensi kelautan, wisata bahari, terumbu karang, kebudayaan dan sektor perikanan.

Tidak tanggung-tanggung, anggaran sekitar Rp160 miliar sudah dipersiapkan pemerintah untuk menyukseskan ajang pencitraan Maluku sebagai bagian dari kawasan Indonesia bagian timur yang pantas dilirik.

Bagi pemerintah, total anggaran Rp160 miliar untuk sebuah kegiatan berskala internasional itu tidak berarti bila dibandingkan dengan berbagai dampak positif yang diharapkan akan diraih.

Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono mengatakan dampak positifnya mulai dari jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang.

Ia mencontohkan jangka pendek yang bisa diraih adalah citra positif secara nasional maupun internasional bahwa Provinsi Maluku, khususnya Ambon merupakan wilayah yang damai, nyaman dan memiliki potensi sumber daya alam yang sangat banyak, pascakerusuhan yang bernuansa SARA pada 1999 silam.

Agung juga mencontohkan keuntungan jangka panjang yang bisa diperoleh dengan penyelenggaraan Sail Banda diantaranya pembangunan infrastruktur jalan bagi masyarakat, pembangunan pelabuhan perikanan yang berkelanjutan hingga penanaman modal baik oleh investor lokal maupun asing.

Dan hal itu dipercaya akan mendongkrak berbagai sektor perekonomian dan pada akhirnya bermuara pada tercapainya tingkat kesejahteraan rakyat yang layak.

Selain itu, Menteri juga menegaskan banyak kegiatan positif yang akan digelar dalam Sail Banda yang akan melibatkan berbagai kalangan dalam negeri dan luar negeri mulai dari lomba perahu layar hingga bakti sosial.

“Dalam kegiatan bakti sosial, manfaat positif akan diperoleh masyarakat setempat secara langsung contohnya renovasi rumah-rumah ibadah, pengobatan gratis bagi warga dan lain sebagainya,” katanya.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad menambahkan Kegiatan yang dinaungi oleh Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 2009 itu diantaranya berisikan lomba perahu layar, yang dimulai dari Darwin Australia, lomba memancing, dan turnamen menyelam internasional.

Selain itu, akan dihadirkan tujuh konferensi nasional dan internasional diantaranya konferensi kerja sama Indonesia-Australia di bidang kelautan dan perikanan, konferensi internasional terumbu karang dan pulau-pulau kecil, konferensi nasional ke-VII Pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau Kecil.

Ada juga seminar internasional tanaman sagu, simposium internasional ilmu pengetahuan teknologi kelautan dan perikanan serta seminar internasional teknologi eksplorasi bawah laut.

Dalam kegiatan yang bertema “Small Island For Our Future” atau pulau-pulau kecil untuk masa depan itu juga akan diisi oleh kegiatan sosial yaitu operasi “Bakti Surya Baskara Jaya”.

Operasi Bakti Surya Baskara Jaya merupakan kegiatan yang didukung oleh beberapa kementerian dan lembaga serta TNI Angkatan Laut dan Kementerian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat menjadi koordinatornya.

Operasi Bakti Surya Baskara Jaya akan melakukan kegiatan bakti sosial dan bantuan kesehatan bagi masyarakat yang berada di Maluku bagian utara hingga selatan khususnya di wilayah pesisir pantai.

Bahkan, lima angkatan laut dari lima negara sahabat yakni Amerika Serikat, Australia, Selandia Baru, Singapura dan Malaysia sudah menyatakan kesiapannya untuk ikut berpartisipasi dalam acara Operasi Bakti Surya Baskara Jaya.

Menariknya, Angkatan Laut Amerika Sertikat merencanakan untuk mendatangkan kapal rumah sakit terbesar AS yakni USNS MERCY T-AH19 ke perairan Banda.

Kapal ini panjangnya 273 meter dan membawa 956 tenaga medis dan paramedis.

Rumah sakit terapung ini juga memiliki spektrum layanan bedah dan medis yang lengkap dan mampu menyimpan hingga 5.000 unit kantung darah dan menampung hingga 1.000 orang pasien.

Sementara itu, angkatan laut dari negara-negara lain yang ingin ikut berbagung dalam Sail Banda merencanakan untuk menurunkan kapal angkutan laut dan kapal perang mereka.

Operasi Bakti Surya Baskara Jaya merencanakan untuk melakukan kegiatan diantaranya bantuan kesehatan, operasi bibir sumbing, pengobatan umum, pengobatan gigi dan mulut, katarak, operasi kecil dan besar lainnya, vaksinasi, pemberantasan penyakit menular dengan pemberian kelambu dan penyemprotan dan lain sebagainya bagi masyarakat di perairan Banda, perairan Ambon dan sekitarnya.

Namun demikian, dari berbagai daftar panjang rangkaian acara yang telah dipersiapkan, penduduk lokal hanya bisa menanti janji pemerintah soal manfaat Sail Banda bagi peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pasalnya, masyarakat tentu tidak ingin anggaran besar yang telah dipersiapkan untuk kegiatan besar itu akan terbuang sia-sia tanpa membawa dampak positif bagi masyarakat, khususnya penduduk miskin di wilayah pesisir “Moluccas”.

disunting dari tulisan: Wuryanti Puspitasari
http://www.antaranews.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.