Pesan Ayatullah Khamenei Terkait Pelecehan terhadap Alquran

September 16, 2010

Menyusul terjadinya pelecehan keji terhadap kitab suci Alquran di Amerika Serikat (AS), Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam pesannya yang penting kepada bangsa Iran dan umat Islam yang besar, menyebut jaringan Zionisme di dalam tubuh pemerintahan AS sebagai dalang dari aksi pelecehan yang keji terhadap kesucian Alquran. Seraya menjelaskan berbagai konspirasi dan target zionis di balik permusuhannya terhadap Islam dan Alquran, beliau menegaskan, “Untuk membuktikan kebenaran klaimnya yang mengaku tidak terlibat sama sekali dalam konspirasi ini, pemerintah AS harus menghukum dengan para pelaku asli kejahatan ini dengan balasan dengan semestinya.”

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

انا نحن نزلنا الذکر و انا له لحافظون

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Dzikr ini (al-Qur’an) dan Kamilah yang akan selalu menjaganya.” (Q. S. Al-Hijr: 9) Baca entri selengkapnya »


Maaf yang Berlebihan

September 8, 2010


(Sumber gambar : community.gunadarma.ac.id)

Hari kemenangan yang ditunggu akan segera tiba, semua umat Islam menyambut dengan suka cita dan bahagia karena telah berhasil melewati masa ujian pada bulan Ramadhan seperti halnya siswa yang lulus Ujian Nasional tapi tanpa ada tradisi corat-coret baju seragam yang biasa dilakukan sebagai “Tanda Kelulusan” tentunya.

Tapi ada tradisi “Khusus” yang lumrah dilakukan dalam menyambut hari kemenangan itu diantaranya membeli baju baru, menerima THR, membuat ketupat, atau sekedar saling meminta maaf dan tradisi yang terakhir itulah yang seharusnya wajib dilakukan karena orangtua dulu pernah mengatakan tradisi saling meminta maaf bisa menyempurnakan ibadah yang telah dilakukan selama bulan Ramadhan kalau tradisi yang lain itu sebagai pelengkap saja hanya kebanyakan dari kita selalu memaksakan untuk memenuhi tradisi tersebut.

Karena berjalan waktu maka bentuk tradisi saling meminta maaf selalu dilakukan dengan berbagai cara tapi yang lazim dilakukan adalah saling mengunjungi rumah saudara, kerabat, teman atau tetangga. Tapi ada juga dengan cara mengirim SMS, kartu lebaran, mengirim parcel dan lain sebagainya tergantung dari kalangan ekonomi yang melaksanakannya.

Sebetulnya boleh saja umat Islam diseluruh dunia untuk melakukan cara dalam bentuk apapun tapi terkadang selalu berlebihan atau melampaui batas dalam pelaksanaannya sehingga yang niat asalnya untuk meraih pahala malah menjadi suatu yang sia-sia karena telah mengabaikan “kewajiban” yang lebih diutamakan.

“Wahai orang-orang yang beriman janganlah kamu mengharamkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sungguh, Allah tidak menyukai mereka yang melampaui batas”. (QS. Al Maidah : 87)

Sebagai contoh seperti tradisi saling meminta maaf dengan mengirim parcel yang biasa dilakukan oleh kalangan ekonomi menengah ke atas yang ditujukan untuk relasi atau rekan kerja yang berasal dari kalangan yang sama kalau menurut saya pribadi tidak perlu dilakukan karena alangkah baiknya apabila parcel tersebut diberikan kepada mereka yang betul-betul membutuhkan sedangkan relasi atau rekan kerja yang dituju mampu membeli sendiri barang-barang yang terdapat dalam parcel malah bisa melebihi dan biasanya tradisi mengirim parcel bagi mereka yang mampu selalu dijadikan ajang pamer kekayaan atau menunjukkan kasta seseorang yang akhirnya timbullah sifat riya’ atau ingin dipuji dan itu merupakan sifat manusia yang tidak disukai oleh Allah SWT karena telah menyekutukan Allah SWT dengan sesuatu yang lain (pujian, sanjungan dan lainnya) sedangkan setiap umat Islam diwajibkan untuk beribadah hanya kepada Allah SWT seperti ayat sebagai berikut ini :

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al An’am : 162)

“Jika kamu mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapus amalmu” (QS. Az Zumar : 65)

dalam sebuah Hadist dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda :

“Allah Ta’ala berfirman ; “Aku sangat tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa beramal dengan suatu amalan, dia menyekutukan selain Aku bersama-Ku pada amalan itu, Aku tinggalkan dia dan sekutunya” (HR Muslim, no. 2985)

Kalau saran saya tentang memberikan parcel kepada orang yang lebih membutuhkan dilakukan secara ikhlas tanpa ada maksud selain mengharap ridho dari Allah SWT maka secara tidak langsung dapat menambah pahala ibadah karena itu sangat dianjurkan oleh ajaran agama Islam. Jangan sampai yang kaya semakin kaya sedangkan yang miskin semakin miskin tapi seharusnya yang kaya ingat yang miskin sehingga semua umat Islam dapat merayakan hari kemenangan dengan senyum bahagia.

Dan juga jangan sampai dalam memberikan parcel atau apapun namanya tidak memperhatikan etika yang ada seperti mengundang fakir miskin untuk antri mengambilnya karena itu dapat membuat sebuah batasan antara si miskin dan si kaya sehingga menjatuhkan derajat dan martabat mereka yang seharusnya kita hormati yang bisa saja tingkat keimanan dan ketakwaannya berada diatas kita.

Itulah makna hari kemenangan yang sebenarnya dimana semua orang mampu merasakan dan jangan sampai kemenangan yang akan kita raih berubah menjadi suatu kekalahan karena kesalahan yang kita lakukan. Semoga Allah SWT memberikan rahmat serta hidayah untuk kita semua dalam meraih kemenangan yang sesungguhnya.

sumber : http://lomba.kompasiana.com


Gerakan Pembakaran Al-Qur’an (lagi) oleh Geraja Kristen AS….

September 7, 2010

Astaghfirullah… Sebagian Warga AS Berencana Membakar Alquran

Senin, 16 Agustus 2010, 14:21 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, FLORIDA–Provokasi dan pelecehan masyarakat Barat terhadap umat Islam tak jua berhenti. The Council on American-Islamic Relations (CAIR) mengungkap rencana gereja-geraja di Florida membakar Alquran dalam sebuah acara yang diberi tajuk: International Burn A Koran Day’. Acara yang diprakarsai World Dove Outreact Center ini nantinya mengagendakan pembagian Aquran kepada setiap jamaah gereja, masyarakat umum, penegak hukum, dan pers. Setelah dibagikan, Alquran tersebut bakal dibakar pada momen peringatan tragedi 11/9.

Perwakilan organisasi tersebut mengatakan akan membakar Alquran di luar gereja pada tanggal 11 September. Mereka juga meminta dukungan masyarakat AS untuk memasyarakatkan ide pembakaran Alquran tersebut. Tak semua gereja mendukung gerakan dan ide gila ini. Beberapa perwakilan gereja di sana secara tegas menolak hal itu.

Menanggapi rencana tersebut, CAIR meminta umat Islam mencegah ide gila yang bisa merusak hubungan baik antara dunia Barat dan Islam yang selama ini terjaga. “Komunitas Muslim Amerika dan masyarakat AS seharusnya mendukung usaha untuk menghilangkan ketakutan terhadap Islam,” ungkap Direktur CAIR National Communications, Ibrahim Hooper, seperti dikutip dari OrlandoSentinel pada Rabu (21/7).

Hooper menyebut hasil riset CAIR menunjukkan gerakan anti-Islam menurun ketika seseorang memiliki akses ke informasi yang akurat tentang Islam dan dapat terhubung secara pribadi dengan komunitas Muslim. terkait hal itu, CAIR mendesak semua pihak agar saling mendukung dan memberikan pengertian untuk melawan ide pembakaran buku tersebut dengan menyelenggarakan diskusi tentang Islam dan Alquran selama Ramadhan. Baca entri selengkapnya »


Bimbingan Berhari Raya Idul Fithri

September 6, 2010

MENGAPA DINAMAKAN ‘ID?
Secara bahasa, ‘Id ialah sesuatu yang kembali dan berulang-ulang. Sesuatu yang biasa datang dan kembali dari satu tempat atau waktu.

Kemudian dinamakan ‘Id, karena Allah kembali memberikan kebaikan dengan berbuka, setelah kita berpuasa dan membayar zakat fithri. Dan dengan disempurnakannya haji, setelah diperintahkan thawaf dan menyembelih binatang kurban. Karena, biasanya pada waktu-waktu seperti ini terdapat kesenangan dan kebahagiaan.

As Suyuthi rahimahullah berkata,”’Id merupakan kekhususan umat ini. Keberadaan dua hari ‘Id, merupakan rahmat dari Allah kepada ummat ini. Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,”Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, dan penduduk Madinah mempunyai dua hari raya. Pada masa Jahiliyyah, mereka bermain pada dua hari raya tersebut. Beliau bersabda, ’Aku datang dan kalian mempunyai dua hari, yang kalian bermain pada masa Jahiliyah. Kemudian Allah mengganti dengan yang lebih baik dari keduanya, (yaitu) hari Nahr dan hari Fithri’.” [Dr. Abdullah Ath Thayyar, Ahkam Al ‘Idain Wa ‘Asyri Dzil Hijjah, hlm. 9]. Baca entri selengkapnya »


Memburu 10 Hari Terakhir Ramadhan

September 5, 2010

Kalangan ulama tafsir banyak menafsirkan ayat sumpah Allah SWT dalam surat al-Fajr  bahwa layalin asyr (dan demi malam yang sepuluh)
KITA telah masuk pada penghujung bulan Ramadhan, berarti telah masuk pada sepertiga terakhir yang berisikan sepuluh atau barangkali hanya sembilan hari saja. Maha Benar Allah SWT ketika menyebutkan bahwa Tamu Agung Ramadhan hanyalah ayyaam ma’dudaat (beberapa hari yang telah ditentukan).  Cepat dan singkat, namun Ramadhan berisikan kemuliaan dan keberkahan yang luar biasa.

Kalangan ulama tafsir banyak yang menafsirkan ayat sumpah Allah SWT dalam surat al-Fajr  bahwa layalin asyr (dan demi malam yang sepuluh) maksudnya adalah malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan, walaupun banyak pula yang menafsirkan maksudnya adalah sepuluh malam bulan Dzulhijjah, ada pula yang mengatakan sepuluh hari pertama bulan Muharram. Semua penafsiran bisa jadi benar, karena masing-masing mempunyai dalil-dalil yang mendukungnnya.

Pada hari-hari terakhir ini Baginda Nabi SAW bersiaga penuh mengisi malam-malamnya, sampai-sampai beliau mengasingkan diri dari isteri-isterinya, beriktikaf di dalam masjid, beribadah dan bermunajat kepada Allah SWT, sebagai  kesempatan akhir “ngalap berkah” bulan Ramadhan. Tak heran  seperti diriwayatkan oleh istri beliau Sayidah Aisyah bahwa Rasul SAW bersungguh-sungguh dalam beribadat pada sepuluh  hari terakhir bulan Ramadhan yang tidak dilakukannya pada bulan-bulan yang lain.

Pertanyaanya, mengapa demikian? Mengapa Nabi SAW mendorong umatnya untuk melipatgandakan ibadah dalam waktu tersebut? Jawabnya singkat, karena pada malam-malam bulan Ramadhan tersebut, terutama pada malam-malam yang ganjil, terdapat malam Lailatul qadar, malam kemuliaan yang sangat istimewa yang semua orang berlomba memburunya, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan, sebagai bonus hadiah Tuhan bagi orang yang ikhlas mengabdi kepada-Nya.

Lailatul qadar ibarat benda elok yang sangat indah namun langka. Tak heran jika tak mudah meraihnya, karena mahal harga belinya. Malam kemuliaan tersebut hanya dapat dibeli dengan pengorbanan jiwa raga, dengan amalan-amalan ibadah yang telah dituntun oleh agama, seperti melakukan qiyamullail, berpuasa sesuai tuntunan, tilawah, dan tadarus al-Quran dengan tadabbur, berdoa, zikir, memperbanyak istighfar, muhasabah diri, perbanyak sedekah, serta amalan ma’ruf lainnya untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat pada umumnya.

Lailatul qadar dirahasiakan? Jelas sesuatu yang mahal dan langka tentu dirahasiakan dan tidak diobral, agar umat semangat berlomba memburunya, dan agar ibadat tidak hanya dilakukan pada waktu tertentu saja, namun pengabdian haruslah langgeng terus dilakukan selagi hayat masih kandung badan.

Merugilah kita yang luput dari peningkatan ibadah pada hari-hari sepuluh terakhir ini. Kebahagiaan mukmin sebenarnya bukan hanya karena akan mendapatkan bonus pahala lailatul qadar dan sejenisnya, namun kebahagiaan mukmin adalah saat dirinya mengabdi, mohon ampun, berserah dan tunduk kepada pencipta-Nya, karena itulah nikmat besar yang tiada taranya!

Oleh: Amiruddin Thamrin MA*Penulis tinggal di Damaskus-Suriah


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.