SAIL BANDA 2010; Antara Harapan dan Kenyataan


SAIL BANDA 2010; Antara Harapan dan Kenyataan

Harapan :

Jika kita review Sail Bunaken 2009, pada Agustus lalu adalah even maritim internasional dan parade kelautan terakbar yang pernah digelar di dunia, di mana mempertandingkan beberapa cabang olahraga  air termasuk diving, dan parade kapal perang, pemecahan rekor cabang cabang olahraga, serta parade kapal perang dan yang terunik adalah upacara kemerdekaan R.I., 17 Agustus di bawah air (reborn party underwater).

Penulispun mencoba membuat survey kecil-kecilan dengan menggalang dukungan di internet melalui situs jejaring sosial facebook, dengan membuat grup untuk mendukung event Sail Banda 2010, dan hasilnya sangat fantastis, selama sepekan saja dukungan untuk even ini sudah mendekati angka ribuan, dengan berbagai komentar dan masukan guna mensukseskan momen bersejarah ini.

Suksesi Sail Bunaken 2009, di Manado Sulawesi Utara, tidak terlepas dari program besar Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) yang akan mengadendakan even serupa dengan tajuk “Sail Banda” di tahun 2010.

Ide brilian ini tercetus dari Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi setelah sukses menggelar ‘Sail Bunaken 2009′ sebagaimana yang diungkapkan oleh Direktur Jendral Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Alex Retraubun kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Jumat (28/6)

“Program untuk membangkitkan pariwisata di Maluku ini akan sukses jika didukung semua komponen masyarakat, termasuk kalangan pers,” katanya di Ambon, Maluku, Selasa (8/9).

Namun mampukah pemerintah daerah membuat persiapan yang matang untuk penyelenggaraan kegiatan bertaraf internasional itu, belum pernah terukur dan teruji sama sekali, sebab sukses Sail Bunaken 2009, persiapannya sudah dilakukan sejak empat tahun lalu dan promosinya dilakukan di mana-mana.

Media lokal dan nasional juga gencar mensosialisasikannya kepada masyarakat, sehingga mendapat dukungan semua komponen.

Kalangan pers di Ambon, ujarnya, harus membantu mendidik dan mempersiapkan masyarakat untuk menyambut Sail Banda 2010, mulai dari menjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan, mengingat pemerintah hanya berfungsi memfasilitasi serta melemparkan ide dan gagasan.

potensi sumber daya alam, terutama potensi wisata bahari yang ada di banda akan semakin terkenal di dunia internasional.

Khusus Pulau Banda, tambahnya, telah dikenal dunia sejak dahulu karena rempah-rempahnya, sehingga promosinya tidak terlalu sulit.  Oratmangun menambahkan, Pemerintah Daerah, harus mempunyai determinasi yang tinggi untuk membawa konsep Sail Banda di departemen departemen terkait agar memperoleh dukungan, di samping itu jaringan ke luar negeri harus dimanfaatkan dan ditingkatkan.

Olehnya itu Semua komponen harus bergerak bersama jika ingin acara Sail Banda 2010 sukses dan mendapat tempat di mata dunia. Saatnya sekarang kita buat mata dunia melihat Indonesia dari Maluku.

Even sail banda ini rupanya disambut baik oleh sebuah operator telepon terkenal untuk mensuport jaringan telekomunikasi seluler bahkan nirkabel (baca: wifi) di banda guna mensukseskan even ini.

Gayungpun bersambut, beberapa investor lokal pun mulai siap-siap berbenah mempersiapkan sarana dan prasarana termasuk pihak perbankan sebagai penggerak ekonomi lokal guna menyambut pesta wisata yang tentunya akan melibatkan berbagai kalangan dari dalam maupun luar negeri ini. (Ameks,16/09/09)

Kenyataan :

Sayangnya belum ada komentar resmi dari pemerintah daerah Propinsi Maluku, tentang masterplan even ini atau agenda terdekat yang akan membahas sail banda 2010, dalam hal ini Dinas pariwisata maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah, terkait rencana pelaksanaan sail banda 2010 ini. Harusnya pemerintah daerah melihat peluang yang cukup baik ini sebagai ajang kampanye damai selain, berhubung waktu yang semakin mendesak. Dan pemerintah daerah harus berupaya keras mengkampanyekan pariwisata kepada masyarakat Indonesia bahkan masyarakat dunia bahwa Maluku kini telah aman dan nyaman di kunjungi dengan demikian bisa menumbuhkan kembali investasi yang sempat carut marut pasca konflik saudara lalu.

6 Responses to SAIL BANDA 2010; Antara Harapan dan Kenyataan

  1. sebagai seorang mahasiswa yang terus mencari pencarian jati diri sebagai insan akademis, insan pencipta, insan pengabdi, insan bertanggung jawab. patutlah berkomentar mengenai hitam putihnya sail banda yang merupakan ajang pencitraan untuk masyarakat maluku pada umumnya dan pemprov pada khususnya, bagiku sail banda untuk sekarang hanya diketahui kalangan elitis (masyarakat tingkat atas) saja, realisasi sail banda untuk masyarakat umum (publik) sampai sekarang tidaklah efektif. bagaimana tidak, rens waktu untuk penyelenggaraan sail banda sangatlah sedikit, belum lagi kaburnya anggaran yang di berikan oleh pemerintah pusat, dimana khlayak umum hanya mengetahui besaran nilai anggaran tersebut sebesar lima ratus juta rupiah saja’, dimana kucuran anggaran tersebut, tak terlihat mata hidungnya oleh masyarakat’.
    untuk itu butuh di kaji kembali penyelenggaraan sail banda ini jangan sampai anggaran yang sekarang ini harus di ambil dari apbd pemprov ujung’ujunganya membuat rakyat menjadi bulan-bulanan. sekarang ini kesejahteraan rakyat yang harus di prioritaskan bukan event yang memperbaiki citra maluku ! ingat moment perdamaian dunia, kita sudah cukup di bohongi oleh pemerintah pusat.

  2. Frans says:

    kenalkan saya Frans, mahasiswa di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung.

    Ketika saya mendengar berita ini pertama kali, saya hanya berpikir sebagai seorang awam yang berpendapat bahwa, seperti meniru..

    Takutnya hal seperti itu juga akan ada dibenak masyarakat lainnya.

    Jadi masukan saya adalah simple,
    buat sesuatu yang beda, dalam artian bahwa, Sail Banda harus lebih baik dari pada Sail Bunaken… Dikarenakan Masyarakat Indonesia dan dunia sudah memiliki faktor standard, yaitu Sail Bunaken itu sendiri…

    Apalagi “Banda” yang belum seterkenal Bunaken.
    Perlu promosi besar-besaran…

    Thx a lot and Regards,

    Frans

    • genza says:

      maaf buat sdra frans…mahaswa stipar..sekdr klarifikasi aja….banda sjk dahulu kala sdh dikenl dmata internasional sblm indonesia terbntuk…dan disinilah( banda) penajah menanamx sahamx d bumi maluku kr rempah2nya

  3. dhony4j4 says:

    🙂 menanggapi gadri & frans, setuju… semua event harus di dahului dgn persiapan yg matang supaya bisa sukses.
    saudara frans untuk kamu memang tidak mengenal banda kamu lebih tau bunaken, tapi untuk masyarakat internasional banda cukup di kenal.
    bedanya banda dengan bunaken.
    kalo bunaken mendapat perhatian serius dari pemerintah sulawesi utara sebagai potensi wisata yang dapat menghasilkan PAD.
    Banda sama sekali tidak dipedulikan oleh pemerintah provinsi maluku tengah. sehingga aset budaya, sejara dan pariwisata boleh di bilang mati.
    sekedar saran… buat kalian berdua… lebih baik banyak membaca dulu baru berkomentar.

  4. alex anak rantau says:

    saya setuju dengan gadry n frans… sail banda itu proyek mercusuar…coba anggarannya dipake untuk membangun armada maritim di maluku pasti bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat maluku…. kita sudah miskin masih dibodohi dengan even yang ga bermanfaat…

Saya Nantikan Komentar Anda,..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: