TADZKIRAH NASYVAH AR-RACHMAH


Ambon, 3 September 2009

Akhirnya lahir dengan selamat seorang bayi yang di tunggu-tunggu, ternyata dia seorang putri cantik seperti kakaknya Tazkiyah Navysah Ar-Rachmah. dan tentu seperti ibunya. Ibu yang melahirkannya. Sayang seribu sayang, lagi-lagi Ayahnya tak berada di sisinya ketika tangisan pertama pecah pertanda lahirnya si buah hati. Seperti pejuang Nak, Mujahid, kami sedang pergi hanya beberapa jam, mencari panduan hidup, menuntut ilmu agama, demi kakakmu yang kini sudah mulai belajar baca tulis alphabet dan hijaiyah.

Namun betapa bahagianya, ketika pulang kembali, kamu sudah tidur pulas dalam buaian, sehingga tak sempat melihat sendiri betapa hebatnya ibumu memperjuangkanmu dengan mempertaruhkan nyawa, meregang antara hidup atau mati, mengusahakan agar kamu tetap lahir dan selamat. Semoga kamu mengingat perjuangan ini kelak ketika dewasa, ketika kamu telah paham bahwa seluruh kaum ibu di dunia, bertidak dengan hal yang sama, dengan ibumu, olehnya itu hargailah Ibu-mu yang melahirkan.

Ayahmu tetap berdo’a, agar kamu tidak kurang satu apa, jadilah anak cerdas, terampil dan pandai menyenangkan orang tuamu seperti nama yang melekat padamu, seperti juga kakakmu yang telah empat tahun menemani Ayah-Ibu mu, Kami, Ayah Ibumu, akan berusaha merawat dan membesarkanmu sebagaimana ketika kami orang tuamu- dirawat oleh kakek-nenekmu.

Nama yang telah lama kami siapkan ini harus menempel di jati dirimu. Tadzkirah Nasyvah Ar-Rachmah, yang maksudnya agar selalu Berzikir sebagai obat ampuh (penyembuh) untuk mebawa rahmah (kasih-sayang) terhadap sesama. Kenapa harus nama ini yang disandang terhadap mu, mirip dengan kakakmu?, dan tidak disandang dengan nama besar Bapaknya seperti kebanyakan orang, padahal nama marganya bapakmu nak, adalah gelar untuk keturunan ningrat di jaman raja-raja?

Alasan yang pertama bagi kami adalah, pemberian nama ini adalah tugas dan tanggung jawab ke dua orang tua kepada anaknya, sebagaimana sunnah rasul, dan sebaik-baik nama adalah do’a, dan doa itu ibadah. Kami tidak ingin nama besar marga ayahnya akan memberatkan langkah dan menjadi beban untuk mengabdi kepada Agama, Bangsa dan Negaranya. Apalagi terhadap kedua orang tuanya. Dan sebuah nama bukanlah penentu sukses tidaknya seseorang atau nasib di kemudian hari, jika akhirnya menjadi baik dan buruk itu karena usaha dan ikhtiar mereka masing-masing. Dan tentunya karena bimbingan orang tua dan Allah Swt.

Dan yang kedua, mereka berdua adalah perempuan dan calon ibu di dalam rumah tangganya, betapapun hebatnya mereka, dalam tradisi Islam bahkan adat ketimuran akan tetap menjadi the second leader (pemimpin kedua di dalam rumah tangga) dan jika terdapat keturunan lagi, maka nama sang ibu tidak disandang lagi dalam nama keluarga, namun yang disandang adalah nama keluarga Bapak atau Ayahnya, dengan demikian nama marga yang melekat pada Ibunya akan hilang dengan sendirinya.

Lantas kenapa dengan sengaja menghilangkan nama garis keturunan yang sangat dianjurkan dipertahankan di dalam tradisi Islam, bahkan adat ketimuran di Indonesia yang berciri khas dengan nama marga di belakangnya? Malahan sunnah Rasul pun mengajarkan untuk memilih pasangan dari keturunan yang baik-baik, dari marga yang baik-baik, tapi sekali lagi marga bukan jaminan orang akan menjadi baik, namun sekedar memelihara jalinan kekerabatan (silaturrahim) di antara sesama keluarga besar. Karena terbuki sekian banyak yang menyandang gelar bangsawanan namun moralnya bejat dan semena-mena.

Biarkan mereka mulai berdiri dengan kaki-kaki mereka sendiri. Dengan marga-marga mereka sendiri, yakni marga yang penuh rahmah, kasih dan sayang. Sudah cukup kiranya nama besar Bapaknya serta kakek-kakeknya menyandangnya, atau adik-adiknya yang laki-laki yang bisa memikulnya, namun di punggung bidadari cantikku, cukup bagi mereka untuk menyandang sebuah marga, mensifati sang pencipta, pembawa rahmah, pemberi kasih sayang terhadap orang tua dan sesama.

Saya Nantikan Komentar Anda,..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: