10 hari di Banda Naira setelah 10 Tahun tak ke Sana..


10 hari di kepulauan banda di bulan 10 ini, terasa hambar…
padahal perjalanan pulang kampung setelah 10 tahun tak ke sana (1999-2009) terlintas akan harapan tempat yang asri, nyaman dan sejuk. bayangan hawa seger menentramkan hati dan yang indah-indah pokoknya, yang menggiurkan lah…

Kepulauan banda, tak lain dan tak bukan adalah gugusan pulau-pulau kecil (9 pulau) di sebelah tenggara Pulau Ambon, 12 mil dengan perjalanan kapal luat bisa ditempuh dengan 8-12 jam perjalanan dari Ambon. atau dengan pesawat foker dengan 18 penumpang ditempuh dengan 45 menit dari bandar udara Pattimura Ambon.

Tempat yang asri dan sangat terkenal dengan pemandangan bawah laut yang tak kalah dengan taman laut Bunaken di Manado bahkan nama yang besar ini pula telah tercantum di dalam peta Marcopolo ketika menjelajah Nusantara di jaman pelayaran VOC. sehingga Banda pun sering disinggahi kapal-kapal pedangan portugis dan Belanda yang kemudian memperdagangkan salah satu komuditi yang sangat terkenal saat itu dari pulau Banda yakni Pala dan Cengkih.

Nama besar Banda pun bahkan sudah mahsyur dan tidak terdengar asing di kalangan orang-orang Eropa yang melayari Maluku….sehingga jalur perdagangan yang melintasi kawasan Jazirah Al-Mulk (kawasan raja-raja) Maluku saat itu, sering berakhir di pulau Banda….

akhirnya dominasi perdagangan yang silih berganti antara portugis dan Belanda, memainkan peran yang cukup penting di Banda, sehingga kekuasaan ini berakhir dengan pengambil alihan secara paksa perkebunan masyarakat Banda, bahkan mereka di ungsingan secara paksa ke bagian tenggara maluku yang kini terkenal dengan Banda Ely…di sanalah orang Banda Asli dan keturunannya bermukim.

Sementara yang tetap tinggal dan membangkan di hukum gantung tanpa pengadilan dan dimasukkan di salah satu sumur yang terkenal di Banda dikenal dengan Naman ‘Parigi Rante’ (sumur rantai.pen).

singkat cerita……dan bukti-bukti sejarah itu kini masih berdiri kokoh dan terawat….hingga kini…

kini…tempat yang asri ini akan dijadikan tempat perhelatan akbar, even kelas dunia untuk merangsang tumbuh dan kembangnya pariwisata di kawasan timur khususnya Maluku…..dari Banda..semoga bisa mengubah pencitraan untuk maluku secara mendunia.

Namun apa yang terjadi,  even besar yang akan di gelar bertajuk Sail Banda 2010 ini sepintas terlihat berjalan pincang…dan tertatih-tatih..

Pengelolaan dan manajemen even ini yang tidak pernah dipublikasi secara jelas….dan transparan inilah yang membuat penduduk Banda, tidak pernah merasakan akan adanya even besar, yang berpeluang mempengaruhi taraf hidup mereka yang sangat sederhana….

saya pun memutuskan untuk berkeliling Banda selama sepekan lebih dan mengikuti rombongan Wakil Gubernur Maluku, ketika digelarnya perayaan adat pemancangan ‘tiang Alif’ di Pulau terluar Kepulauan Banda yakni pulau Rhun….memang dalam sambutan Wagub, sangat antusias digelarnya Sail Banda, tapi pak Wagub sendiri tidak menjelaskan secara rinci, apa yang akan masyarakat dapatkan dari even besan ini.

Setelah banyak berpapasan dengan penduduk, kumpul2 dengan family yang kangen sudah gak ketemu lama, sekedar melepas rindu, dan ujung2nya bicara tentang prospek positif apa jika ada even sail banda 2010 nanti?

jawabannya ap?, penduduk dan warga sekitar pun banyak yang belum tahu kalo ada pesta laut terheboh sepanjang sejarah pasca even yang sama yakni  SailBunaken 2009, nantinya yang terpusat di banda, sebagai pulau pariwisata dan bersejarah….sehingga nampak pembenahan di sana-sini terhadap rumah2 mereka, lingkungan2 mereka layaknya ketika menyambut 17 agustusan kan mesti ada…..

pemerintah kecamatan Banda pun nampaknya lepas tangan dan tak mau tau tentang dahsyatnya even ini, dan bahwa lewat ribuan orang yang berkunjung ke banda inilah prospek income bisa diraih…pendapatan meningkat….

saya pun mencoba mengitari jalan-jalan utama di pulau Naira (kota nera)…nampak kumuh dan tak terawat….bahkan (ma’af) hampir bisa dibilang tak layak sebagaimana sebuah kota wisata layaknya…bahkan terik siang itu yang seakan membakar kulit, membuat  jalan-jalan utamadi kota kecil Naira (baca: Nera) semakin sepi seperti di dalam hutan….sayapun bertanya kepada pemandu (teman lama) yang saya ajak berjalan kaki…
katanya beginilah Banda itu….ramainya pas ada kunjungan tamu kenegaraan atau bupati saja…atau pas bersandarnya Kapal PELNI dari dan tujuan Banda….

Saya pun berkesempatan  menyaksikan orang tumpah ruah di jalan-jalan utama desa Nusantara sampai sekitar pelabuhan Banda ketika kapal PELNI (KM Ciremai) tujuan Ambon merapat hari itu….

.hatiku berguman…inikah wilayah yang akan dijadikan pusat sail banda 2010 itu?…sangat tidak siap memikul beban sail banda 2010….kecuali…

Pemerintah propinsi (dinas pariwisata) harus menjemput bola lebih dulu terhadap kebijakan2 yang mengarah pada manajemen sail banda 2010 yang transparan ke publik sehingga ada kepercayaan semua pihak dan semua merasa bahwa inilah even nasional dan internasional dan milik semua kalangan….bukan semata2 menggelontorkan proyek2 terselubung di balik even sail banda2010….maksudnya dijelaskan, dikampanyekan, ke masyarakat luas…bahwa prospeknya apa…jangan cuman kampanyenya saja…tapi masyarakat bawah akan dapat apa dari even ini….
kalo investasi besar pasti masuk….tapi belum bisa di rasakan langsung…
dibutuhkan geliat prospek apa yang bisa dilakukan untuk masyarakat maluku dengan even ini…..jangan2 cuman kampaye investasi, kampanye damai…tapi malah nanti menyengsarakan masyarakat banda
contoh kasus…kunjungan wapres terpilih Boediono beberapa waktu lalu di Banda, masyarkat Banda tidak leluasa dan dibatasi geraknya….
bagaimana lagi nantinya dengan tamu kenegaraan lain…apa akan seperti ini lagi??

Hemat saya, kalau hanya kampanye di internet…kita akan dukung sepenuhnya…tapi bagaimana masyarkat bawah yang tak tau menahu tentang internet???? yang tak pernah tau mau diapakan banda sana….
mereka butuh penjelasan..yang rinci….
apa dan mengapa harus sail banda, untungnya apa…
yang mereka tau adalah kebanggaan saja….bahwa ada acara besar…tapi buat apa bangga kalo perut kosong….
saya yang terlahir di sana pun sempat bingung….mau diapain lagi banda…kalo tidak dijelaskan…akan tidak siap even ini…percayalah…..

semoga kalian  dengar keluhan ini kawan

One Response to 10 hari di Banda Naira setelah 10 Tahun tak ke Sana..

  1. mia says:

    sy juga sedikit share dgn temen2 tp bnyk dr mereka jstr gak tau letak Banda Naira,,,pdhl sy yakin This Island is most powerfull and wonderfull than other island,,, smangaaat pak!

Saya Nantikan Komentar Anda,..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: