Antara Pinggang dan Remuknya Pikiranku


catatan ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan pinggangku dan pikiranku yang memang terkadang sakit secara jasmani…tetapi tentang masalah perjalanan melaksanakan tugas pokok di berbagai tempat, yang boleh anda ambil hikmahnya.

Catatan dari perjalanan seorang pengajar seperti saya, setelah beberapa waktu belakangn ini disibukkan untuk mengajar sana sini, di dalam negeri dan di luar negeri (kata orang ambon negeri itu kampung). Namlea (P. Buru), Tehoru (Maluku Tengah), Gale-gale (Maluku Tengah) dan kota Masohi (Maluku Tengah).
ternyata ada hal yang lebih penting dari semuanya yaitu tentang pentingnya me-manage (baca: mengatur) waktu agar tetap konsen dan lurus mengatasi berbagai masalah yang silih berganti datang.

Dari bagaimana mengatur waktu dengan keluarga, hingga mengatur waktu dengan relasi (teman sejawat) juga mahasiswa bimbingan yang wajib tidak boleh ditinggal lebih-lebih mengatur waktu dan qalbu (hati). Kesempatan demi kesempatan yang datang terkadang harus berjumpalitan (melompat sana-sini) untuk menyiasati waktu yang lowong, sebab jika telat sedikit saja, sudah ada orang yang berteriak-teriak di HP, ciut-ciut di Tweet (itu….alat komunikasi), dari Rumah dan dari Kampus. Terkadang dalam perjalanan lompat sana, lompat sini itu, saya sering senyum sendiri…untuk apa saya lakukan semua ini? jawabnya bukan karena DUIT…(koq bisa..!!)

Tentu bukan sekedar cari penghasilan tambahan, sebab Alhamdulillah, meski gaji bukan ratusan juta, tiap bulan kami dan keluarga tetap bisa makan sederhana dari hasil mengajar dan menjadi konsuler penulisan (jasa rental pengetikan) di luar jam kantor. bahkan terkadang berlebih…Alhamdulillah.

Tapi kenapa masih mau mengajar di atas 32 Jam per minggu siang dan malam?…InsyaAllagh hanya semangat berbagi tentunya…meski semua orang juga tahu bahwa kerja paruh waktu degan mengajar bukan penghasilan yang menjanjikan. jika alasan duit, saya masih bisa mendagangkan FOREX, Bisnis Online, jual barang lokal di internet, dan penghasilan tambahan online lainnya di internet dan tambahan lainya di rumah, jelas bukan duit yang saya cari….

Untuk hidup mewah dan serba ada jika sukses nanti, adalah impian semua orang tentunya, tapi tidak untuk saya dan keluarga, lihatlah rumah keluarga besar kami di kota Masohi sederhana, kadang atapnya bocor jika hujan… tapi orang tua dikenal warga punya banyak tanah di kota Masohi. Tapi bukan itu ukuran kebanggaan keluarga tentunya…

Yang saya warisi adalah hidup serba cukup saja, sudah merupakan kebanggaan dan suksesi tersendiri.
Apalagi bisa melihat orang lain tersenyum dan berbangga dengan usaha kita atas mereka.
Sebuah sekolah menengah atas (MAN SERAM)yang pernah kami rintis bersama beberapa tokoh di kota Masohi (Maluku Tengah) sejak masih swasta (thn 2004) sampai kini melejit dinegerikan, dan berkembang pesat, telah bermanfaat banyak bagi masyarakat kota masohi, ini kebanggaan tersendiri, meski dengan berat hati meninggalkan sekolah itu untuk mengajar pada perguruan tinggi, spirit perjuangannya tetap terjaga. Ada yang pernah berfikir bahwa keluarga kami terlibat korupsi dan sekolah, untuk apa? sob..Seandainya saja Kalau keluarga kami dengan Yayasan sekolah mau korupsi, akan gampang terlihat dari rumahnya yang akan megah. Buktinya dari sekolah masih swasta sampai kini dinegerikan, tidak ada yang berubah di rumah kami. Bahkan makanpun masih (kasuami/suami) sejenis parutan ubi yang dikukus, khas sulawesi tenggara. Tiga Kendaraan yang terparkir di depan Rumah itu pun sudah ada sejak 15 tahun lalu, dengan usaha mandiri.

Terbayang tentang Ilmu Komputer (TIK) yang diajarkan di sekolah (SMA) dulu (di Masohi) tidak banyak yang mau mengajarkan di sekolah dengan alasan bayaran murah, setelah saya ajarkan di beberapa sekolah SMA banyak repon positif dan banyak yang mengira bahwa saya lulusan sekolah komputer, padahal lulusan sekolah ngaji (IAIN) tetapi ditengah keterbatasan dan hanya berbekal semangat mengajar kini mereka paham sendiri ternyata komputer (juga penting) selain main game dan Facebook.

Demi Allah, semua ini semata-mata untuk mengetuk pintu Do’a hingga menembus Arasy-nya Allah, dan alhamdulillah…terbukti do’a apa saja, selalu diqabulkan, jika belum saat ini ..mungkin Allah juga tahu, belum terlalu dibutuhkan saat ini.
Do’a syafaat kepada Rasulullah dan Sahabat, para Ulama dan Ustad serta guru-guru kami, Do’a dari keluarga yang sehat, cukup rejeki, orang di sekitar tenteram, teman-teman senang, orang kantor aman, keluarga besar nyaman, inilah do’aku selama ini.
Do’a lain, dikaruniani keturunan, keluarga yang selalu mau mengerti, dan do’a miliki rumah sendiri yang nyaman. Meski sederhana, orang Ambon kata ‘busu-busu rumah sendiri’ dah berdiri agak kokoh untuk konstruksi yang InsyaAllah tahan gempa.

Dengan dibangunnya rumah yang kini saya tempati, Saya ingin beri pelajaran saja kepada banyak orang bahwa
tidak perlu korupsi sana-sini, mengintimidasi relasi, apalagi memanfaatkan teman, satu lagi…memperdayaia mahasiswa bimbingan….(nauzubillah)
Mencapai sukses kecil tidak perlu bersembunyi di balik topeng, beralih status ‘pura-pura baik’ (munafik) atau jadi perampok dan koruptor serta penipu (dulu) atau jadi bosnya dosen (DEKAN) atau bapaknya dosen (REKTOR) untuk dapatkan sesuatu, toh di antara mereka sangat berpotensi melegalkan jalan tak bagus untuk meraih kepentingan sesat dan sesaat.

Dengan jalan disiplin dan sabar masih banyak jalan halal, cuman banyak yang tidak mau dan tidak sabar.
pelajari intisari surat Al-Ashr : 1-3 (QS.103) Sholat dan bersabar….anda akan temukan maknanya. Di antaranya bagaimana mengatur waktu dengan tetap bersabar. Semuanya akan ada hasilnya. ditambah dengan Usaha halal dan DO”A..sob, dengan keduanya semuanya bakal tercpai. pengalaman saya moga menjadi pelajaran bagi anda, pokoknya Anda tinggal minta saja tak tahu dari mana saja pertolongan dan rejeki itu datang. pokoknya tinggal mengeluh pada Allah Swt (Tuhan yang saya sangat percaya) apa saja diberi. Bahkan mungkin kalau ingin jadi presiden pun insyaAllah dikabulkan…hehehe…

One Response to Antara Pinggang dan Remuknya Pikiranku

  1. Muhamad Husni Hasim says:

    Infaq. . .

    Alasan : Karna sesungguhnya harta itu pemilik sebenarnya adalah milik Allah, dan saya sadar bukan saya pemilik sebenarnya.

    Manfaat : Saya memberikan Jam Tangan agar si pemakai dapat mengatur jam Sholat.

Saya Nantikan Komentar Anda,..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: