Sistematika ajaraan (Aqidah, Syariah dan Akhlak) dalam Islam


Aqidah adalah bentuk jamak dari kata Aqaid, adalah beberapa perkara yang
wajib diyakini kebenarannya oleh hati, mendatangkan ketentraman jiwa, menjadi keyakinan yang tidak tercampur sedikitpun dengan keragu-raguan. Aqidah adalah sejumlah kebenaran yang dapat diterima secara mudah oleh manusia berdasarkan akal, wahyu (yang didengar) dan fitrah. Kebenaran itu dipatrikan dalam hati, dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu.

Aqidah dalam Al-Qur’an dapat di jabarkan dalam surat (Al-Maidah, 5:15-16) yg
berbunyi “Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah dan kitab yang menerangkan. Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan dengan kitab itu pula Allah
mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus” “Dan agar orang-orang yg telah diberi ilmu meyakini bahwasannya Al-Qur’an itulah yg hak dari Tuhanmu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yg beriman kepada jalan yang lurus.” (Al-Haj 22:54)

Aqidah, syariah dan akhlak pada dasarnya merupakan satu kesatuan dalam ajaran Islam. Ketiga unsur tersebut dapat dibedakan tetapi tidak bisa dipisahkan. Aqidah sebagai system kepercayaan yg bermuatan elemen-elemen dasar keyakinan, menggambarkan sumber dan hakikat keberadaan agama. Sementara syariah sebagai system nilai berisi peraturan yang menggambarkan fungsi agama. Sedangkan akhlak sebagai sistematika menggambarkan arah dan tujuan yg hendak dicapai agama.

Muslim yg baik adalah orang yg memiliki aqidah yg lurus dan kuat yang mendorongnya untuk melaksanakan syariah yg hanya ditujukan pada Allah sehingga tergambar akhlak yg terpuji pada dirinya.

Atas dasar hubungan itu, maka seseorang yg melakukan suatu perbuatan baik,
tetapi tidak dilandasi oleh aqidah atau keimanan, maka orang itu termasuk ke
dalam kategori kafir. Seseorang yg mengaku beraqidah atau beriman, tetapi tidak mau melaksanakan syariah, maka orang itu disebut fasik. Sedangkan orang yang mengaku beriman dan melaksanakan syariah tetapi dengan landasan aqidah yg tidak lurus disebut munafik.

Aqidah, syariah dan akhlak dalam Al-Qur’an disebut iman dan amal saleh. Iman
menunjukkan makna aqidah, sedangkan amal saleh menunjukkan pengertian syariah dan akhlak.

Seseorang yg melakukan perbuatan baik, tetapi tidak dilandasi aqidah, maka perbuatannya hanya dikategorikan sebagai perbuatan baik. Perbuatan baik adalah perbuatan yg sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan, tetapi belum tentu dipandang benar menurut Allah. Sedangkan perbuatan baik yg didorong oleh keimanan terhadap Allah sebagai wujud pelaksanaan syariah disebut amal saleh.
Kerena itu didalam Al-Qur’an kata amal saleh selalu diawali dengan kata iman. antara lain firman Allah dalam (An-Nur, 24:55) “Allah menjanjikan bagi orang-orang yg beriman diantara kamu dan mengerjakan amal saleh menjadi pemimpin di bumi sebagaimana Ia telah menjadikan orang-orang dari sebelum mereka (kaum muslimin dahulu) sebagai pemimpin; dan mengokohkan bagi mereka agama mereka yg Ia Ridhai bagi mereka; dan menggantikan mereka dari rasa takut mereka (dengan rasa) tenang. Mereka menyembah (hanya) kepada-Ku, mereka tidak menserikatkan Aku dengan sesuatupun. Dan barang siapa ingkar setelah itu, maka mereka itu adalah orang-orang yg fasik”.

Sumber: http://muslimcianjur.blogspot.com/2007/04/aqidah-syariah-dan-akhlak-dalam-islam.html

Bagaimana Tanggapan Anda….?

7 Responses to Sistematika ajaraan (Aqidah, Syariah dan Akhlak) dalam Islam

  1. Itha Chailand Naya says:

    menurut saya…… Aqidah itu adalah keyakian yg terdapat pada diri seseorang seperti dia percaya akan adanya sang pencipta yaitu Allah, degan hal ini maka orang tersebut memiliki keimanan. keimanan itu dapat berjalan degan baik apabila diberangi dengan akhlak yakni perbuatan atau tingkah laku yang baik pula hal ini pun dapat terwujud dengan mengamalkan apa-apa yang sudah ditentukan di dalam syariah, yakni melakukan segala sesuatu sesuai dengan aturan yang sudah di ajaran oleh Rasulullah Saw.
    Kami dari kelompok 2:
    Nurlita Tuanaya,Iswandi Gunur,Aca Mardian,Asmawati Rosonrey,Hilda Wakang,Anita Silawane

  2. aditya vira.p rumakat says:

    aqidah, syariah, akhlak merupakan ikatan yang plng penting dalam ajaran islam akan tetapi aqidah adalah dasar dari semuanya, jika akidah baik mka syariah dan akhlaknya pun jg baiik….

    untuk menjadi muslim yang baik ketiganya harus diimplementasikan pda kehidupan sehari_hari, kepada allah maupun sesama umat manusia.

  3. menurut saya,,
    aqidah itu merupakan keyakinan seseorang dalam mengambil keputusan tanpa ada keraguan
    dan syariah merupakan suatu perintah yang di anjurkan atau di wajibkan,
    akhlak pun demikian mencangkup sikap, kepribadian dan mental seorang muslim(manusia)

    intinya’ dalam islam kita harus benar” menjaga sikap,mental,dan harus banyak bersabar,
    karena dapat menjaga ahklak,dan dapat menjalankan syariah’ sesuai dengan perintah rasulullah saw. dan tak akan ragu dan bimbang dalam berfikir,,
    dengan semua itu kita dapat menjadi seorang muslim berahklak, yg baik,,!!!

    mungkin itu saja yg dapat saya sampaikan,,saya perwakilan dari kelompok 7′ yg beranggotakan,,HAIRANI MARASABESSY, FAZRUL M WAEL, MAHRUS FATILOUW, SYAHABUDIN BUGIS,
    RUANG B1′ FAK/PERIKANAN, UNIDAR AMBON..
    TERIMA KASIH !!!

  4. Kelompok 2 (Ida Tamher, dkk) says:

    Menurut kami, Syariat islam merupakan acuan melangkah bagi umat Islam, acuan ini bersifat kemutlakan dan tidak bisa ditolerir tanpa melewati syarat atau kriteria yang ketat. Di sisi lain syariat Islam adalah ajaran islam yang membicarakan amal manusia baik sebagai makluk ciptaan Allah maupun hamba Allah. Jika merujuk pada al-Quran Surat Al Ahzab ayat 36 mengajarkan bahwa sekiranya Allah dan RasulNya sudah memutuskan suatu perkara, maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain.

    Oleh sebab itu secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan RasulNya belum menetapkan ketentuannya maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat dalam Surat Al Maidah QS 5:101 yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah. Dengan demikian perkara yang dihadapi umat Islam dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah itu dapat disederhanakan dalam dua kategori, yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori “Asas Syara” dan perkara yang masuk dalam kategori “Furu Syara”.

    Hormat Kami Kelompok 2 (Ida Tamher, Indrawati, Masbia Alhaming, Sitimahdi Flores, Sridarna Sahubawa, Mahwan Matdoan), Ruangan B-2, Fakultas Perikanan.

  5. Nadya Faradiba J.S.M says:

    menurut saya aQidah merupakan dasar dlm ajaran islam karena kalau pada dasarnya seseorang tidak berakidah maka syariah dan akhlak tidak bisa ditegakkan secara baik dan benar.Karena untuk menjadi muslim yang baik itu kita harus dilandasi dengan akidah yg baik dan benar untuk mendorong diri kita melaksanakan syariah yang ditujukkan pada Allah melalui ibadah dan muamahallah sehingga tergambar kita sebagai muslim yang berakhlak terpuji atau muslim yang baik.

  6. hasmi mokodongan says:

    Menurut kami, setuju dengan tanggapan bapak,,…namun ada sedikit tambahan tentang aQidah menurut pandangan kami juga yaitu merupakan suatu Tiang yang kokoh bagi umat islam diibaratkan Rumah Aqidah adalah Vondasi yang menjadi landasan atau awal dari berdiri tegaknya rumah itu….tanpa aQidah seorang muslim tidak akan mempunyai kepercayaan akan iman yang kuat dan tidak meyakini sesuatu dengan sungguh-sungguh bahkan sedikitpun tidak ada kepercayaan dirinya akan rukun Iman dimana setiap 1 (satu) dari Setiap rukunnya wajib diamalkan.
    sedangkan kalau kita sudah mempunyai aqidah yang baik dan benar maka untuk menjalankan syariahpun tidak akan menyimpang dari apa yang telah diajarkan karena syariah itu perwujudan dari perbuatan seseorang…terimakasih pak.

    Hasmi Mokodongan DKK ruang B2 (MSP Semester 4 )
    Hamid Djabir
    Samas Rumodar
    Rustam Patti
    Abdurahim Nurau

    • ayu wandira says:

      Menurut saya apa yang sudah ditulis bapak sudah benar dan saya sangat sependapat dengan bapak..karena pada dasarnya antara aqidah syariah dan akhlak merupakan dasar yang utama bagi seseorang yang beragama islam dimana seseorang akan berakhlak Mulia apabila sudah mempunyai aqidah yang kuat dan mampu menjalankan syariah dengan baik dan benar

Saya Nantikan Komentar Anda,..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: