Robohnya Masjid di Kota Kita?


Masjid sebagai institusi keagamaan telah hadir dan eksis sejak Islam itu berdiri, bahkan menjadi institusi yang paling lama bertahan di tengah bergantinya zaman ke zaman semenjak Islam diproklamirkan sebagai Agama dan peradaban. Meskipun dari segi bentuk fisik, ornamen serta tampilannya Masjid memiliki ciri khas yang disesuaikan dengan budaya tempatnya berada, namun dari segi fungsinya sebagai tempat ibadah terus bertahan hingga kini. Bahkan di era belakangan masjid tidak saja menjadi pusat peribadatan semata namun dikembangkan sebagai pusat kebudayaan masyarakat muslim, pusat-pusat pendidikan, pusat kajian ekonomi, balai kesehatan atau rumah sakit, kajian sosial kemasyarakatan bahkan bahkan menjadi sentra kajian politik Islam.
Sebagaimana fungsi dan kegunaannya, Masjid ketika pertama kali dikukuhkan tidak saja sebagai lembaga multifungsi di masa Rasulullah Saw, lebih dari itu Masjid menjadi satu-satunya epicentrum kebudayaan sekaligus ‘urat nadi’ perkembangan dan syiar Islam dari masa ke masa. Berkembangnya dan diterimanya atau tidaknya Islam di suatu tempat bisa diketahui dari masjid yang berada di tempat itu.

15 Responses to Robohnya Masjid di Kota Kita?

  1. ” MESJID HANYA SEBAGAI SIMBOL SAJA”

    Dewasa ini kita lihat banyak mesjid-mesjid yang kelihatan megah, saja bentuk bangunannya, tetapi setiap waktu ibadah , sangat jauh dari yang kita harapkan, karena menurunnya tingkat keimanan umat muslim sekarang ini, dan tentunya banyak mesjid yang di jadikan hanya sebagai simbol.

    Dengan kondisi ini tidak mustahil jikalau suatu saat mesjid akan di alih fungsikan sebagai bangunan yang bukan lagi sebagai tempat ibadah, dan kondisi ini sangat memprihatinkan dan jangan heran atau berkeluh kesah jika suatu saat azab ALLAH’ turun kepada kita.

    Mesjid sangatlah penting bagi semua umat muslim, sebagai tempat ibadah dan tempat berdiskusi, bertukar pikiran, dan tempat untuk tenangkan diri.

    Isilah kekosongan mesjid pada saat-saat waktu ibadah dan kegiatan islami lainnya !!!!

    * munkin itu saja tanggapan dari kami’..kami dari kelompok 8′ ruang B1′ fak/perikanan, UNIDAR AMBON. yg beranggotakan :
    DISMAN WANGOLA, HAIRANI MARASABESSY, ANITA SILAWANE, INDRAWATI MANILET. HILDA. S. WAKANG*

    ‘TERIMA KASIH’

  2. ARSI says:

    KESIBUKAN MENCARI NAFKAH SEHINGGA LUPA MENJALANKAN SHLAT

    Dari data obserfasi yang di lakukan oleh teman-teman dari kelompok 1 kami dapat menyimpulkan bawa dampak dari kekosonga para jamah yang melaksanakan ibadah shlat di mesjid adalah pengruh faktor kesibukan sehari-hari dalam mencari nafkah karena apabila kita lihat dalam kehidupan sehari-hari banyah umat muslim yang sedang bekerja sehinga sehinga karena kesibukan mereka, sering lupa terhadap waktu shlat, ada juga yang memang sengaja mengabaikan ibadah shlat meskipun sudah mendengarkan adzan mereka acuh dan lebih mementingkan pekerjaan mereka.,

    dampak positif :
    kebenyakan umat muslim di ambon jarang ke mesji karena kesibukan mereka tapi walaupun mereka tidak shlat di mesjid merea melakukan shlat kebanyakan di rumah,

    dampak negatif :
    makin hari umat muslim di kota ambon hanya tinggal nama saja bahwa mereka orang islam namun tidak melaksanakan ibadah shlat.

    nama” kelompok VI
    FAKULTAS TEKNIK

    ARSI RAHMAN ALIMU
    ODE DOMAR KAIMUDIN
    ARBA LATU PAYAHU

  3. 11061992 says:

    TEMA : KURANGNYA PARTISIPASI UNTUK MELAKUKAN SHOLAT BERJAMAAH DI MESJIT.

    – Kami dari kelompok IV mengambil tema ini karena karena sesuai dengan fakta yang ada, setiap umat islam jarang sekali orang yang melakukan sholat berjamah di mesjit, baik itu dalam bentuk Ibadah, Sholat dan lain sebagainya terutama Sholat lima wakyu.

    – Potensi Positifnya :
    bahwa banyak orang-orang yang melaksanakan Ibadah , baik itu Sholat dan hal-hal yang baik lainnya.

    – Potensi Negatifnya :
    Bahwa banyak sekali oranh-orang yang menganggap bahwa mesjit itu adalah tempat untuk bermain, bercerita, baik itu polotik,ekonomi dan lain” sebbagainya..

    * Mungkin itu saja tanggapan dari kami kelompok IV.
    beranggotakan :

    1. Aris Munandar Ena
    2. Hatija Solissa
    3. M Kasim Patymahu

    Terimakasih.
    Wassalam.

  4. KOMENTAR says:

    ” ADA APA DENGAN MASJID -?”

    Masjid adalah simbol keislaman. Ia tidak dapat dipisahkan dari kehidupan umat Islam, karena masjid merupakan bentuk ketundukan umat kepada Allah swt. Kata masjid terulang dua puluh delapan kali dalam Alquran. Secara bahasa masjid berasal dari kata sajada-sujud artinya patuh; taat; tunduk dengan penuh hormat.

    Dari data Observasi yang dilakukan oleh teman-teman kelompok 1 di beberapa Masjid dikota Ambon,,,Kami dapat mengambil kesimpulan bahwa:
    – Sekarang ini Masjid hanya dijadikan lambang atau simbol pada daerah / wilayang tertentu saja,,,,agar masyarakat yang laeng dapat mngetahui kalau disekitar wilayah / daerah tersebut mayoritas umat muslim.
    padahal dari data Observasi,,dari 100 % umat muslim yang berdah disekitar wilayah Masjid tertentu yang melakukan Ibadah sholat hanya berkisar 10 % s/d 30 % saja.
    padahal Masjid yang dibangun begitu magah dan Besar sekali.
    jangan jadikan masjid hanya sebagai tempat pelempiasan masalah ketika anda ada Masalah.
    ” ADA APA DENGAN MASJID-?”
    jangan hanya Masjid dijadikan sebagai simbol Keislaman saja.
    tapi dari Implementasi dari fungsinya tidak dijalankan.

    Dampak Negatif:
    – Hanya Orientasi Fisiknya yang dijalnkan dan Orientasi Fungsinya ditinggalkan.

    Dampak Positif:
    – Hanya Orang” disekitar Masjid yang mendapat pujian dari warga lain karna dilihat dari bentuk fisik masjid.

    Wassalam……..

    Kelompok 6. TEKNIK.
    1. Jainal .A. Yusuf.
    2. Wahab Latuconsinna.
    3. Firdaus.

  5. vira rumakat says:

    Tema: KURANGNYA MINAT MASYARAKAT MENUNAIKAN IBADAH ke MESJID

    Dari data-data yang di dapat, ternyata banyak masyakat muslim yg kurang minat untuk pergi menunaikan ibadah ke mesjid, hal ini dibuktikan karna mesjid-mesjid yang di dapat, memiliki jamaah paling sedikit dari populasi penduduk yang ada.
    otomatis mesjid ini akan dapat menimbul dampak negatif dan positif bagi masyakat yang ada disekitarnya.

    – dampak negatif: mesjid bisa saja akan dijadikan tempat-tempat maksiat, contohnya seperti di jadikan ladang untuk para-para pencuri.

    – dampak positif: mesjid juga dapat dijadikan sebagai tempat dakwa agar dapat mengubah pola pikir dan menimbulkan minat masyarakat sekitar untuk ke mesjid

    mungkin itu saja dari kelompok kami,
    fakultas Perikanan:
    – Aditya. F. P Rumakat
    – Sindun sollisa
    – Nengsi kasongat

    terimakasih.
    wassalam

  6. hasmi mokodongan says:

    Masjid hanya sebagai formalitas……..

    tak jarang kita melihat setiap Negara, Kota bahkan sampai ke tingkat desa setiap wilayah itu mempunyai tempat ibadahnya masing-masing terkhususnya untuk umat Muslim masjid merupakan tempat ibadah yang mempunyai banyak sekali fungsi namun banyak masyarakat yang beranggapan bahwa masjid hanya sebagai tempat ibadah yang disucikan dan tidak boleh digunakan untuk kepentingan agama yang lain. namun masjid yang ada di kota maupun desa untuk saat ini masih dipertanyakan fungsinya….mengapa ? karena sebagian masjid yang ada di kota kita untuk sekarang ini hanya sebagai formalitas saja agar masyarakat lain melihat bahwa tempat atau desa ini penduduknya adalah masyarakat muslim namun ironis sekali karena masjid hanya di buat untuk di pajang tanpa ada yang mendatanginya…….hanya sebagian kecil masyarakat yang mau melaksanakan shalat di masjid bahkan bisa di hitung menggunakan jari-jari tangan …….padahal masjid yang ada tidak begitu jauh dari pemukiman warga namun sampai sekarang masih banyak warga yang kurang memahami akan arti pentingnya masjid bagi sebagian orang masjid dijadikan formalitas di suatu tempat.

    dampak Positif : orang yang biasa melaksanakan Ibadah (Shalat,Mengaji) ke masjid mendapatkan ketenangan hati, jiwa dan pikiran dan InsyaALLAH segala urusan dunia maupun akhirat akan dilancarkan.

    Dampak negatif : orang-orang yang tidak pernah melaksanakan ke masjid ialah orang-orang yang merugi, dan pastinya akan mendapat azab..

    terimakasih salam dari kel. Hasmi Mokodongan DKK (hamid djabir,qubais Rumakur)

  7. RUSDIN says:

    ” HILANGNYA FUNGSI MESJID”

    perlu kita tau mesjid adalah tempat ibadah namun yang terjadi sekarang tidak ada aktivitas yang di lakukan oleh kaum muslim yang beragama islam untuk menunaikan shlat di mesjid , hal ini sangat merugikan diri mereka sendiri padahal mereka yang membangun mesjid dan tidak memfungsikannya sebagai mana mestinya.
    sisi positifnya :
    mesjid sebagai formalitaskepada masyarakat yang membangun mesjit mendapatkan pahala apa bila mereka mengerjakan mesjid dengan iklas
    sisi negatif :
    apa gunanya mesjid yang di bangunsangat megah dan sangat besar dan tidak ada yang bemfunsikannya lagi jadi apa fungsi mesjid tersebut.,

    fakultas pertanian
    nama”-RUSDIN – NAUDIN – MASRI RUNFOT.

  8. Is Silayar says:

    THEMA

    “SHOLAT ADALAH TIANG AGAMA”

    Kelompok : 3

    Nama : ISMAIL SILAYAR
    : DIRMAN
    : MOH. ALI AGAM
    FAKULTAS : TEKNIK ( INDUSTRI)

    Umat islam merupakan umat yang paling mulia disisi Allah SWT. Dimana dalam islam itu sendiri terdapat ajaran-ajaran yang diperintahkan oleh Allah, dan juga segalah apa yang dilarangnya salah satunya ialah sholat, sebagai umat muslim diwajibkan untuk melaksanakan sholat karena sholat itu merupakan tiang agama dan sholat adalah cara yang membuat kita berkomonikasi lansung dengan Allah SWT.

    Deskripsi :
    Dilihat dari data yang di paparkan oleh kelompok 1 dimana pada mesjid Al-Ansar yang bertempat di Stain jumlah jama’ah dalam sholat hanya mencapai ± 15 % hal ini menujukan bahwa umat muslim yang berada di Stain tidak memeliki kesadaran untuk menjalankan salah satu perintah Allah yaitu untuk menjalankan sholat, yang telah kita ketahui bahwa sebagai umat islam sangat diwajibkan untuk melaksanakan sholat dikarenakan sholat merupaka tiang agama umat islam.

    Dampak Posetif :
    Sangat beruntung bagi orang yang selalu menjaga sholatnya, karea sesungguhnya Allah SWT selalu bersama orang-orang yag selalu mengikuti apa yang di perintahakannya dan niscaya rahmat dan rizqinya selalu di mudakan oleh Allah Amin.

    Dapak Negatif :
    Bagi orang-orang yang dengan segaja meninggalkan sholat, maka Allah akan murka kepadanya dan Allah juga akan menurunka Azab kepada mereka yang meninggalkan sholat.

  9. Ahmad, Umar, Resti. says:

    RETAKNYA TIANG AGAMA

    Jumlah umat muslim di kota ambon hampir memenuhi 50 % dari jumlah keseluruhan penduduk kota ambon. Hal ini kita dapat simpulkan bahwa umat muslim di kota ambon mayoritas muslim.
    Shalat sendiri merupakan tiang agama. Namun hal ini bertolak belakang dengan kenyataan pada obserfasi yang dilakukan oleh teman-teman kita di 4 mesjid yang di tujukan. Dari jumlah data observasi tersebut, terlihat dari 4 mesjid hanya sekitar 5-30% saja jemaah yang aktif dari jumlah penduduk di sekitar mesjid tersebut.

    Dampak positif dan negatif
     Dampak Negatif
    1. Kurangnya pendidikan serta kesadarantentang arti dari sholat
    2. Sholat yang terabaikan cenderung membuat penduduk di
    sekitar mesjid terebut kurang bersifat sosial/individu.
    3. Sholat merupakan kegiatan positif namun jika di tinggalkan
    maka para penduduk cenderung akan melakukan hal-hal
    berbau negative khususnya (kalangan mudah).
    4. Mengabaikan sholat merupakan awal dari kemunduran pola
    berfikir umat islam di sekitar mesjid tersebut.
     Dampak Positif
    1. TIDAK ADA

    Nama
    1. Umar Slamat
    2. Resti Harmianti
    3. Ahmad Lihoko

  10. 12503515 says:

    “Mesjid Yang Hanya Dijadikan sebagai Simbol Umat Islam”

    Deskripsi :
    Dari pernyataan di atas maka dapat kami simpulkan, bahwa umat islam di kota ambon tidak lagi menjadikan mesjid sebagai tempat ibadah melainkan sebagai pamer kemewahan sebagai simbol mayoritas umat islam.
    Dampak negatif :
    semakin banyak mesjid yang di bagun dengan kemewahan tetapi semakin di tinggalkan.
    Dampak positf :
    sebagai tempat bermusyawarah dan menyelesaikan masalah.

    nama : iswandi gunur, aca mardian, fajrul m. wael
    f. perikanan

  11. Anilda Massy .Retno.S.Sanduan.Samsul Onoly.Asti Titawail says:

    THEMA : MINIMNYA SHOLAT

    Deskripsi :
    Menurut pandangan kami disetiap masjid di kota ambon ini banyak penurunan pada setiap mengerjakan sholat di masjid dan jamaah yang mengerjakan sholat tidak memenuhi 100% dan menunaikan sholat tidaklah sebanyak 5 waktu yang di tentukan maka, di dunia agama islam sendiri banyak manusia yang tidak ada perangah hidup di dunia dan di akhirat dan manusia tidak lagi peduli pada apa yang harus wajib di kerjakan pada orang yang memeluk agama islam. Mungkin manusia banyak yang hidup lebih bercukupan, maka disitulah manusia melupakan waktu mengerjakan ibadah sholat.contohnya dimasjid Atnisa Alamat Stain Jln. Baru jumlah jamaah 80 orang saja.

    Dampak Posetif :
    Orang yang sering mengerjakan sholat 5 waktu cumin 15% berarti orang-orang yang sering mengunjungi masjid atau tempat berarti mereka yang tidak pernah lupa dengan apa yang menjadi kewajiban mereka dan selalu ingan kepada Allah SWT kita sebagai umat islam harus melaksanakan sholat 5 waktu karna sholat adalah ting agama

    Dampak Posetif :
    Orang-orang yang hidup dalam kemewahan dan kesenangan sehinga mereka lupa akan kewajiban mereka sebagai umat muslim sampai yang datang ke mesjid hanya di hitung dengan jari hanya 15%
    Masya Allah manusia lupa dengan apa yang seharusnya di lerjakan.Karna sholat adalah kewajiban semua umat muslim barang siapa tidak menegrjakan sholat nereka tempatnya.

    Kelompok : 5
    Nama : Anilda Massy
    : Retno.S.Sanduan
    : Samsul Onoly
    : Asti Titawail
    Fakultas : Teknik (Industri)

  12. 1. Febrianto H. P. Putra. 2.Muzrin Mochtar 3.Farid Lahalimu says:

    “Rapuhnya Tiang Agama Ku”

    Oleh:Kelompok 2:

    1. Febrianto H. P. Putra
    2. Muzrin Mochtar
    3. Farid Lahalimu

    “Sholat” Adalah Tiang agama yang di bangun dan di jaga dengan penuh perjuangan oleh para pendahulu kita, mulai dari zaman Nabi & Rasul kiata.

    Pembangun tiang agama yang di sertai dengan siar islam dalam waktu yang lama danperjuangan yang gigih, kini mulai merapuh.

    “Rapuhnya tiang Agama ku” kalimat itulah yang pantas di ucapkan, ketika melihat kondisi ketakwaan umat islam saat ini yang mulai menghilang. Sholat sebagai Tiang Agama pun mulai di tinggalkan.

    Betapa sungguh tak bisa di banyangkan betapa betapa hancurnya Agama kita, ketika keadaan inidi biarkan terus menerus berlanjut.

    Sungguh potret yang menyedihkan ketika hampir “sebagian besar masjid” yang ada selalu hampir KOSONG setiap waktu sholat.

    Keadaan masjid yang hanya di isis oleh beberapa orang, dengan jumlah berkisar antara 10% – 30% dari penduduk sekitar masjid berbanding terbalik dengan jumlah umat islam yang begitu banyak.
    “Entah” apa sebenarnya penyebab semua itu. Yang pasti, sebagai umat islam sudah sepatutnya kita mendirikan sholat, sebagai tiang agama kita dan untukmeningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT.

    Selain itu, sebagai umat islam kita pun patut saling mengingatkan satu dengan yang lain untuk mendirikan sholat sebagai “Tiang Agama”. Agar tiang Agama kita kelak semakin Kokoh dan tak akan Rapuh.

    Dampak yang terjadi dari keadaan tersebut berdasarkan analisa dari survei pada masjid Al-Nisa di stain.

    1. Dampak positif

    Kekosongan Masjid yang hampir sering terjadi tidak mengurung niat sebgian orang yang ingin tetap melaksanakan sholat. Karena ingin tetap bertakwa kepada Allah SWT

    Keadaan ini justru membuat sebagian orang yang masih mengerjakan sholat berniat untuk selalu mengingatkan mereka yang mulai melupakan Sholat.

    2. Dampak negatif

    Hilangnya kesadaran akan pentingnya Sholat, kian membuat tiang Agama kita semakin merapuh.

    Kondisi yang buruk pun akan terjadi ketika kondisi ini terus berlanjut. Dengan hilangnya ketakwaan dan ian kepada Allah, maka umat islam akan mudah terbawa pada dunia yang tak seharusnya. Dunia penuh dengan budaya-budaya yang di larang oleh islam.

  13. data obserfasi yang kemarin sempat dikemukakan oleh kel I membuat kami menjadi miris. bayangkan dari 4 mesjid yang di surveh, hanya sekitar 10% sampi 30% penduduk sekitar masjid tersebut yang melakukan ibadah. itupun tidak rutin. lalu apa yang di lakukan oleh penduduk yang lainnya?. dalam hal ini muncul banyak prediksi, namun apakah prediksi prediksi tersebut dapat menutupi kenyataan yang ada?. kenyataan bahwa kita sebagai umat muslim sedang berada di ambang kehancuran!.

    pada dasarnya mesjid dibangun sebagai sarana untuk memenuhi rasa lapar dan haus kita terhadap rohani yang sehat. namun pada kenyataannya mesjid sekarang beralih fungsi dari tempat ibadah menjadi tempat beradu gengsi…
    ketika orang melihat mesjid yang megah, maka mereka akan berfikir bahwa penduduk sekitar masjid tsbt orang yang berada. kita tidak bisa pungkiri bahwa fungsi msjid semakin bergeser dari tempat untuk menimbah ilmu ke tempat beradu gengsi.

    banyak hal negatif yang akan timbul bila hal seperti ini terus berlanjut.diantaranya;
    – kemunduran pola berfikir umat islam
    – umat islam cenderung bersifat indifidu
    – banyak kegiatan negatif yang di lakukan oleh pemuda
    – serta sifat egois dan mementingkan hal pribadi akan terasa.

    suhardin
    sahabudin kelrey
    amula arsyad

  14. “masjid,sholat,dan mahasiswa”

    setelah mendengarkan gasil presentasi dari kelompo , pola berfikir serta anggapan kami tentang mahasiswa sebagai pembawa perubahan menjadi beruba. mahasiswa bukan lagi sebagai pembawa perubahan tetapi mahasiswa hanyalah sebagai pembeda antara orang kuliah dan tidak kuliah. kenapa kami berfikir seperti itu?.

    mari kita kembali ke hasil survey, 3 dari 4 masjid yang di survey sebagai sampel merupakan masjid-masjid yang berlokasi di area sekitar universitas universita berbasis islam terbesar di maluku. hal ini otomatis akan menujukan bahwa penduduk daerah masjid masjid tersebut kurang lebih adalah mahasiswa mahasiswa-mahasiswa yang belajar di PT tersebut. namun kenapa jumlah jamaah di ketiga masjid tsbt masuh kurang dari kata layak. bahkan di slah satu masjid jamaahnya tidak dapat memenuhi satu saf. memang sangat di sayangkan tapi inilah kenyataanya.

    nyata dimana predikat sebagai mhasiswa muslim belum tentu di dukung dengan perilaku layaknya muslim sejati, nyata bahwa masjid tetap kosong walau berada di tengah tengah masyarakat yang memiliki pengetahuan lebih. nyata bahwa mahasiswa hanya gelar tanpa bobot yang berarti.

    hal negatif yang akan terlihat adalah. mahasiswa tidak dapat membawah perubahan yang berarti di masyarakat apabila ahlaknya mengalami kemunduran.

    mahfud ajid
    everi
    wawan say

  15. Nurfasal says:

    1.TEMA:KURANGNYA KEPEDULIAN AKAN MESJID SEBAGAI TEMPAT IBADAH

    2.DESKRIPSI
    A.15%
    B.10%
    C.30%
    D.30%
    dengan melihat pada angka yang tertulis di atas pada mesjid A,sangatlah minim kenapa demikian?ini mungkin kurangnya orang-orang untuk melaksanakan sholat dimesjid tersebut,kemudian pada mesjid B 10% dengan melihat angka yang ada pada mesjid B lebih minim lagi ini mungkin betapa kurangnya kepedulian umat muslim atas rumah ibadah,kemudian mesjid C walaupun demikian masih memiliki angka pengunjung yang masih ramai artinya masi ada kepedulian.kita lihat pula pada mesjid D,angka pengunjungnya pun masih sama dengan mesjid C.

    kurang pengunjung dari tiap-tiap mesjid,sangatlah memperhatikan bagi umat islam,padahal dimesjid kita bisa melakukan apa saja.berdoa,berceramah,dan mungkin juga sebagai tempat terjadinya interaksi antara satu komunitas dengan yang lain.

    3.-Potensi Negatif:mesjid hanya dijadikan sebagai simbol,pamor bahwa kami adalah agama islam.
    -potensi Positif:bisa dijadikan sebagai sarana ibadah,sosial dan ekonomi,pastinya penting bagi orang-orang yang beriman

    kami dari kelompok 1
    1.Nurlita Tuanaya
    2.Fadila Wailissa
    3.Salim Rumakefin

Saya Nantikan Komentar Anda,..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: