Al-Islam

banner5

Nasihat Syaikh Utsaimin untuk Para Perokok

Rokok memang belum dikenal pada masa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Karenanya, rokok dan merokok (dalam bahasa arabnya: syajair, dukhan, atau tadkhin as-sajair) hukumnya secara eksplisit tidak didapatkan dalam nash Al-Qur’an dan As-Sunnah. Namun, apakah kemudian Islam tidak boleh menyikapi fenomena rokok dan semacamnya ini?.

Nash-nash Kitabullah dan As-Sunnah terdiri dari dua jenis. Pertama, yang dalil-dalilnya jelas diarahkan kepada sesuatu itu sendiri secara langsung. Misalnya ayat “(Artinya:), Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah.” (Al-Maidah : 3).

Kedua, jenis yang dalil-dalilnya bersifat umum seperti Adh-Dhawabith (ketentuan-ketentuan) dan kaidah-kaidah yang mencakup rincian-rincian yang banyak sekali hingga Hari Kiamat.

Jadi, baik nash-nash tersebut termasuk ke dalam jenis pertama atau jenis kedua, ia bersifat keniscayaan (keharusan) bagi semua hamba Allah karena dari sisi pendalilan mengindikasikan hal itu.

Allah Ta’ala menerangkan sifat Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, dalam firman-Nya,

وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ

Dia (Muhammad) menghalalkan bagi mereka yang baik dan mengharamkan yang buruk.“ (al A’raf : 175)

Maka dari itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghalalkan setiap sesuatu yang baik  (thayyibat) dan mengharamkan setiap yang buruk (khabaits), baik makanan, minuman, pakaian, pernikahan dan lainnya.

Maka dari itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghalalkan setiap sesuatu yang baik  (thayyibat) dan mengharamkan setiap yang buruk (khabaits),dan rokok masuk dalam kategori yang buruk atau khabaits.

Dan rokok masuk dalam kategori yang buruk atau khabaits. Karena merokok membahayakan bagi fisik dan mengdatangkan bau yang tidak sedap. Sedangkan Islam adalah (agama) yang baik, tidak memerintahkan kecuali yang baik. Seyogyanya bagi seorang muslim untuk menjadi orang yang baik. Karena sesuatu yang baik hanya layak untuk orang yang baik. Dan Allah Ta’ala adalah Maha Baik tidak menerima kecuali yang baik.

Selain itu, merokok di dalamnya terdapat sesuatu yang membahayakan. Dunia kedokteran juga telah membuktikan bahwa mengkonsumsi rokok dapat membahayakan. Karenanya, maka hukumnya haram. Hal ini berdasarlan firman Allah Ta’ala:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah : 195)

Dunia kedokteran juga telah membuktikan bahwa mengkonsumsi rokok dapat membahayakan. Karenanya, maka hukumnya haram.

Maknanya, janganlah kamu melakukan sebab yang menjadi kebinasaanmu. Wajhud dilalah (aspek pendalilan) dari ayat tersebut adalah bahwa merokok termasuk perbuatan mencampakkan diri sendiri ke dalam kebinasaan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga telah bersabda:

لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

Tidak (boleh melakukan/menggunakan sesuatu yang) berbahaya atau membahayakan (orang lain).” (HR. Ahmad dalam Musnadnya, Malik dan Ibnu Majah)

Jadi, menimbulkan bahaya (dharar) adalah ditiadakan (tidak berlaku) dalam syari’at, baik bahayanya terhadap badan, akal ataupun harta. Sebagaimana dimaklumi pula, bahwa merokok adalah berbahaya terhadap badan dan harta.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam Shahihain melarang menyia-nyiakan harta. Makna menyia-nyiakan harta adalah mengalokasikannya kepada hal yang tidak bermanfaat. Sebagaimana dimaklumi, bahwa mengalokasikan harta dengan membeli rokok termasuk pengalokasiannya kepada hal yang tidak bermanfaat bahkan pengalokasian kepada hal yang di dalamnya terdapat kemudharatan.

Berdasarkan Ayat Al-Qur’an dan hadits di atas menujukkan secara umum keharaman merokok sekalipun tidak secara langsung diarahkan kepadanya.

Berdasarkan Ayat Al-Qur’an dan hadits di atas menujukkan secara umum keharaman merokok sekalipun tidak secara langsung diarahkan kepadanya.

Karena itu, Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin menasehatkan kepada para perokok agar memohon pertolongan kepada Allah dan mengikat tekad untuk meninggalakannya sebab di dalam tekad yang tulus disertai dengan memohon pertolongan kepada Allah serta megharap pahalaNya dan menghindari siksaanNya, semua itu adalah amat membantu di dalam upaya meninggalkannya.

Sumber : http://www.voa-islam.com

——————————————–

10 Cara Mudah Berhenti Merokok

Hari ini memperbarui janji Anda untuk berhenti merokok …

Jika Anda mencoba berhenti merokok dan gagal,mencoba berfikir mengambil kenyamanan untuk diri anda,fakta bahwa perokok yang paling gagal beberapa kali berhenti pasti berhasil.

kegagalan masa lalu Anda tidak ada pelajaran bahwa Anda tidak dapat berhenti.Sebaliknya, melihat mereka sebagai bagian dari perjalanan menuju hidup normal menjadi bukan perokok.

Berikut adalah 10 teknik yang akan membantu Anda berhenti kebiasaan itu.

1. Deep Breathing Mungkin Teknik Single Powerfull Dan Paling Penting:

Setiap kali Anda ingin merokok, lakukan berikut ini. Lakukan tiga kali. Menghirup terdalam paru-penuh dengan udara Anda bisa, dan kemudian, sangat perlahan, buang napas. Anda Purse bibir sehingga udara harus keluar perlahan. Saat Anda mengeluarkan napas, tutup mata Anda, dan biarkan dagu Anda secara perlahan tenggelam di atas ke dada Anda. Bayangkan semua ketegangan meninggalkan tubuh Anda, perlahan-lahan mengalir keluar dari jari-jari Anda dan jari kaki, hanya mengalir keluar.

2.Taking Dalam Cairan:

Beberapa hari pertama, minum air BANYAK dan cairan untuk membantu flush out nikotin dan racun lainnya dari tubuh Anda.

Ingat bahwa dorongan untuk merokok hanya berlangsung beberapa menit, dan kemudian akan mengoper. Mendesak secara bertahap menjadi lebih jauh dan jauh terpisah sebagai hari berlalu.

3.Jauhkan Dari Alkohol, Gula Dan kopi:

Apakah Anda yang terbaik untuk menjauh dari alkohol, gula dan kopi pada minggu pertama atau lebih, seperti ini cenderung merangsang keinginan untuk merokok. Hindari makanan berlemak, sebagai metabolisme Anda akan melambat sedikit tanpa nikotin, dan Anda mungkin berat badan bahkan jika Anda makan dengan jumlah yang sama seperti sebelumnya berhenti. Jadi disiplin tentang diet adalah tambahan penting sekarang. Tidak ada yang pernah mengatakan memperoleh kebiasaan-kebiasaan baru akan mudah!

Menggigit pada makanan rendah kalori seperti seledri, apel dan wortel. Chew permen atau mengisap batang kayu manis. Setelah makan malam, bukan rokok, manjakan diri Anda dengan secangkir teh mint atau permen peppermint.

4. Mengambil An Oral Pengganti:

Dalam sebuah penelitian, sekitar 25% dari Quitters menemukan bahwa pengganti lisan sangat berharga. Lain 25% tidak menyukai ide itu sama sekali – mereka ingin istirahat bersih dari rokok. Sisanya tidak tertentu.

Satu dapat menggunakan kayu manis, permen karet atau rokok buatan sebagai pengganti. Sebagian besar Anda akan menemukan bahwa setelah minggu pertama menjadi non perokok, Anda bahkan tidak akan membutuhkan ini.

5. Dapatkan olahraga di setiap anda melangkah:

Pergi ke gym, duduk di uap, latihan. Ubah rutinitas Anda yang normal – meluangkan waktu untuk berjalan atau bahkan jogging di sekitar blok atau di taman lokal.

6. Beri tahu orang yang di disekitar anda:

Meminta dukungan dari rekan kerja, teman-teman dan anggota keluarga. Meminta toleransi mereka. Biarkan mereka tahu Anda berhenti, dan bahwa Anda mungkin gelisah atau uring-uringan selama beberapa hari. Jika Anda tidak meminta dukungan, Anda pasti tidak akan mendapatkan apapun. Jika Anda melakukannya, Anda akan terkejut betapa banyak yang dapat membantu. Ambil kesempatan – mencobanya dan melihat!

7. Hancurkan Semua Rokok Anda:

Pada hari Anda berhenti, menyembunyikan semua asbak dan menghancurkan semua rokok Anda, sebaiknya dengan air, sehingga tidak ada bagian dari mereka adalah smokeable.

8. Write It Down:

Tuliskan sepuluh hal baik tentang tidak merokok – dan kemudian menulis sepuluh hal-hal buruk tentang merokok. Lakukan. Ini benar-benar membantu.

9. Menegaskan Diri:

Beberapa kali sehari, diam-diam ulangi afirmasi kepada diri sendiri, “Saya bukan perokok.” Banyak Quitters melihat diri mereka sebagai perokok yang tidak merokok untuk saat ini. Mereka memiliki citra-diri sebagai perokok yang masih ingin rokok.

10. Jangan Anggap:

Jangan merokok itu berpura-pura tidak menyenangkan. Ini seperti kehilangan teman yang baik,dan tidak apa-apa untuk berduka kerugian. Merasa bahwa kesedihan,jangan khawatir, tidak apa-apa. Rasakan, dan Anda sembuh. Tetap dengan niat anda – Anda bisa melakukannya!

Kesimpulan:

Ingat bahwa jika Anda berhenti Anda akan hidup lebih lama dan merasa lebih baik. Berhenti merokok akan menurunkan kesempatan Anda untuk mengalami serangan jantung, stroke, atau kanker. Orang-orang yang hidup dengan, terutama anak-anak, akan lebih sehat. Jika Anda hamil, Anda akan meningkatkan kesempatan Anda untuk memiliki bayi yang sehat. Dan Anda akan punya uang tambahan untuk dibelanjakan pada hal-hal lain selain rokok

http://r1baca1.wordpress.com/2010/07/13/10-cara-mudah-berhenti-merokok

Fatwa Muhammadiyah Rokok Haram : Dalil dan Kontroversinya

Lima tahun lalu, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah masih memfatwakan rokok mubah. Namun fatwa itu tahun ini diubah menjadi haram. Kontroversi pun bermunculan.

Kenapa Muhammadiyah mengubahnya? Betulkah karena terkait bantuan dari luar negeri yang diterima organisasi ini?

Dalam situsnya, Majelis Tarjih dan Tajdid memiliki alasan kenapa Muhammadiyah kini memfatwakan rokok haram. Dalam tanya jawab soal fatwa rokok haram, dijelaskan tahun 2005 lalu, Majelis Tarjih dan Tajdid belum memiliki cukup data dan informasi yang bisa disampaikan kepada para perumus fatwa. “Dan setelah dilakukan kembali beberapa kajian dengan mengundang para ahli kesehatan, demografi dan sosiolog, maka Majelis Tarjih dan Tajdid mengubah fatwa merokok mubah menjadi haram,” demikian penjelasan Majlis Tarjih dan Tajdid.

Dengan dikeluarkannya fatwa baru ini, maka fatwa sebelumnya tentang merokok adalah mubah dinyatakan tidak berlaku. Dijelaskan, rokok ditengarai sebagai produk berbahaya dan adiktif serta mengandung 4.000 zat kimia, di mana 69 di antaranya adalah karsinogenik (pencetus kanker). Beberapa zat berbahaya di dalam rokok tersebut di antaranya tar, sianida, arsen, formalin, karbonmonoksida, dan nitrosamin. Dijelaskan juga, para perokok memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena penyakit serius seperti kanker paru-paru daripada bukan perokok. Tidak ada rokok yang “aman”.

Direktur Jenderal WHO, Dr. Margareth Chan, melaporkan bahwa epidemi tembakau telah membunuh 5,4 juta orang pertahun lantaran kanker paru dan penyakit jantung serta penyakit lain yang diakibatkan oleh merokok. Itu berarti bahwa satu kematian di dunia akibat rokok untuk setiap 5,8 detik.

Apabila tindakan pengendalian yang tepat tidak dilakukan, diperkirakan 8 juta orang akan mengalami kematian setiap tahun akibat rokok menjelang tahun 2030. Selama abad ke-20, 100 juta orang meninggal karena rokok dan selama abad ke-21 diestimasikan bahwa sekitar 1 miliar nyawa akan melayang akibat rokok.

Dalil Rokok Haram

Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram rokok yang tujuannya untuk mengupayakan pemeliharaan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat sebagai bagian dari tujuan syariah (hukum Islam). Menurut Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, fatwa haram merupakan ijtihad para ulama. “Ini lompatan setelah majelis tarjih mengkaji lebih mendalam soal rokok. Pada 2005, menetapkan hukumnya mubah. Begitu pula pada 2007,” ujarnya.

Berikut dalil yang melandasi diambilnya keputusan bahwa merokok hukumnya adalah haram sebagaimana VIVAnews kutip dari naskah Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid bernomor 6/SM/MTT/III/2010:

  1. Merokok termasuk kategori perbuatan melakukan khabaa’its (kotor/najis) yang dilarang dalam Al Quran Surat Al a’raf (ayat) 157.
  2. Perbuatan merokok mengandung unsur menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan dan bahkan merupakan perbuatan bunuh diri secara perlahan sehingga itu bertentangan dengan larangan Al Quran Al Baqoroh (ayat) 2 dan An Nisa (ayat) 29.
  3. Perbuatan merokok membahayakan diri dan orang lain yang terkena paparan asap rokok sebab rokok adalah zat adiktif plus mengandung 4000 zat kimia, 69 di antaranya adalah karsinogenik/pencetus kanker (Fact Sheet TCSC-AKMI, Fakta Tembakau di Indonesia) sebagaimana telah disepakati oleh para ahli medis dan para akademisi kesehatan. Oleh karena itu merokok bertentangan dengan prinsip syariah dalam hadits Nabi SAW bahwa “tidak ada perbuatan membahayakan diri sendiri dan membahayakan orang lain.”
  4. Rokok diakui sebagai zat adiktif dan mengandung unsur racun yang membahayakan walaupun tidak seketika melainkan dalam beberapa waktu kemudian sehingga oleh karena itu perbuatan merokok termasuk kategori melakukan sesuatu yang melemahkan sehingga bertentangan dengan hadits Nabi SAW yang melarang setiap perkara yang memabukkan dan melemahkan.
  5. Oleh karena merokok jelas membahayakan kesehatan bagi perokok dan orang sekitar yang terkena paparan asap rokok, maka pembelanjaan uang untuk rokok berarti melakukan perbuatan mubazir (pemborosan) yang dilarang dalam Al Quran Surat Al Isra (ayat) 26-27.
  6. Merokok bertentangan dengan unsur-unsur tujuan syariah (maqaasid asy-syariiah) yaitu perlindungan agama, jiwa/raga, akal, keluarga dan harta.

Kontroversi

Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta semua pihak tidak terbawa polemik fatwa pelarangan merokok. Sebaliknya harus menghormati sebagai pandangan hukum yang tinggi kedudukannya. “Siapapun yang tidak setuju dan menolak karena memandang alasannya kurang kuat, silahkan untuk mengajukan fatwa lain dengan alasan yang lebih kuat,” kata Din Syamsuddin.

Hal itu disampaikan Din di sela Seminar Nasional “Membangun Konstruksi Ideal Relasi Muhammadiyah dan Politik” di DPW Muhammadiyah, Jalan Dukuh Menanggal Surabaya, Selasa, 16 Maret 2010.

Dikatakan dia, fatwa yang dikeluarkan Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah tidak bersifat mengikat. Namun, fatwa itu mempunyai kedudukan lebih tinggi dan harus ditaati.

Menurut Din, dari pandangan agama fatwa haram merokok tidak bersifat mengikat. Tapi, mengikat secara moril. Bagi yang tidak setuju silahkan mengabaikan. “Silahkan berpikir, banyak mudharad-nya atau tidak,” kata dia.

Syafii Maarif Dukung Rokok Haram

Mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafi’i Ma’arif setuju dengan fatwa haram rokok yang dikeluarkan Majelis Tarjih Muhammadiyah. Sebab, efek negatif rokok bukan saja bagi perokok tapi juga kesehatan orang sekitarnya. “Saya setuju, walaupun tidak mudah dilaksanakan,”.

Larangan merokok, kata Syafi’i, sudah lama dilakukan. Namun, pelaksanaannya terkendala akibat terlalu banyaknya perokok dan mereka sudah menganggapnya hal biasa. “Harus dipertimbangkan juga buruh pabrik rokok, petani tembakau dan lain-lain,” katanya. Menurut dia, meski sulit dilaksanakan, fatwa tersebut layak diikuti. Dengan catatan, masyarakat diberi pelajaran dan pengertian kebaikan di balik larangan merokok.

Muhammadiyah memfatwakan rokok haram dalam kesepakatan yang dijalin di Yogyakarta 8 Maret 2010. Sebelumnya Muhammadiyah selama bertahun-tahun berfatwa rokok hukumnya mubah atau dibolehkan.

Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Majelis Tarjih, Yunahar Ilyas, mengakui fatwa susah dilaksanankan. Sebab itu, di dalam naskah fatwa tarjih itu dibedakan status hukum dan pelaksanaan. “Status hukum jelas haram, tapi dalam pelaksanaan bertahap, tidak serta merta sekaligus,” ujarnya.

Bersamaan dengan itu, kata Yunahar, petani tembakau bisa mencari alternatif. “Fatwa ini ditetapkan dengan mengingat prinsip at-tadriij (berangsur), at-taisiir (kemudahan), dan ‘adam al-kharaj (tidak mempersulit),” ujarnya. Yunahar menuturkan banyak perokok ingin berhenti tetapi kesulitan karena sudah kecanduan. Sebab itu, rumah sakit di bawah naungan Muhammadiyah akan membuka klinik terapi berhenti merokok. “Ada metodenya,” kata dia.

Dia mencontohkan metode berhenti itu antara lain rokok diganti dengan permen khusus atau rokok palsu. “Zat beracunnya yang berbahaya dihilangkan, di rokok itu yang ada nikotin saja. Mengonsumsi itu sampai benar-benar bisa berhenti,” katanya.

Pendapat PKS

Fatwa rokok haram yang dikeluarkan  Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah dinilai mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid hanya mengikat warga Muhammadiyah sendiri.

Fatwa haram merokok muncul dari ijtihad para ulama Muhammadiyah. Karena itu secara ilmu agama, fatwa yang dikeluarkan oleh salah satu pihak sebenarnya tidak boleh dikomentari oleh fatwa yang lain. “Itu fatwa Muhammadiyah yang muncul karena ijtihad dan barangkali mengikatnya terutama di kalangan warga Muhammadiyah. Misalnya, NU punya fatwa ya itu hak NU untuk punya fatwa. MUI punya fatwa lain, ya itu silakan. Tetapi, saya tidak merokok,” kata dia di Solo, Senin, 15 Maret 2010. “Di luar itu ada lembaga-lembaga lain yang membuat fatwa lain. Menteri Agama mengatakan merokok itu makruh. Itu kan beda lagi,” ujarnya. Bagi yang mengeluarkan fatwa, kata  Hidayat, wajib melaksanakan fatwa tersebut, jika tidak maka akan berdosa. “Tetapi bagi yang tidak berada dalam komunitas itu dan punya lembaga fatwa lain. Ya, lembaga fatwa lain ya itulah yang seharusnya diikuti,” kata mantan Presiden PKS itu.

Hidayat mengatakan secara teknis agama, fatwa berbeda dengan qodho. Kalau qodho itu sesuatu yang hukum mengikat. Sedangkan fatwa itu dilaksanakan oleh komunitas yang mengeluarkan fatwa tersebut. “PKS tidak mengeluarkan fatwa itu tetapi PKS merupakan komunitas yang tidak merokok. Alhamdulillah tanpa fatwa itu sudah tidak merokok karena kita bukan ahli hisap,” selorohnya

Abdul Kadir Karding, Ketua Komisi Agama Dewan Perwakilan Rakyat yang juga salah satu Ketua Partai Kebangkitan Bangsa, menilai fatwa rokok haram yang dikeluarkan Muhammadiyah itu berlebihan. Kadir yakin, masyarakat tak akan menuruti fatwa itu. “Kami tak perlu mengeluarkan imbauan tak usah menuruti, karena masyarakat sendiri tidak akan menuruti,” kata Kadir.

Agama, kata Kadir, tak menyebutkan jelas bahwa rokok itu haram. “Setahu saya hukumnya makruh, bukan haram,” ujar Kadir. Selain itu, dampak pengharaman juga akan melanda jutaan orang yang hidup secara langsung dan tidak langsung dari rokok. Mulai dari petani penanam tembakau sampai pedagang rokok eceran di pinggir jalan. “Rokok ini sudah menyangkut hajat hidup orang banyak,” kata Kadir. “Di Temanggung,” kata Kadir, “delapan puluh persen penduduknya hidup dari rokok. Jika rokok dilarang, bagaimana itu nasib Temanggung,” kata Kadir.

Karena itu, Kadir menyatakan parlemen akan membahas soal rokok ini. Apalagi saat ini, ada rancangan peraturan pemerintah tentang tembakau yang sedang dibahas. “Ini persoalan masyarakat dan parlemen wajib membahas ini,” kata Kadir.

Fatwa haram rokok yang dikeluarkan Muhammadiyah belum menjadi keputusan resmi organisasi. Fatwa haram itu masih berupa kesimpulan di internal Muhammadiyah.

“Fatwa itu memang baru merupakan kesimpulan para ulama yang tergabung di Majelis Tarjih (pemikiran Islam) dan belum menjadi keputusan resmi organisasi,” kata Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam keterangan tertulis.

Menurut Din, fatwa haram rokok dikeluarkan bagi kalangan internal Muhammadiyah. Secara terpisah, fatwa itu bersifat komplementer kampanye gerakan moral. “Fatwa itu ditujukan khususnya kepada warga Muhammadiyah sebagai tanggung jawab moral organisasi terhadap anggota-anggotanya,” ujar Din.

Sebelumnya, selain mengeluarkan fatwa haram merokok, Majelis Tarjih PP Muhammadiyah jugakan fatwa haram bagi seluruh aktivitas sosial industri rokok. Seperti memberikan bantuan dana sosial untuk masyarakat. Termasuk yang dilarang adalah bantuan uang bagi yayasan sosial. “Dana itu haram karena diambil dari barang haram, yaitu rokok. Ibaratnya kalau makan dari barang haram, darah yang mengalir di tubuh kita juga haram,” kata Ketua PP Muhammadiyah, Sudibyo Markus, di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Minggu 14 Maret 2010.

Pengaruhi Pendapatan Negara

Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan menilai fatwa haram rokok yang dikeluarkan organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah bakal mempengaruhi pendapatan negara dari cukai rokok.”Fatwa itu harus dihormati, tapi pasti ada pengaruhnya,” kata Dirjen Bea Cukai Thomas Sugijata usai pemusnahan 65 ribu minuman keras di Jakarta Auction Center, Jakarta, Senin 15 Maret 2010.

Menurut Thomas, pihaknya hingga saat ini masih menghitung pengaruh fatwa haram rokok terhadap pendapatan negara. Evaluasi tersebut diperkirakan selesai Maret tahun ini. Thomas menambahkan, fatwa tersebut baru bisa diketahui dampaknya jika ketentuan tersebut sudah disosialisasikan 1-2 bulan sejak diumumkan. “Kami masih melihat, belum ada perhitungannya,” ujar dia.Setiap tahun, sumbangan penerimaan negara dari cukai rokok di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terus meningkat. Bahkan, perolehan cukai rokok selalu melebihi target yang ditetapkan. Pada APBN tahun ini, pendapatan cukai dari hasil tembakau ditargetkan Rp 55,9 triliun.

Nahdatul Ulama

Sedangkan organisasi Islam lainnya, Nahdlatul Ulama, rencananya tidak ikut membahas hukum rokok tersebut dalam Muktamar ke-32 yang akan digelar 22-27 Maret di Makassar.”NU selama ini dalam menghukumi rokok paling banyak itu makruh, untuk mengatakan haram, belum,” katanya. Dia mengatakan merokok memang merugikan kesehatan. Meski begitu tidak perlu diharamkan. “Kasih saja pendidikan yang baik pada masyarakat,” ujarnya. Perlu diketahui ada lima hukum dalam fikih Islam, yaitu wajib, sunah, mubah, makruh, dan haram. Makruh berarti tindakan yang sebaiknya tidak dilakukan tetapi tidak berdosa bila dilakukan. Sementara haram berarti bila mengerjakan berdosa.

Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) meminta fatwa haram rokok Muhammadiyah perlu diperlakukan hati-hati. Karena, fatwa itu masih dalam perdebatan di internal umat Islam. “Karena hukum atas itu masih bersifat khilafiyah (berbeda pendapat) di kalangan umat Islam,” kata Sekretaris Fraksi PPP Romahurmuziy dalam pesan singkatnya, Senin 15 Februari 2010.

Politisi yang biasa disapa Romy ini mengambil contoh perbedaan yang ditunjukkan Nahdlatul Ulama (NU). Khusus untuk rokok, kata dia, NU ‘hanya’ mengeluarkan fatwa makruh.  Alasan lain kehati-hatian itu adalah soal implementasi haram rokok. Karena penerapannya tidak bisa dilakukan secara mendadak. “Mengingat dampak berantai penciptaan tenaga kerjanya sangat luas dan mempengaruhi golongan pengusaha mikro petani-petani tembakau, yang belum tentu segera ada gantinya,” ujar dia.

Maka itu, Romy menilai perlu kearifan dalam membaca fatwa yang dikeluarkan Majelis Tarjih Muhammadiyah itu. Sebagaimana Al-Qur’an memberlakukan sejumlah pentahapan menuju pengharaman khamr, minuman yang memabukkan. “Pendeknya, mengikuti fatwa terhadap rokok yang sebelumnya pernah dikeluarkan MUI, yang terutama mengikat pengurus-pengurusnya, hal itu mengikat terlebih dahulu kepada pengurus dan anggota Muhammadiyah. Setelah itu baru kepada umat Islam lainnya,” kata dia.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan fatwa itu dikhususkan bagi kalangan internal. Masyarakat umum dipersilakan mengikuti atau mengabaikan. “Fatwa tidak mengikat, silakan diamalkan oleh yang setuju dan diabaikan oleh yang menolak,” kata Din Syamsuddin pagi tadi.

3 Responses to Al-Islam

  1. riyadhbanda says:

    blog menarik ya…

  2. Chris Gunawan says:

    Secara Islam memang dasarnya pada penafsiran yang masih bersifat umum, seperti baik dan buruk, jadi sah-sah saja kalau sebagian ulama masih berpendapat bahwa rokok itu halal, karena banyak juga kebaikan dari kebiasaan merokok yang memang sudah menjadi bagian dari tradisi turun-menurun selama berpuluh-puluh bahkan ratusan tahun.

Saya Nantikan Komentar Anda,..!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: