10 hari di Banda Naira setelah 10 Tahun tak ke Sana..

Oktober 24, 2009

10 hari di kepulauan banda di bulan 10 ini, terasa hambar…
padahal perjalanan pulang kampung setelah 10 tahun tak ke sana (1999-2009) terlintas akan harapan tempat yang asri, nyaman dan sejuk. bayangan hawa seger menentramkan hati dan yang indah-indah pokoknya, yang menggiurkan lah…

Kepulauan banda, tak lain dan tak bukan adalah gugusan pulau-pulau kecil (9 pulau) di sebelah tenggara Pulau Ambon, 12 mil dengan perjalanan kapal luat bisa ditempuh dengan 8-12 jam perjalanan dari Ambon. atau dengan pesawat foker dengan 18 penumpang ditempuh dengan 45 menit dari bandar udara Pattimura Ambon. Baca entri selengkapnya »


Selamat Datang Pak SBY-Boediono dan Rombongan di Banda Naira

September 24, 2009

Akhirnya, untuk memuluskan agenda Sail Banda 2010, lewat lobi-lobi politik, presiden terpilih RI dan Wapres (SBY-boediono) di jadwalkan berkunjung ke Banda Naira, Kecamatan Banda Maluku Tengah, lusa (sabtu 26/09/09). tujuannya adalah beranjangsana mengujungi beberapa lokasi situs budaya pariwisata di kota Naira, yang terkenal di dunia ini (Ambon Ekspress, 24/09/09).
Agenda ini sempat tertunda karena sebelumnya dijadwalkan akan berkunjung pada satu hari sebelumnya.
kedatangan ini sangat di nanti ‘orang Maluku’ setelah tertunda kunjungan SBY-Boediono di masa kampaye capres-wapres lalu, kini untuk untuk memuluskan agenda Sail Banda 2010, dan even kedaerahan yang beraroma pariwisata di kawasan timur Indonesia terutama Maluku dengan pencitraan kepulauan Banda sebagai Ikon pariwisata dunia, setelah Bali, Lombok, dan Bunaken, dan tempat-tempat eksotis lainnya, tak heran meski belum dilantik sebagai presiden dan wapres RI, orang nomor wahid di negeri ini tetap mengagendakan melancong ke Kepulauan Banda.

Sby-Boediono dengan kurang lebih 100 Rombongan dalam lawatannya ini akan tinggal dan berada di Banda Naira selama 2 hari, sehingaa sempat juga ‘membuat pusing’ pemda Maluku sebab akomodasi dan logistik yang masih terbatas, sehingga harus ‘cari akal’ dengan mendatangkan semua bahan-bahan tersebut langsung dari Ambon, bahkan guna mensiasati kurangnya akomodasi penginapan dan hotel, pemda telah berkoordinasi dengan pihak angkatan laut untuk menyiapkan Kapal Perang guna tambahan akomodasi dan ”hotel terapung’…ini baru rombongan presiden dan wapres…bagaimana lagi kalo rombongan internasional yang berjumlah ribuan, sanggup tidak Sail banda 2010 di siapkan dari sekarang?..(pikirku dalam hati)

Namun apapun yang terjadi SBY dan Boediono tetap akan mengunjungi Banda guna menstimuli pemda Maluku  (pemerintah propinsi) dan instansi terkait guna mempersiapkan pesta laut internasional yang bertajuk Sail Banda 2010 ini, kita hanya mampu berharap dengan perencanaan yang matang dan persiapan yang maksimal event ini akan tetap lancar….

Selamat datang presiden terpilih, semoga rangsangan anda untuk berkunjung ke Banda naira, semakin memacu persiapan Pemda dan instansi terkait guna mematangkan persiapan menuju Sail Banda 2010 di Kepulauan Banda….


SAIL BANDA 2010; Antara Harapan dan Kenyataan

September 16, 2009

SAIL BANDA 2010; Antara Harapan dan Kenyataan

Harapan :

Jika kita review Sail Bunaken 2009, pada Agustus lalu adalah even maritim internasional dan parade kelautan terakbar yang pernah digelar di dunia, di mana mempertandingkan beberapa cabang olahraga  air termasuk diving, dan parade kapal perang, pemecahan rekor cabang cabang olahraga, serta parade kapal perang dan yang terunik adalah upacara kemerdekaan R.I., 17 Agustus di bawah air (reborn party underwater).

Penulispun mencoba membuat survey kecil-kecilan dengan menggalang dukungan di internet melalui situs jejaring sosial facebook, dengan membuat grup untuk mendukung event Sail Banda 2010, dan hasilnya sangat fantastis, selama sepekan saja dukungan untuk even ini sudah mendekati angka ribuan, dengan berbagai komentar dan masukan guna mensukseskan momen bersejarah ini.

Suksesi Sail Bunaken 2009, di Manado Sulawesi Utara, tidak terlepas dari program besar Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) yang akan mengadendakan even serupa dengan tajuk “Sail Banda” di tahun 2010.

Ide brilian ini tercetus dari Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi setelah sukses menggelar ‘Sail Bunaken 2009′ sebagaimana yang diungkapkan oleh Direktur Jendral Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP), Alex Retraubun kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Jumat (28/6)

“Program untuk membangkitkan pariwisata di Maluku ini akan sukses jika didukung semua komponen masyarakat, termasuk kalangan pers,” katanya di Ambon, Maluku, Selasa (8/9).

Namun mampukah pemerintah daerah membuat persiapan yang matang untuk penyelenggaraan kegiatan bertaraf internasional itu, belum pernah terukur dan teruji sama sekali, sebab sukses Sail Bunaken 2009, persiapannya sudah dilakukan sejak empat tahun lalu dan promosinya dilakukan di mana-mana.

Media lokal dan nasional juga gencar mensosialisasikannya kepada masyarakat, sehingga mendapat dukungan semua komponen.

Kalangan pers di Ambon, ujarnya, harus membantu mendidik dan mempersiapkan masyarakat untuk menyambut Sail Banda 2010, mulai dari menjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan, mengingat pemerintah hanya berfungsi memfasilitasi serta melemparkan ide dan gagasan.

potensi sumber daya alam, terutama potensi wisata bahari yang ada di banda akan semakin terkenal di dunia internasional.

Khusus Pulau Banda, tambahnya, telah dikenal dunia sejak dahulu karena rempah-rempahnya, sehingga promosinya tidak terlalu sulit.  Oratmangun menambahkan, Pemerintah Daerah, harus mempunyai determinasi yang tinggi untuk membawa konsep Sail Banda di departemen departemen terkait agar memperoleh dukungan, di samping itu jaringan ke luar negeri harus dimanfaatkan dan ditingkatkan.

Olehnya itu Semua komponen harus bergerak bersama jika ingin acara Sail Banda 2010 sukses dan mendapat tempat di mata dunia. Saatnya sekarang kita buat mata dunia melihat Indonesia dari Maluku.

Even sail banda ini rupanya disambut baik oleh sebuah operator telepon terkenal untuk mensuport jaringan telekomunikasi seluler bahkan nirkabel (baca: wifi) di banda guna mensukseskan even ini.

Gayungpun bersambut, beberapa investor lokal pun mulai siap-siap berbenah mempersiapkan sarana dan prasarana termasuk pihak perbankan sebagai penggerak ekonomi lokal guna menyambut pesta wisata yang tentunya akan melibatkan berbagai kalangan dari dalam maupun luar negeri ini. (Ameks,16/09/09)

Kenyataan :

Sayangnya belum ada komentar resmi dari pemerintah daerah Propinsi Maluku, tentang masterplan even ini atau agenda terdekat yang akan membahas sail banda 2010, dalam hal ini Dinas pariwisata maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tengah, terkait rencana pelaksanaan sail banda 2010 ini. Harusnya pemerintah daerah melihat peluang yang cukup baik ini sebagai ajang kampanye damai selain, berhubung waktu yang semakin mendesak. Dan pemerintah daerah harus berupaya keras mengkampanyekan pariwisata kepada masyarakat Indonesia bahkan masyarakat dunia bahwa Maluku kini telah aman dan nyaman di kunjungi dengan demikian bisa menumbuhkan kembali investasi yang sempat carut marut pasca konflik saudara lalu.


TADZKIRAH NASYVAH AR-RACHMAH

September 16, 2009

Ambon, 3 September 2009

Akhirnya lahir dengan selamat seorang bayi yang di tunggu-tunggu, ternyata dia seorang putri cantik seperti kakaknya Tazkiyah Navysah Ar-Rachmah. dan tentu seperti ibunya. Ibu yang melahirkannya. Sayang seribu sayang, lagi-lagi Ayahnya tak berada di sisinya ketika tangisan pertama pecah pertanda lahirnya si buah hati. Seperti pejuang Nak, Mujahid, kami sedang pergi hanya beberapa jam, mencari panduan hidup, menuntut ilmu agama, demi kakakmu yang kini sudah mulai belajar baca tulis alphabet dan hijaiyah.

Namun betapa bahagianya, ketika pulang kembali, kamu sudah tidur pulas dalam buaian, sehingga tak sempat melihat sendiri betapa hebatnya ibumu memperjuangkanmu dengan mempertaruhkan nyawa, meregang antara hidup atau mati, mengusahakan agar kamu tetap lahir dan selamat. Semoga kamu mengingat perjuangan ini kelak ketika dewasa, ketika kamu telah paham bahwa seluruh kaum ibu di dunia, bertidak dengan hal yang sama, dengan ibumu, olehnya itu hargailah Ibu-mu yang melahirkan.

Ayahmu tetap berdo’a, agar kamu tidak kurang satu apa, jadilah anak cerdas, terampil dan pandai menyenangkan orang tuamu seperti nama yang melekat padamu, seperti juga kakakmu yang telah empat tahun menemani Ayah-Ibu mu, Kami, Ayah Ibumu, akan berusaha merawat dan membesarkanmu sebagaimana ketika kami orang tuamu- dirawat oleh kakek-nenekmu.

Nama yang telah lama kami siapkan ini harus menempel di jati dirimu. Tadzkirah Nasyvah Ar-Rachmah, yang maksudnya agar selalu Berzikir sebagai obat ampuh (penyembuh) untuk mebawa rahmah (kasih-sayang) terhadap sesama. Kenapa harus nama ini yang disandang terhadap mu, mirip dengan kakakmu?, dan tidak disandang dengan nama besar Bapaknya seperti kebanyakan orang, padahal nama marganya bapakmu nak, adalah gelar untuk keturunan ningrat di jaman raja-raja?

Alasan yang pertama bagi kami adalah, pemberian nama ini adalah tugas dan tanggung jawab ke dua orang tua kepada anaknya, sebagaimana sunnah rasul, dan sebaik-baik nama adalah do’a, dan doa itu ibadah. Kami tidak ingin nama besar marga ayahnya akan memberatkan langkah dan menjadi beban untuk mengabdi kepada Agama, Bangsa dan Negaranya. Apalagi terhadap kedua orang tuanya. Dan sebuah nama bukanlah penentu sukses tidaknya seseorang atau nasib di kemudian hari, jika akhirnya menjadi baik dan buruk itu karena usaha dan ikhtiar mereka masing-masing. Dan tentunya karena bimbingan orang tua dan Allah Swt.

Dan yang kedua, mereka berdua adalah perempuan dan calon ibu di dalam rumah tangganya, betapapun hebatnya mereka, dalam tradisi Islam bahkan adat ketimuran akan tetap menjadi the second leader (pemimpin kedua di dalam rumah tangga) dan jika terdapat keturunan lagi, maka nama sang ibu tidak disandang lagi dalam nama keluarga, namun yang disandang adalah nama keluarga Bapak atau Ayahnya, dengan demikian nama marga yang melekat pada Ibunya akan hilang dengan sendirinya.

Lantas kenapa dengan sengaja menghilangkan nama garis keturunan yang sangat dianjurkan dipertahankan di dalam tradisi Islam, bahkan adat ketimuran di Indonesia yang berciri khas dengan nama marga di belakangnya? Malahan sunnah Rasul pun mengajarkan untuk memilih pasangan dari keturunan yang baik-baik, dari marga yang baik-baik, tapi sekali lagi marga bukan jaminan orang akan menjadi baik, namun sekedar memelihara jalinan kekerabatan (silaturrahim) di antara sesama keluarga besar. Karena terbuki sekian banyak yang menyandang gelar bangsawanan namun moralnya bejat dan semena-mena.

Biarkan mereka mulai berdiri dengan kaki-kaki mereka sendiri. Dengan marga-marga mereka sendiri, yakni marga yang penuh rahmah, kasih dan sayang. Sudah cukup kiranya nama besar Bapaknya serta kakek-kakeknya menyandangnya, atau adik-adiknya yang laki-laki yang bisa memikulnya, namun di punggung bidadari cantikku, cukup bagi mereka untuk menyandang sebuah marga, mensifati sang pencipta, pembawa rahmah, pemberi kasih sayang terhadap orang tua dan sesama.


‘SK’ itu kini saya Pegang

September 14, 2009

Ambon 17 Agustus 2009

Setelah menanti sekian jam, (biasanya tradisi di negara kita dari dulu kaya gini-jam karet) ada perintah untuk mendekat ke lapangan upacara, lapangan parkir yang  sudah disiapkan untuk upacara ‘peringatan 17 agustus 1945′, dan yang menjadi pembina upacara, dari jajaran pembantu rektor (tidak dikenalkan dan tidak desebut namanya).

Upacara hari ini yang katanya hikmat (hikmah) dan pertama kali bagi saya di lingkungan Universitas ternama di Maluku ini, pun terasa aneh, tanpa publikasi, tanpa gladi (latihan awal), nyanyian indonesia raya-pun yang seharusnya di nyanyikan oleh kelompok paduan suara, tidak tampak. akhirnya peserta ‘terpaksa’ menyanyikan bersama dalam keadaan sikap menghormati bendera merah putih, padahal setahu saya, dalam tata upacara Militer sampai upacara bendera biasa pun (ketika menghormati bendera) anjurannya tidak melantunkan lagu indonesia raya….! (moga saya yang bukan saya yang keliru).

hingga upacara hari ini, yang terasa, hanya terik mentari pagi, yang seakan membakar kulit, sehingga tidak aneh, ada satu-dua orang keluar dari barisan karena lemas atau ‘pura-pura’ lemas saking tak kuatnya menahan terpaan sinar mentari.. pagi ini.

Mungkin yang agak aneh juga bagi saya, kenapa do’a yang di munajatkan kepada Tuhan masih menggunakan Do’a dua bahasa agama yang mayoritas? (Islam dan Kristen?) tidak bijakkah kalau ditampilkan satu saja?

Kalau sekedar ingin toleransi kenapa tidak lima agama saja yang dibacakan do’anya?….apa Tuhan-Nya tidak bingung menunggu Do’a yang mereka ucap itu!!, padahal, kenyataannya juga dalam setiap upacara bendera hanya satu saja doa yang diwakili kepada sang pencipta, terserah agamanya apa !!! kan Nasionalis….Apa Tuhan-Nya orang Hindu dan Budha Tidak Cemburu?

pertanyaan ini kini masih tersimpan di hati…..dan masih harus di bahas dalam tulisan saya selanjutnya….

ada moment yang menari

Upacara pun selesai, dan kami pun disilahkan untuk mengantri mengambil SK (surat Keputusan) legalitas kami sebagai pengajar di masing-masing fakultas di Universitas pattimura Ambon.


Perjalanan Panjang Seorang Pencari

September 1, 2009

Ambon,  14 Agustus 2009

Awan masih saja kelabu, tatkala langit barus saja menumpahkan hujannya di sekitar rumah kontrakan ini, saya terperanjat karena hari ini bangun ‘kesiangan’ dan buru-buru sholat subuh yang seharusnya sudah dikerjakan pa waktunya….seperti biasa…harus ada ide untuk dituliskan dalam blog yang barus dibuat ini….

perlahan kubuka lagi SMS (pesan pendek) dari seorang teman untuk sekedar meyakinkan bahwa benar SK (surat Keputusan) untuk pengangkatan Dosen akan diterima nanti pada tanggal 17 Agustus di saat upacara perayaan kemerdekaan RI. ke  56 di halaman depar kantor rektorat Universitas Pattimura, dan akan diserahkan secara simbolis.

Dan tiba-tiba dada ini terasa longgar,  seraya mengingat ke belakang hari-hari penantian yang akan segera berakhir, pertanda nasib baik akan menjelang. sebeb setelah pengumuman kelulusan diterimanya saya dan teman-teman lain sebagai staf pengajar di Unpatti-Ambon pada 1 desember 2008, tidak pernah ada kabar lagi tentang kapan akan diberikannya SK ‘keramat’ itu.

Dan jari-jariku pun kemudian menari-nari lagi di atas keypad HP untuk menghubungi seorang teman wanita yang kebetulan hanya kami berdua yang lolos untuk formasi dosen agama Islam di Unpatti, dan pada penempatannya saya di FKIP/PGSD dan si ukhti-nya di FISIP, dan masih pada kampus yang sama. setelah menanyakan beberapak kepastian kabar, saya pun….kembali ke rutinitas semua….biasa…

saat ini saya sedang menutupi kesenjangan ini dengan mencoba membuka jasa pengetikan rental komputer, sekedar menutupi biaya transpor dan laup pauk keluarga, mumpung udah tinggal sendiri di kontrakan dengan satu anakn dan isteri yang masih 1 ( satu aja).

Sembari mencari beberapa data, dan mempersiapkan media belajar interaktif via internet, saya berencana perkuliahan nanti harus memadukan teknologi IT dan konvensional, sehingga meskipun ini pembelajaran agama Islam, namun tetap harus tepat zaman, dimana orang-orang banyak mengakses internet.

sebenarnya sudah satu semester yang lalu ketika memulai pembelajaran agama Islam di PGSD dan di slah satu kampus swasta sudah diterapkan pemberlakuan pembelajaran ini, namun masih kurang maksimal, karena kurangnya stimulus dan motivasi, disamping mungkin karena hal ini baru bagi mereka, sehingga agak kaku..

ke depan moga rencana ini di dukung oleh komunitas kampus dan civitas akademika PGSD dan FKIP universitas pattimura ambon…

semoga…


Hallo Komunitas Muslim Indonesia

Juli 26, 2009

Ode Abdurrachman, M.Pd.I

Dosen, peneliti dan technopreneur. pernah bergabung dalam komunitas LP2I, (Lembaga Pengkajian dan Penelitian PascaSarjana IAIN Sunan ampel) , dan mendalami Pendidikan Agama Islam, hoby berselancar di dunia maya dan Internet Marketing bersama global Internet Summit dan Tung Desem Waringin Community. Kegiatan sehari-hari membimbing para calon Ilmuwan yang agamis,  dan keluyuran ilmiah ke berbagai kampus. Mengkampanyekan Legal Software dalam Dunia Pendidikan di Maluku dengan (Kompax – Komunitas Pengguna Linux) Maluku

Mengurangi tidur adalah madzabku, social networking & blogging adalah strategiku, entrepreneurship & teaching adalah karakterku, motivating & inspiring people adalah jalan perdjoeanganku.


Hello world!

Juli 26, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!